Hukum Berdoa dalam Hati Sesuai Riwayat dan Hadis

Rabu, 05 Februari 2025 - 09:12 WIB
loading...
Hukum Berdoa dalam Hati...
Doa dengan hati dan lisan ini jugalah yang dilakukan oleh para Nabi, Rasul dan para wali Allah, sebagaimana yang terdapat dalam Al Quran. Foto ilustrasi/ist
A A A
Hukum berdoa dalam hati ini perlu diketahui oleh setiap muslim, supaya kedepannya lebih mengetahui dan memahami hukum-hukum dalam Islam sesuai dengan ketentuan dan riwayat.

Pada dasarnya berbicara dalam hati bukanlah sesuatu yang dilarang atau mendapatkan pahala maupun dosa. Selama hal tersebut tidak diucapkan atau dilakukan.

"Sesungguhnya Allah memaafkan apa yang terlintas dalam batin umatku selama belum diucapkan atau belum dilakukan." (Muttafaq ‘Alaihi).

Namun jika begitu, apakah doa dalam hati tidak termasuk pahala? Pada dasarnya doa dalam hati yang dibolehkan dalam Islam adalah dengan menggerakkan bibir dengan suara yang lirih dan tidak lantang.

Sehingga doa dalam hati sesuai dengan riwayat ini adalah dengan menggerakkan bibir dan bersuara lirih, bukannya diam sembari mengucapkan dalam hati. Hal ini sama halnya seperti ketika seseorang menjadi makmum salat yang harus tetap membaca bacaan namun dengan suara lirih.

Hukum tersebut juga sama diterapkan ketika seseorang sedang membaca Al Qur'an.

“Dalam membaca Al Quran seorang harus menggerakkan lidah dan kedua bibirnya. Tanpa melakukan itu maka tidak teranggap sebagai bacaan, namun terhitung sebagai tadabbur atau tafakkur. Oleh karenanya seorang yg sedang junub tidak dilarang membaca Al Quran dalam hatinya atau orang yang sedang buang hajat tdk dilarang utk berzikir dalam hati.”

Namun ada juga ulama yang berpendapat jika doa di dalam hati itu boleh. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan.

فإن أصل الدعاء من القلب، واللسان تابع للقلب، ومن جعل همته في الدعاء تقويم لسانه أضعف توجه قلبه، ولهذا يدعو المضطر بقلبه دعاء يفتح عليه لا يحضره قبل ذلك


Asalnya doa itu muncul dari hati. Adapun ucapan lisan adalah sebagai pengikut hati. Siapa yang menjadikan konsentrasinya saat berdoa pada pembenahan lisan saja, maka akan melemah munajat hatinya. Oleh karena itu seorang yang berada dalam kondisi genting, berdoa dengan hatinya. Sebuah doa yang membuka pintu kesulitan yang ia alami, yang sebelumnya tidak pernah terbetik dalam benaknya. (Majmu’ Al Fatawa 2/287).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Tak Disangka! 2 Salat...
Tak Disangka! 2 Salat Ini Pahalanya Seperti Ibadah Haji
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Rekomendasi
Badai Tropis Humberto...
Badai Tropis Humberto Terbentuk di Atlantik Ancam Kepulauan Azores
Serangan Ubur-ubur Paksa...
Serangan Ubur-ubur Paksa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Prancis Ditutup
Gugusan Kota Kuno Terbesar...
Gugusan Kota Kuno Terbesar di Amazon Ditemukan
Artikel Terkini
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved