Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi
Minggu, 03 Juli 2022 - 18:50 WIB
loading...
A
A
A
"Menurut saya, sanad ini sangat lemah," katanya.
Baca juga: 3 Hadis Palsu tentang Haji dan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW
Kelemahannya terletak pada 3 hal, yaitu:
1. 'An 'anah (maksudnya yang sanadnya dengan menggunakan kata 'an Fulan, 'an Fulan dan seterusnya). Hasan Basri, terbukti telah dengan sengaja pernah mencampur-aduk riwayat.
2. Kemajhulan perawi Muhammad bin Khalid seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya at-Taqrib.
3. Perselisihan dan perbedaan sanadnya. Al-Baihaqi berkata, "Al-Hafizh Abu Abdullah menyatakan bahwa Muhammad bin Khalid adalah majhul, tidak dikenal di kalangan pakar hadis."
Adz-Dzahabi berkata, "Riwayat ini munkar sambil mengutarakan hadis serupa dengan sanad dari Ibnu Abi Ayyasyi dari Hasan secara mursal (terhenti sanadnya sampai kepada tabiin atau sahabat; penj.)."
Ringkasnya, hadis-hadis yang menyatakan akan munculnya al-Mahdi di akhir zaman nanti adalah sahih. Diriwayatkan oleh seluruh ashabus sunan dan sahihain.
Hadis dha'if yang oleh ash-Shaghani dan Asy Syaukani bahkan dinyatakan maudhu' ini adalah riwayat yang dijadikan landasan dalil bagi firqah Ahmadiyah dalam usahanya menguatkan anggapan mereka (para pengikutnya) bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi. Kemudian ia mendakwa sebagai Isa, atas dasar hadis tersebut tadi.
Dakwaan Mirza ini telah banyak menggoyahkan iman kaum dhuafa' yang pengetahuan agamanya sangat minim. Dan seperti biasa, para penyeru ajakan yang batil selalu hanya diikuti oleh orang-orang yang lemah imannya dan sangat minim pengetahuan agamanya. Wallahul musta'an.
Baca juga: 3 Hadis Masyhur tapi Dhaif dan Maudhu Menurut Syaikh Al-Albani
Selanjutnya hadis maudhu berbunyi: "Al-Mahdi adalah anak dari keturunan al-Abbas pamanku."
Menurut Al-Albani, hadis ini maudhu'. Telah diriwayatkan oleh Daru Quthni dalam kitab al-Afrad. Ia berkata, "Riwayat ini dengan sanad tunggal Muhammad bin al-Walid. Karena itu, merupakan riwayat yang gharib (asing)."
"Menurut saya, ia itu termasuk sederetan perawi yang tertuduh. Bahkan Ibnu Adi menyatakannya sebagai pemalsu (hadis)," kata al-Albani.
Sebagai bukti kepalsuannya, menurutnya, hadis tersebut telah menyalahi makna hadis sahih, di mana Rasulullah SAW bersabda, "Al-Mandi adalah keturunan dari anak Fatimah." (HR Abu Daud, 11/207, Ibnu Majah, II/ 519, al-Hakim, IV/557, dari sanad Ziyad bin Bayan, dan seterusnya yang semuanya tsiqah).
Baca juga: 3 Hadis Palsu tentang Haji dan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW
Kelemahannya terletak pada 3 hal, yaitu:
1. 'An 'anah (maksudnya yang sanadnya dengan menggunakan kata 'an Fulan, 'an Fulan dan seterusnya). Hasan Basri, terbukti telah dengan sengaja pernah mencampur-aduk riwayat.
2. Kemajhulan perawi Muhammad bin Khalid seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya at-Taqrib.
3. Perselisihan dan perbedaan sanadnya. Al-Baihaqi berkata, "Al-Hafizh Abu Abdullah menyatakan bahwa Muhammad bin Khalid adalah majhul, tidak dikenal di kalangan pakar hadis."
Adz-Dzahabi berkata, "Riwayat ini munkar sambil mengutarakan hadis serupa dengan sanad dari Ibnu Abi Ayyasyi dari Hasan secara mursal (terhenti sanadnya sampai kepada tabiin atau sahabat; penj.)."
Ringkasnya, hadis-hadis yang menyatakan akan munculnya al-Mahdi di akhir zaman nanti adalah sahih. Diriwayatkan oleh seluruh ashabus sunan dan sahihain.
Hadis dha'if yang oleh ash-Shaghani dan Asy Syaukani bahkan dinyatakan maudhu' ini adalah riwayat yang dijadikan landasan dalil bagi firqah Ahmadiyah dalam usahanya menguatkan anggapan mereka (para pengikutnya) bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi. Kemudian ia mendakwa sebagai Isa, atas dasar hadis tersebut tadi.
Dakwaan Mirza ini telah banyak menggoyahkan iman kaum dhuafa' yang pengetahuan agamanya sangat minim. Dan seperti biasa, para penyeru ajakan yang batil selalu hanya diikuti oleh orang-orang yang lemah imannya dan sangat minim pengetahuan agamanya. Wallahul musta'an.
Baca juga: 3 Hadis Masyhur tapi Dhaif dan Maudhu Menurut Syaikh Al-Albani
Selanjutnya hadis maudhu berbunyi: "Al-Mahdi adalah anak dari keturunan al-Abbas pamanku."
Menurut Al-Albani, hadis ini maudhu'. Telah diriwayatkan oleh Daru Quthni dalam kitab al-Afrad. Ia berkata, "Riwayat ini dengan sanad tunggal Muhammad bin al-Walid. Karena itu, merupakan riwayat yang gharib (asing)."
"Menurut saya, ia itu termasuk sederetan perawi yang tertuduh. Bahkan Ibnu Adi menyatakannya sebagai pemalsu (hadis)," kata al-Albani.
Sebagai bukti kepalsuannya, menurutnya, hadis tersebut telah menyalahi makna hadis sahih, di mana Rasulullah SAW bersabda, "Al-Mandi adalah keturunan dari anak Fatimah." (HR Abu Daud, 11/207, Ibnu Majah, II/ 519, al-Hakim, IV/557, dari sanad Ziyad bin Bayan, dan seterusnya yang semuanya tsiqah).
Lihat Juga :