Al-Qur'an Menyebut Kualitas Orang yang Beriman, Waspadai Dzalimun Linafsih
Jum'at, 03 Juni 2022 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan pengertianmuqtashid adalah orang beriman yang taat; yang menunaikan kewajiban agama dan meninggalkan yang haram. Namun, dia tidak memiliki semangat dalam mengerjakan ibadah-ibadah yang sunah. Bahkan, jelas Ustadz Anshori, mereka tidak semangat dalam meninggalkan perkara-perkara makruh. Bahkan terlalu longgar dalam perkara mubah atau terkadang melakukan perbuatan makruh.
Lalu pengertiandzalimun linafsih yakni orang beriman, namun masih gemar bermaksiat, baik berupa melanggar sebagian kewajiban agama atau melakukan ha-hal yang dilarang.
Oleh karena itu, yang paling tinggi derajatnya adalah kelompoksabiqun bil khoirot. Mereka menggabungkan antara perintah mengerjakan yang wajib dan sunah, dan perintah meninggalkan yang haram dan makruh. Kemudian yang paling rendah adalah kelompokdzalimun linafsih, yang merupakan kebalikan darisabiqun bil khoirot.
Dzalimun linafsihadalah orang-orang yang teledor dalam mengerjakan perintah. Amalannya tidak sempurna dalam menunaikan kewajiban dan meninggalkan larangan. Sehingga mereka bermudahan-mudah dalam melakukan maksiat.
Terlepas dari tiga tingkatan di atas, ketiga kelompok itu adalah orang-orang beriman. Mereka hanya berbeda pada tingkat keimanan. Dalil yang menunjukkan bahwa mereka masih tergolong orang yang beriman, meski berada pada level yang bawah (dzalimun linafsih), adalah firman AllahTa’alapada awal ayat :
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami”(QS. Fathir: 32).
Baca juga: 9 Amalan di Hari Jumat yang Pahalanya Terus Mengalir, Sayang Kalau Dilewatkan!
Wallahu A'lam
Lalu pengertiandzalimun linafsih yakni orang beriman, namun masih gemar bermaksiat, baik berupa melanggar sebagian kewajiban agama atau melakukan ha-hal yang dilarang.
Oleh karena itu, yang paling tinggi derajatnya adalah kelompoksabiqun bil khoirot. Mereka menggabungkan antara perintah mengerjakan yang wajib dan sunah, dan perintah meninggalkan yang haram dan makruh. Kemudian yang paling rendah adalah kelompokdzalimun linafsih, yang merupakan kebalikan darisabiqun bil khoirot.
Dzalimun linafsihadalah orang-orang yang teledor dalam mengerjakan perintah. Amalannya tidak sempurna dalam menunaikan kewajiban dan meninggalkan larangan. Sehingga mereka bermudahan-mudah dalam melakukan maksiat.
Terlepas dari tiga tingkatan di atas, ketiga kelompok itu adalah orang-orang beriman. Mereka hanya berbeda pada tingkat keimanan. Dalil yang menunjukkan bahwa mereka masih tergolong orang yang beriman, meski berada pada level yang bawah (dzalimun linafsih), adalah firman AllahTa’alapada awal ayat :
ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami”(QS. Fathir: 32).
Baca juga: 9 Amalan di Hari Jumat yang Pahalanya Terus Mengalir, Sayang Kalau Dilewatkan!
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :