Bukti-Bukti Keesaan Tuhan Menurut Quraish Shihab
Jum'at, 24 Juni 2022 - 12:04 WIB
loading...
A
A
A
M Quraish Shihab mengatakan mata hati jauh lebih tajam dan dapat lebih meyakinkan daripada pandangan mata. Bukankah mata sering menipu kita? Kayu yang lurus terlihat bengkok di dalam sungai, bintang yang besar terlihat kecil dari kejauhan.
Dalam kaitan dengan argumen-argumen dan bukti-bukti logika, kata M Quraish Shihab, kita dapat menyatakan bahwa tidak ada satu argumen yang dikemukakan oleh para filosof tentang Wujud dan Keesaan Tuhan yang tidak dikemukakan Al-Qur'an.
Hanya bedanya bahwa kalimat-kalimat yang digunakan Al-Qur'an sedemikian sederhana dan mudah ditangkap, berbeda dengan para filosof yang seringkali berbelit-belit.
M Quraish Shihab menjelaskan, dahulu dikenal apa yang dinamai bukti ontologi, kosmologi, dan teleologi. Bukti ontologi menggambarkan bahwa kita mempunyai ide tentang Tuhan, dan tidak dapat membayangkan adanya sesuatu yang lebih berkuasa dan-Nya. Bukti kosmologi berdasar pada ide "sebab dan akibat" yakni, tidak mungkin terjadi sesuatu tanpa ada penyebabnya, dan penyebab terakhir pastilah Tuhan.
Bukti teleologi, berdasar pada keseragaman dan keserasian alam, yang tidak dapat terjadi tanpa ada satu kekuatan yang mengatur keserasian itu
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid
Kini para filosof memperkenalkan bukti-bukti baru, seperti pengalaman moral. Pengalaman moral merupakan tanda tentang adanya yang riil; pengalaman ini tidak akan berarti tanpa adanya susunan moral yang objektif, dan ini pada gilirannya tidak akan berarti tanpa adanya satu Zat Yang Mahatinggi, Tuhan Yang Mahakuasa.
Bukti lain adalah pengalaman keagamaan yang dialami oleh kebanyakan manusia yang tidak diragukan kejujurannya, dan yang intinya mengandung informasi yang sama.
M Quraish Shihab mengatakan bukti-bukti yang dipaparkan tersebut, dikemukakan oleh Al-Qur'an dengan berbagai cara, baik tersurat maupun tersirat.
Baca juga: Uniknya Islam: Mengajarkan Tauhid Namun Merangkul Keberagaman
Dalam kaitan dengan argumen-argumen dan bukti-bukti logika, kata M Quraish Shihab, kita dapat menyatakan bahwa tidak ada satu argumen yang dikemukakan oleh para filosof tentang Wujud dan Keesaan Tuhan yang tidak dikemukakan Al-Qur'an.
Hanya bedanya bahwa kalimat-kalimat yang digunakan Al-Qur'an sedemikian sederhana dan mudah ditangkap, berbeda dengan para filosof yang seringkali berbelit-belit.
M Quraish Shihab menjelaskan, dahulu dikenal apa yang dinamai bukti ontologi, kosmologi, dan teleologi. Bukti ontologi menggambarkan bahwa kita mempunyai ide tentang Tuhan, dan tidak dapat membayangkan adanya sesuatu yang lebih berkuasa dan-Nya. Bukti kosmologi berdasar pada ide "sebab dan akibat" yakni, tidak mungkin terjadi sesuatu tanpa ada penyebabnya, dan penyebab terakhir pastilah Tuhan.
Bukti teleologi, berdasar pada keseragaman dan keserasian alam, yang tidak dapat terjadi tanpa ada satu kekuatan yang mengatur keserasian itu
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid
Kini para filosof memperkenalkan bukti-bukti baru, seperti pengalaman moral. Pengalaman moral merupakan tanda tentang adanya yang riil; pengalaman ini tidak akan berarti tanpa adanya susunan moral yang objektif, dan ini pada gilirannya tidak akan berarti tanpa adanya satu Zat Yang Mahatinggi, Tuhan Yang Mahakuasa.
Bukti lain adalah pengalaman keagamaan yang dialami oleh kebanyakan manusia yang tidak diragukan kejujurannya, dan yang intinya mengandung informasi yang sama.
M Quraish Shihab mengatakan bukti-bukti yang dipaparkan tersebut, dikemukakan oleh Al-Qur'an dengan berbagai cara, baik tersurat maupun tersirat.
Baca juga: Uniknya Islam: Mengajarkan Tauhid Namun Merangkul Keberagaman
(mhy)
Lihat Juga :