Kisah Umar Bin Khattab dan Unta yang Disewanya

loading...
Kisah Umar Bin Khattab dan Unta yang Disewanya
Kisah Sayyidina Umar dan unta yang disewanya mengajarkan kita bagaimana menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana. Foto/dok Dakwah Islamiyyah
Sayyidina Umar Bin Khattab radhiyallahu 'anhu, khalifah kedua pengganti Abu Bakar Ash-Shidiq dikenal dengan julukan "Al-Faruq" oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena dapat memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Di tangannyalah peradaban Islam berkembang maju hingga ke berbagai wilayah.

Beliau memiliki watak keras namun sangat bijaksana dalam mengemban amanah sebagai Amirul Mukminin. Umar juga dikenal sebagai orang terdepan membela Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan tidak pandang bulu dalam menegakkan keadilan. (Baca Juga: Biografi Umar Bin Khattab, Khalifah Kedua yang Menaklukkan Romawi dan Persia)

Umar memeluk Islam ketika para penganut Islam di Makkah kurang lebih 40 orang. Tak hanya kafir Quraisy yang takut kepada Umar, setan dari bangsa Jin juga memilih kabur apabila bertemu Umar Bin Khattab. Beliau memang dikenal berani dan sangat bijaksana. Fisiknya kuat, posturnya tinggi besar bagaikan kesatria, sampai-sampai ia sanggup naik ke atas kuda hanya dengan berpegangan pada telinga kuda.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda: "Wahai Ibnul Khatthab, demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak engkau lalui." Dalam hadis lain, beliau bersabda: "Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari Umar." (HR at-Tirmidzi). (Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Umar bin Khattab Tak Biarkan Agama Lain Tumbuh di Jazirah Arab)



Ada satu kisah beliau yang sangat menyentuh hati. Kisah ini mengajarkan kita bagaimana menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana. Diceritakan dalam Buku "The Great of Two 'Umars" karya Fuad Abdurrahman, suatu hari khalifah Umar bin Khattab menyewa unta untuk membesuk sahabatnya.

Tanpa disadarinya sorban beliau tersangkut pohon dan terlepas. Ketika diberitahu sorbannya jatuh, Khalifah Umar bergegas turun dari untanya dan lari mengambil sorbannya, lalu cepat-cepat menaiki kembali untanya.

Sang pemilik unta berkata: "Kenapa engkau tidak putar saja untanya kembali ke belakang sedikit untuk mengambil sorbanmu wahai khalifah?"



Khalifah Umar berkata dengan tersenyum: "Sebab unta ini akadnya aku sewa untuk pergi dari rumahku menuju rumah sahabatku. Tidak ada perjanjian balik sebentar untuk keperluan lain."
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِى الۡـكِتٰبِ اَنۡ اِذَا سَمِعۡتُمۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَاُبِهَا فَلَا تَقۡعُدُوۡا مَعَهُمۡ حَتّٰى يَخُوۡضُوۡا فِىۡ حَدِيۡثٍ غَيۡرِهٖۤ‌ ‌ ۖ اِنَّكُمۡ اِذًا مِّثۡلُهُمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ‌‌‌الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡكٰفِرِيۡنَ فِىۡ جَهَـنَّمَ جَمِيۡعَا
Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam,

(QS. An-Nisa:140)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video