Sejarah Tradisi Yasinan di Indonesia
Kamis, 16 Juni 2022 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
Di kalangan masyarakat muslim ada tradisi, ketika ada yang meninggal dunia, maka pihak keluarga mengadakan selamatan 7 hari, yang dihadiri para tetangga, kerabat dan handai taulan dengan ritual membaca tahlilan yang pahalanya dihadiahkan kepada orang yang meninggal itu.
Selamatan ini dilakukan pula pada Hari ke-40, 100 dan 1000 harinya. Lalu diadakan setiap tahunnya yang diistilahkan dengan Haul.
Sebelum Islam masuk ke Indonesia, telah ada kepercayaan yang dianut sebagian besar masyarakat seperti adalah animisme dan dinamisme. Di antaranya, meyakini bahwa arwah yang telah dicabut dari jasadnya akan gentayangan di sekitar rumah selama tujuh hari. Kemudian akan meninggalkan tempat tersebut dan akan kembali pada hari ke-40, hari ke-100 dan hari ke-1000 nya sehingga masyarakat saat itu ketakutan akan gangguan arwah dan membacakan mantra-mantra sesuai keyakinan mereka.
Setelah Islam masuk dibawa oleh ulama yang berdagang ke tanah air ini, mereka memandang kebiasaan itu telah menyelisihi syariat. Lalu perlahan mereka menggantinya dengan memasukkan kalimat-kalimat thoyibah (baik/bagus) sebagai pengganti mantra-mantra yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam.
Yasinan diduga kuat berasal dari para Wali ketika mereka berusaha menyebarkan Islam di daerah-daerah yang masih menganut paham Hindu maupun animisme. Mereka menyusupkan ajaran-ajaran Islam di tengah tradisi dan kebiasaan masyarakat yang waktu itu masih sangat kuat mengakar.
Hal yang sama pernah dilakukan Sunan Kali Jaga melalui wayangnya. Sunan Gunung Jati melalui syair lagunya dan seterusnya. Jadi pada intinya Yasinan dan Tahlilan merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu dan sampai sekarang sudah menjadi tradisi dan terus dijalankan masyarakat muslim di Indonesia.
Keutamaan Surat Yasin
Dalam banyak riwayat, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ
Artinya: "Barangsiapa membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridoan Allah, ia akan diampuni (dosanya)." (HR At Thobroni/145, 418; Al-Baihaqi/2360, 2361 dari Abu Hurairoh; Ad Darimi/3478 dari Hasan, Dishahihkan oleh Ibnu Hibban/2626)
Dalam riwayat lain disebutkan dari Maqol bin Yasar, bahwa Nabi bersabda: "Bacalah untuk orang mati di antara kamu, Surat Yasin." (Hadis Sahih Riwayat Ibnu Hibban/3064, juga diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, An-Nasai, Al-Hakim, Ath-thobroni, Al-Baihaqi)
Selamatan ini dilakukan pula pada Hari ke-40, 100 dan 1000 harinya. Lalu diadakan setiap tahunnya yang diistilahkan dengan Haul.
Sebelum Islam masuk ke Indonesia, telah ada kepercayaan yang dianut sebagian besar masyarakat seperti adalah animisme dan dinamisme. Di antaranya, meyakini bahwa arwah yang telah dicabut dari jasadnya akan gentayangan di sekitar rumah selama tujuh hari. Kemudian akan meninggalkan tempat tersebut dan akan kembali pada hari ke-40, hari ke-100 dan hari ke-1000 nya sehingga masyarakat saat itu ketakutan akan gangguan arwah dan membacakan mantra-mantra sesuai keyakinan mereka.
Setelah Islam masuk dibawa oleh ulama yang berdagang ke tanah air ini, mereka memandang kebiasaan itu telah menyelisihi syariat. Lalu perlahan mereka menggantinya dengan memasukkan kalimat-kalimat thoyibah (baik/bagus) sebagai pengganti mantra-mantra yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam.
Yasinan diduga kuat berasal dari para Wali ketika mereka berusaha menyebarkan Islam di daerah-daerah yang masih menganut paham Hindu maupun animisme. Mereka menyusupkan ajaran-ajaran Islam di tengah tradisi dan kebiasaan masyarakat yang waktu itu masih sangat kuat mengakar.
Hal yang sama pernah dilakukan Sunan Kali Jaga melalui wayangnya. Sunan Gunung Jati melalui syair lagunya dan seterusnya. Jadi pada intinya Yasinan dan Tahlilan merupakan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu dan sampai sekarang sudah menjadi tradisi dan terus dijalankan masyarakat muslim di Indonesia.
Keutamaan Surat Yasin
Dalam banyak riwayat, Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ
Artinya: "Barangsiapa membaca (surat) Yasin pada malam hari dengan mengharap keridoan Allah, ia akan diampuni (dosanya)." (HR At Thobroni/145, 418; Al-Baihaqi/2360, 2361 dari Abu Hurairoh; Ad Darimi/3478 dari Hasan, Dishahihkan oleh Ibnu Hibban/2626)
Dalam riwayat lain disebutkan dari Maqol bin Yasar, bahwa Nabi bersabda: "Bacalah untuk orang mati di antara kamu, Surat Yasin." (Hadis Sahih Riwayat Ibnu Hibban/3064, juga diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, An-Nasai, Al-Hakim, Ath-thobroni, Al-Baihaqi)
Lihat Juga :