6 Golongan Orang yang Bahagia dalam Pandangan Al-Qur'an Surat Al Mu'minun

loading...
6 Golongan Orang yang Bahagia dalam Pandangan Al-Quran Surat Al Muminun
Dalam Al-Quran Allah Subhanahu wa taala membagi orang bahagia menjadi enam macam seperti yang tersurat di dalam surat Al-Muminun ayat 1-9. Foto ilustrasi/ist
Definisi kebahagian setiap orang berbeda-beda, termasuk cara yang dilakukan untuk meriah kebahagiaannya tersebut. Hakikat kebahagiaan itu sendiri bersifat stabil dan berkepanjangan, berbeda dengan senang yang cepat berganti, singkat, dan sesaat.

Kitab suci Al-Qur’an menerangkan tentang kata bahagia yang terdiri dari berbagai macam definisi, misalnya, ‘sa’addah’ yang artinya kebahagiaan yang kekal. Atau, ‘falah’ maksudnya adalah mencapai kebahagiaan dengan menemukan apa yang dia cari.

Baca juga 7 Tanda Kebahagiaan di Dunia

Dikutip dari muhammadiyah.or.id, menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka Jakarta, Anisia Kumala, jika diperdalam lagi, dalam Kitabullah itu, maka Allah Subhanahu wa ta'ala membagi orang bahagia menjadi enam macam seperti yang tersurat di dalam surat Al-Mu’minun ayat 1-9:

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman .”

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ

“Yaitu, orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.”

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ

"Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna."

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ ۙ

"Dan orang yang menunaikan zakat."

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ

"Dan orang yang memelihara kemaluannya."

اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ

“Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.”

فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ

“Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ

“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.”

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘ

“Serta orang yang memelihara salatnya.”

Sehingga, dapat disimpulkan orang yang bahagia menurut Al-Qur'an yang diterangkan dalam Surat Al Mu'minun 1-9 ini adalah sebagai berikut:

1. Orang yang khusyuk dalam shalatnya
2. Orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.
3. Orang yang menunaikan zakat.
4. Orang yang menjaga kemaluannya.
5. Orang yang memelihara amanah dan janji yang dipikulnya.
6. Orang yang memelihara shalatnya

Seyogianya, tidak hanya papan jungkat-jangkit yang butuh keseimbangan agar bisa digunakan, melainkan dalam rangka meraih kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat pun mestinya juga tidak berat sebelah antara satu dengan yang lainnya. Sebab itulah, hakikat kebahagiaan sesungguhnya.

“Islam itu Islam ini mengajarkan keseimbangan. Orang itu diminta bahagia ketika di akhirat kekal, tapi juga harus ingat ketika di dunia ada nasib yang harus diperjuangkan juga. Kalau kita mengejar akhirat jangan lupa juga dunia. Jadi ini kuncinya,” pungkas Anisia.

Baca juga: Arwa binti Abdul Muthalib, Juru Dakwah Nabi SAW yang Kuat Argumentasinya

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
اِذۡ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيۡسَى ابۡنَ مَرۡيَمَ اذۡكُرۡ نِعۡمَتِىۡ عَلَيۡكَ وَعَلٰى وَالِدَتِكَ‌ ۘ اِذۡ اَيَّدْتُكَ بِرُوۡحِ الۡقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِىۡ الۡمَهۡدِ وَكَهۡلًا ‌ ۚوَاِذۡ عَلَّمۡتُكَ الۡـكِتٰبَ وَالۡحِكۡمَةَ وَالتَّوۡرٰٮةَ وَالۡاِنۡجِيۡلَ‌ ۚ وَاِذۡ تَخۡلُقُ مِنَ الطِّيۡنِ كَهَيْئَةِ الطَّيۡرِ بِاِذۡنِىۡ فَتَـنۡفُخُ فِيۡهَا فَتَكُوۡنُ طَيۡرًۢا بِاِذۡنِىۡ‌ وَ تُبۡرِئُ الۡاَكۡمَهَ وَالۡاَبۡرَصَ بِاِذۡنِىۡ‌ ۚ وَاِذۡ تُخۡرِجُ الۡمَوۡتٰى بِاِذۡنِىۡ‌ ۚ وَاِذۡ كَفَفۡتُ بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ عَنۡكَ اِذۡ جِئۡتَهُمۡ بِالۡبَيِّنٰتِ فَقَالَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡهُمۡ اِنۡ هٰذَاۤ اِلَّا سِحۡرٌ مُّبِيۡنٌ
Dan ingatlah ketika Allah berfirman, Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) Hikmah, Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

(QS. Al-Maidah Ayat 110)
cover bottom ayah
preload video