Kisah Umar Bin Khattab Minta Perlindungan Allah Taala dari Bilal Bin Rabah
Minggu, 05 Juni 2022 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Mereka ini mengajukan argumen kepadanya bahwa harta kekayaan itu adalah fay' (jenis harta yang diperoleh dari peperangan), dan tanah rampasan serupa itu telah pernah dibagi-bagikan Rasulullah sebelumnya, dan beliau (Rasul) tidak pernah melakukan sesuatu seperti yang ingin dilakukan Umar.
Terutama Bilal ra sangat keras terhadap Umar, dan mempelopori gerakan oposisi sehingga menyesakkan dada Umar dan menyusahkannya, sehingga karena susah dan sedihnya itu Umar mengangkat kedua tangannya kepada Tuhan dan berseru, "Oh Tuhan, lindungilah aku dari Bilal dan kawan-kawan."
"Akhirnya memang Tuhan melindunginya dari Bilal dan kawan-kawan dengan paham keagamaannya yang mendalam, yang meneranginya dengan suatu cahaya dari celah baris-baris dalam Kitab Suci, dan dengan argumen yang unggul, yang semua golongan tunduk kepada kekuatannya," ujar al-Ustadh al-Bahi al-Khuli.
Baca juga: Perubahan Tarawih di Masa Khalifah Umar bin Khattab
Nurcholish Madjid mengatakan dalam banyak hal Umar memang dikenal sebagai tokoh yang sangat bijaksana dan kreatif, bahkan jenius, tetapi juga penuh kontroversi. Tidak semua orang setuju dengan Umar, dari dahulu sampai sekarang.
Kaum Syi'ah, misalnya, menolak keras ketokohan Umar, khususnya kalangan ekstrim (al-ghulat) dari mereka. Yang moderat pun masih melihat pada 'Umar hal-hal yang "menyimpang" dari agama.
Seorang tokoh ulama Syi'ah, Muhammad al-Husayn Al Kashif al-Ghita, mengatakan banyak tindakan Umar, seperti dalam kasus ia melarang nikah mut'ah, adalah semata-mata tindakan sosial-politik, yang tidak ada sangkut pautnya dengan bukan keagamaan (madaniyyan la diniyyan).
Baca juga: Kisah Umar Bin Khattab dan Unta yang Disewanya
Terutama Bilal ra sangat keras terhadap Umar, dan mempelopori gerakan oposisi sehingga menyesakkan dada Umar dan menyusahkannya, sehingga karena susah dan sedihnya itu Umar mengangkat kedua tangannya kepada Tuhan dan berseru, "Oh Tuhan, lindungilah aku dari Bilal dan kawan-kawan."
"Akhirnya memang Tuhan melindunginya dari Bilal dan kawan-kawan dengan paham keagamaannya yang mendalam, yang meneranginya dengan suatu cahaya dari celah baris-baris dalam Kitab Suci, dan dengan argumen yang unggul, yang semua golongan tunduk kepada kekuatannya," ujar al-Ustadh al-Bahi al-Khuli.
Baca juga: Perubahan Tarawih di Masa Khalifah Umar bin Khattab
Nurcholish Madjid mengatakan dalam banyak hal Umar memang dikenal sebagai tokoh yang sangat bijaksana dan kreatif, bahkan jenius, tetapi juga penuh kontroversi. Tidak semua orang setuju dengan Umar, dari dahulu sampai sekarang.
Kaum Syi'ah, misalnya, menolak keras ketokohan Umar, khususnya kalangan ekstrim (al-ghulat) dari mereka. Yang moderat pun masih melihat pada 'Umar hal-hal yang "menyimpang" dari agama.
Seorang tokoh ulama Syi'ah, Muhammad al-Husayn Al Kashif al-Ghita, mengatakan banyak tindakan Umar, seperti dalam kasus ia melarang nikah mut'ah, adalah semata-mata tindakan sosial-politik, yang tidak ada sangkut pautnya dengan bukan keagamaan (madaniyyan la diniyyan).
Baca juga: Kisah Umar Bin Khattab dan Unta yang Disewanya
(mhy)
Lihat Juga :