2 Hadis Dhaif tentang Kurban Menurut Al-Albani
Sabtu, 02 Juli 2022 - 16:45 WIB
loading...
Sedikitnya ada 2 hadis terkait kurban yang dinilai al-Albani sebagai hadis dhaif. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan AM Basamalah menjadi "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'" menyebut 2 hadis dhaif atau lemah tentang ibadah kurban .
Hadis pertama berbunyi: "Sebagus-bagus binatang kurban adalah domba yang muda."
"Hadis ini dha'if," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi II/555, oleh Baihaqi IX/271, dan oleh Imam Ahmad II/444 dari sanad Usman bin Waqid, dari Kadam bin Abdur Rahman dari Abi Kabasi. Tirmidzi berkata bahwa hadis ini gharib (asing). Maksudnya, dha'if.
Baca juga: 3 Hadis Dhaif tentang Negeri Syam dan Perempuan Cantik
Kelemahan hadis tersebut juga dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathhul Bari X/12 dengan berkata bahwa hadis tersebut lemah sanadnya. Bahkan oleh Ibnu Hazem dalam al-Muhalla VII/365 dinyatakan bahwa Utsman bin Waqid dan Kadam bin Abdur Rahman adalah majhul.
Imam Bukhari berkata bahwa selain Utsman bin Waqid ada yang meriwayatkan hadis senada secara mauquf sanadnya sampai kepada Abu Harairah ra.
Lafazhnya menyatakan (artinya), "Telah datang Jibril kepadaku pada hari raya Qurban. Maka kutanyakan kepadanya, 'Bagaimana engkau lihat peribadatan kami?'
Jibril menjawab, 'Sungguh sangat menggembirakan Ahlus-Sama' (para malaikat). Dan ketahuilah wahai Muhammad, bahwasanya domba jantan itu lebih baik daripada unta betina ataupun lembu. Kalau saja diketahui Allah ada yang lebih baik daripadanya (domba jantan lagi muda) pastilah Ibrahim akan berkurban dengannya.'"
Kemudian ia menyatakan bahwa dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Ibrahim al-Hunaini. Menurut Imam Baihaqi, orang ini meriwayatkan secara tunggal dan dha'if. Bahkan oleh para pakar hadis telah disepakati lemahnya.
Baca juga: 3 Hadis Masyhur tapi Dhaif dan Maudhu Menurut Syaikh Al-Albani
Hadis pertama berbunyi: "Sebagus-bagus binatang kurban adalah domba yang muda."
"Hadis ini dha'if," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi II/555, oleh Baihaqi IX/271, dan oleh Imam Ahmad II/444 dari sanad Usman bin Waqid, dari Kadam bin Abdur Rahman dari Abi Kabasi. Tirmidzi berkata bahwa hadis ini gharib (asing). Maksudnya, dha'if.
Baca juga: 3 Hadis Dhaif tentang Negeri Syam dan Perempuan Cantik
Kelemahan hadis tersebut juga dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathhul Bari X/12 dengan berkata bahwa hadis tersebut lemah sanadnya. Bahkan oleh Ibnu Hazem dalam al-Muhalla VII/365 dinyatakan bahwa Utsman bin Waqid dan Kadam bin Abdur Rahman adalah majhul.
Imam Bukhari berkata bahwa selain Utsman bin Waqid ada yang meriwayatkan hadis senada secara mauquf sanadnya sampai kepada Abu Harairah ra.
Lafazhnya menyatakan (artinya), "Telah datang Jibril kepadaku pada hari raya Qurban. Maka kutanyakan kepadanya, 'Bagaimana engkau lihat peribadatan kami?'
Jibril menjawab, 'Sungguh sangat menggembirakan Ahlus-Sama' (para malaikat). Dan ketahuilah wahai Muhammad, bahwasanya domba jantan itu lebih baik daripada unta betina ataupun lembu. Kalau saja diketahui Allah ada yang lebih baik daripadanya (domba jantan lagi muda) pastilah Ibrahim akan berkurban dengannya.'"
Kemudian ia menyatakan bahwa dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Ibrahim al-Hunaini. Menurut Imam Baihaqi, orang ini meriwayatkan secara tunggal dan dha'if. Bahkan oleh para pakar hadis telah disepakati lemahnya.
Baca juga: 3 Hadis Masyhur tapi Dhaif dan Maudhu Menurut Syaikh Al-Albani
Lihat Juga :