15 Ramadhan Tahun Ini Kiamat atau Tidak, Terpenting Siapkan Bekal
Minggu, 26 April 2020 - 02:32 WIB
loading...
A
A
A
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ
“(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman” (QS. Ad Dukhan: 12)
Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan: “Sebagian ulama mengatakan, maksud ayat ini, kaum Quraisy datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam kemudian mengatakan: jika Allah lenyapkan azab ini, kami akan masuk Islam. Kemudian ternyata mereka melanggar janji mereka. Qatadah mengatakan bahwa azab yang dimaksud dalam ayat ini adalah ad dukhan. Sebagian ulama mengatakan, maknanya adalah musibah kelaparan” (Tafsir Al Qurthubi).
Apakah wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat dunia menderita ini bagian dari dukhan?
Gus Miftah mengingatkan dalam kondisi seperti saat ini, banyak orang yang menderita karena wabah, hendaknya jangan membuat informasi yang menambah kecemasan. "Kiamat itu sudah pasti datang. Soal kapan, itu hanya Allah yang tahu," tegasnya.
Benar kata Gus Miftah. Sudah saatnyalah kita memperbanyak amal sebagai bekal jika hari akhir itu datang.
Pada saat manusia nanti menuju hari perhitungan, setelah anak Adam itu bangkit dari kuburnya masing-masing, segala hal perlu disiapkan sebagai bekal.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Tuhan-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan, dan apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya” (HR. at-Tirmidzi No. 2416)
“(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman” (QS. Ad Dukhan: 12)
Al Qurthubi rahimahullah menjelaskan: “Sebagian ulama mengatakan, maksud ayat ini, kaum Quraisy datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam kemudian mengatakan: jika Allah lenyapkan azab ini, kami akan masuk Islam. Kemudian ternyata mereka melanggar janji mereka. Qatadah mengatakan bahwa azab yang dimaksud dalam ayat ini adalah ad dukhan. Sebagian ulama mengatakan, maknanya adalah musibah kelaparan” (Tafsir Al Qurthubi).
Apakah wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat dunia menderita ini bagian dari dukhan?
Gus Miftah mengingatkan dalam kondisi seperti saat ini, banyak orang yang menderita karena wabah, hendaknya jangan membuat informasi yang menambah kecemasan. "Kiamat itu sudah pasti datang. Soal kapan, itu hanya Allah yang tahu," tegasnya.
Benar kata Gus Miftah. Sudah saatnyalah kita memperbanyak amal sebagai bekal jika hari akhir itu datang.
Pada saat manusia nanti menuju hari perhitungan, setelah anak Adam itu bangkit dari kuburnya masing-masing, segala hal perlu disiapkan sebagai bekal.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Tuhan-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan, dan apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya” (HR. at-Tirmidzi No. 2416)
(mhy)
Lihat Juga :