3 Hadis Palsu tentang Haji dan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW

Senin, 27 Juni 2022 - 05:15 WIB
loading...
3 Hadis Palsu tentang...
Syaikh Al-Albani menyebut setidaknya ada 3 hadis palsu tentang haji dan ziarah kubur. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani menyampaikan banyak hadis palsu termasuk hadis tentang haji dan ziarah ke makam Rasulullah SAW . Salah satu hadis tersebut adalah kalimat yang berbunyi:

"Barangsiapa menunaikan ibadah haji tetapi tidak menziarahi kuburku berarti ia telah menjauhiku."

"Ini hadis maudhu'," ujar Syaikh Al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan AM Basamalah menjadi "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'"..

Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani

Hal yang sama juga telah ditegaskan oleh adz-Dzahabi dalam kitab al-Mizan III/237, juga oleh ash-Shaghani dalam kitab al-Ahadits al-Maudhu'iyyah halaman 46.

Al-Albani menjelaskan yang menunjukkan bahwa riwayat tersebut maudhu' adalah bahwa menjauhi dan menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW adalah dosa besar. "Kalau tidak, termasuk kafir," katanya.

Dengan demikian, berarti makna hadis tersebut siapa saja yang dengan sengaja meninggalkan atau tidak pergi berziarah ke makam Rasulullah SAW, berarti telah melakukan perbuatan dosa besar.

Itu berarti pula ziarah adalah wajib seperti ibadah haji. "Barangkali tidak seorang pun kaum mukmin yang berpendapat demikian. Sekalipun ziarah ke makam Rasulullah suatu amalan yang baik, hal itu tidak lebih dari amalan yang mustahab," ujarnya

Menurut Al-Albani inilah pendapat jumhur ulama. "Lalu bagaimana mungkin orang yang meninggalkannya dinyatakan sebagai orang yang menyimpang dan menjauhi Rasulullah SAW?" katanya.

Baca juga: Kisah Penebar Hadis Palsu di Zaman Imam Ahmad bin Hanbal

Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani juga menyebut sebuah hadis palsu yang berbunyi:

"Barangsiapa menunaikan ibadah haji kemudian menziarahi kuburku sepeninggalku, ia seperti menziarahiku ketika aku masih hidup."

"Ini juga hadis maudhu," katanya. Ath-Thabrani telah meriwayatkan dalam al-Mu'amul-Kabir II/203 juga ad-Daru Quthni dalam Sunan halaman 279 dan Imam Baihaqi V/246 dan semuanya dari sanad Hafsh bin Sulaiman dari Laits bin Abi Sulaim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
10 Contoh Hadis Dhaif...
10 Contoh Hadis Dhaif yang Banyak Beredar di Masyarakat
Bolehkah Menggunakan...
Bolehkah Menggunakan Hadis Dhaif, Maudhu dan Mengamalkannya?
Hadis Dhaif tentang...
Hadis Dhaif tentang Pembatalan Haji untuk Umrah
4 Hadis Palsu yang Banyak...
4 Hadis Palsu yang Banyak Beredar Seputar Ramadan
Syaikh Al-Utsaimin:...
Syaikh Al-Utsaimin: Puasa Khusus pada Pertengahan Syaban Bukan Amalan Sunah
Hadis Batil: Salat 4...
Hadis Batil: Salat 4 Rakaat Sebelum dan Sesudah Jumat
Rekomendasi
Pria Ini Pencipta Bom...
Pria Ini Pencipta Bom Hidrogen Pertama di Dunia, tapi Dirahasiakan Hampir 50 Tahun
Ombak Setinggi 6 Meter...
Ombak Setinggi 6 Meter Diprediksi Akan Menggulung Perairan Bali
Tertua di Dunia, Seni...
Tertua di Dunia, Seni Lukis Sulawesi Diklaim Dibuat oleh Nenek Moyang Manusia
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
3 Negara Muslim Ikut...
3 Negara Muslim Ikut Halau Serangan Rudal Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved