Dahsyatnya Karomah Al-'Ala Al-Hadhrami Bisa Berjalan di Atas Laut
Rabu, 24 Juni 2020 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Pasukannya menjawab: "Kami akan melakukannya, kami tidak akan takut. Demi Allah, kami telah berhasil menaklukkan padang sahara tadi maka kami yakin Allah akan menolong kami untuk menaklukkan lautan itu".
'Ala Al-Hadhrami dan pasukannya melanjutkan perjalanan, sampai tiba di tepi laut. Mereka melintasi laut itu dengan naik kuda, beserta binatang angkutan, sekawanan unta, bagal, dan ada pula yang berjalan kaki. 'Ala Al-Hadhrami memanjatkan doa: "Wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara Yang Pengasih, Yang Maha Mulia, Yang Maha Bijaksana, tempat berlindung, Yang Maha Hidup, Yang menghidupkan yang mati, Yang Maha hidup lagi Maha menegakkan, dada Tuhan selain Engkau, wahai Tuhan kami".
Ajaibnya, mereka dapat melintasi laut itu dengan izin Allah seperti berjalan di atas pasir, dan airnya hanya setinggi tapak kaki kuda. Laut itu biasanya ditempuh selama sehari semalam dengan naik kapal. Pasukan muslimin sampai ke daratan. Mereka tidak membiarkan satu orang musyrik pun lolos, menawan anak-anak, dan mengambil harta rampasan perang.
Saat itu, pasukan berkuda kaum muslimin berjumlah 6.000 orang dan yang berjalan kaki 2.000 orang. Selesai perang, mereka pulang dengan menyeberangi laut seperti sebelumnya.
Seorang Rahib Memeluk Islam
'Ala Al-Hadhrami dan pasukannya pulang dari daratan itu kecuali orang-orang yang ingin tinggal di sana. Di Hijr, ada seorang rahib yang masuk Islam. Rahib itu ditanya, "Apa yang mendorongmu untuk masuk Islam?" Ia menjawab, "Ada tiga keajaiban pasukan muslimin yang telah aku saksikan, yakni munculnya banyak air di padang yang gersang, terbukanya jalan di lautan, dan doa mereka yang kudengar di udara seperti sihir. Setelah menyaksikannya, aku takut Allah akan memperburuk keadaanku bila aku tidak masuk Islam".
Orang-orang bertanya, "Doa apa itu?" Ia menjawab, "Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, tiddatuhan selain Engkau, Yang Menciptakan scgala sesuatu yang sebelumnya tidak ada, Yang Maha Kekal dan tidak pernah lengah, Yang Maha Hidup dan tidak akan mati, Yang menciptakan sesuatu yang terlihat dan tak terlihat. Setiap hari ada karena kehendak-Mu. Ya Allah yang mengetahui segala sesuatu tanpa belajar. Aku yakin kekalahan kaum kafir adalah kehendak dan perintah Allah". Sahabat-sahabat Rasulullah SAW mendengarkan doa yang diungkapkan seorang rahib dari Hijr itu.
Demikian kisah karamah sahabat Nabi bernama 'Ala Al-Hadhrami radiyallahu 'anhu yang menakjubkan. Adapun karamah yang dimilikinya merupakan keistimewaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang dicintai-Nya. Semoga Allah meridhai sahabat 'Ala Al-Hadhrami dan mengumpulkannya bersama Rasulullah SAW . (Baca Juga: 5 Karomah Sayyidina Ali bin Abi Thalib )
Wallahu Ta'ala A'lam
'Ala Al-Hadhrami dan pasukannya melanjutkan perjalanan, sampai tiba di tepi laut. Mereka melintasi laut itu dengan naik kuda, beserta binatang angkutan, sekawanan unta, bagal, dan ada pula yang berjalan kaki. 'Ala Al-Hadhrami memanjatkan doa: "Wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara Yang Pengasih, Yang Maha Mulia, Yang Maha Bijaksana, tempat berlindung, Yang Maha Hidup, Yang menghidupkan yang mati, Yang Maha hidup lagi Maha menegakkan, dada Tuhan selain Engkau, wahai Tuhan kami".
Ajaibnya, mereka dapat melintasi laut itu dengan izin Allah seperti berjalan di atas pasir, dan airnya hanya setinggi tapak kaki kuda. Laut itu biasanya ditempuh selama sehari semalam dengan naik kapal. Pasukan muslimin sampai ke daratan. Mereka tidak membiarkan satu orang musyrik pun lolos, menawan anak-anak, dan mengambil harta rampasan perang.
Saat itu, pasukan berkuda kaum muslimin berjumlah 6.000 orang dan yang berjalan kaki 2.000 orang. Selesai perang, mereka pulang dengan menyeberangi laut seperti sebelumnya.
Seorang Rahib Memeluk Islam
'Ala Al-Hadhrami dan pasukannya pulang dari daratan itu kecuali orang-orang yang ingin tinggal di sana. Di Hijr, ada seorang rahib yang masuk Islam. Rahib itu ditanya, "Apa yang mendorongmu untuk masuk Islam?" Ia menjawab, "Ada tiga keajaiban pasukan muslimin yang telah aku saksikan, yakni munculnya banyak air di padang yang gersang, terbukanya jalan di lautan, dan doa mereka yang kudengar di udara seperti sihir. Setelah menyaksikannya, aku takut Allah akan memperburuk keadaanku bila aku tidak masuk Islam".
Orang-orang bertanya, "Doa apa itu?" Ia menjawab, "Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, tiddatuhan selain Engkau, Yang Menciptakan scgala sesuatu yang sebelumnya tidak ada, Yang Maha Kekal dan tidak pernah lengah, Yang Maha Hidup dan tidak akan mati, Yang menciptakan sesuatu yang terlihat dan tak terlihat. Setiap hari ada karena kehendak-Mu. Ya Allah yang mengetahui segala sesuatu tanpa belajar. Aku yakin kekalahan kaum kafir adalah kehendak dan perintah Allah". Sahabat-sahabat Rasulullah SAW mendengarkan doa yang diungkapkan seorang rahib dari Hijr itu.
Demikian kisah karamah sahabat Nabi bernama 'Ala Al-Hadhrami radiyallahu 'anhu yang menakjubkan. Adapun karamah yang dimilikinya merupakan keistimewaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang dicintai-Nya. Semoga Allah meridhai sahabat 'Ala Al-Hadhrami dan mengumpulkannya bersama Rasulullah SAW . (Baca Juga: 5 Karomah Sayyidina Ali bin Abi Thalib )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :