Inilah 3 Kunci Kebahagiaan Hidup Dalam Islam
Senin, 04 Juli 2022 - 18:55 WIB
loading...
Dalam Islam, ada tiga kunci kebahagiaan hidup yakni selalu bersyukur, bersabar dan beristighfar. Bila setiap muslim mengamalkan tiga kunci ini, maka Allah Taala akan memberikan kebahagiaan luar biasa dalam hidupnya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam Islam, ada tiga kunci kebahagiaan hidup yakni selalu bersyukur, bersabar dan beristighfar. Bila setiap muslim mengamalkan tiga kunci ini, maka Allah Subhanahu wa ta'ala akan memberikan kebahagiaan luar biasa dalam hidupnya.
Dalam bukunya yang sangat masyhur yang berjudul "Qawaidul Arba (4 kaidah penting dalam memahami kesyirikan)', Imam Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi mengatakan, "Semoga Allah menjadikan anda termasuk di antara orang yang apabila dia diberi dia bersyukur, apabila diuji, dia bersabar, dan apabila melakukan dosa, dia beristighfar. Karena tiga hal ini merupakan tanda kebahagiaan.”
Baca juga: 6 Golongan Orang yang Bahagia dalam Pandangan Al-Qur'an Surat Al Mu'minun
Imam Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi kemudian menjelaskan tiga kunci kebahagiaan hidup tersebut sebagai berikut:
1. Bersyukur ketika mendapat nikmat
Dengan sikap ini, orang akan tetap mendapatkan tambahan nikmat dan keberkahannya. Sebagaimana janji Allah ta’ala, dalam firman-Nya:
"Jika kalian bersyukur maka sungguh Aku akan tambahkan untuk kalian, dan jika kalian kufur, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
Hanya saja perlu kita ingat. Sikap ini tidaklah mudah. Kita baru bisa bersyukur, ketika kita merasa bahwa apa yang ada pada diri kita adalah pemberian Allah yang sudah sangat banyak. Dengan ini, kita tidak akan membandingkan kenikmatan yang ada pada diri kita dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang lebih ‘sukses’ dari pada kita. Inilah kunci yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :
Lihatlah kepada orang yang (nikmatnya) lebih bawah dari pada kalian. Jangan melihat kepada orang yang (nikmatnya) di atas kalian. Dengan ini, akan lebih memungkinkan, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah pada diri kalian.” (HR. Turmudzi).
Dalam bukunya yang sangat masyhur yang berjudul "Qawaidul Arba (4 kaidah penting dalam memahami kesyirikan)', Imam Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi mengatakan, "Semoga Allah menjadikan anda termasuk di antara orang yang apabila dia diberi dia bersyukur, apabila diuji, dia bersabar, dan apabila melakukan dosa, dia beristighfar. Karena tiga hal ini merupakan tanda kebahagiaan.”
Baca juga: 6 Golongan Orang yang Bahagia dalam Pandangan Al-Qur'an Surat Al Mu'minun
Imam Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi kemudian menjelaskan tiga kunci kebahagiaan hidup tersebut sebagai berikut:
1. Bersyukur ketika mendapat nikmat
Dengan sikap ini, orang akan tetap mendapatkan tambahan nikmat dan keberkahannya. Sebagaimana janji Allah ta’ala, dalam firman-Nya:
وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ
"Jika kalian bersyukur maka sungguh Aku akan tambahkan untuk kalian, dan jika kalian kufur, sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7)
Hanya saja perlu kita ingat. Sikap ini tidaklah mudah. Kita baru bisa bersyukur, ketika kita merasa bahwa apa yang ada pada diri kita adalah pemberian Allah yang sudah sangat banyak. Dengan ini, kita tidak akan membandingkan kenikmatan yang ada pada diri kita dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang yang lebih ‘sukses’ dari pada kita. Inilah kunci yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :
Lihatlah kepada orang yang (nikmatnya) lebih bawah dari pada kalian. Jangan melihat kepada orang yang (nikmatnya) di atas kalian. Dengan ini, akan lebih memungkinkan, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah pada diri kalian.” (HR. Turmudzi).
Lihat Juga :