Kisah Umar bin Khattab Memulai Pembangunan Pagar Tembok Kakbah
Selasa, 05 Juli 2022 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Sejarah Pemugaran
Kakbah yang ada sekarang memang telah mengalami beberapa kali pemugaran. Sejarah telah mencatatkan beberapa pemugaran yang paling terkenal, di antaranya pembangunan oleh Nabi Ibrahim as yang dibantu putranya, Ismail as, dan pemugaran kaum Quraisy.
Dalam buku "Bekal Haji" karya Dr Firanda Andirja, Lc, MA, disebutkan para ahli sejarah memperkirakan bahwa bentuk Kakbah tatkala pertama kali dibangun oleh Ibrahim hanya berupa susunan batu tanpa ada semacam semen yang melengketkan batu-batu tersebut. Al-Hijr masuk dalam bangunan Kakbah. Kakbah tersebut tidak memiliki atap. Pintu Kakbah ada dua, yaitu pintu masuk dan pintu keluar.
Pada awalnya, Kakbah memiliki dua sudut saja, yaitu rukun yamaani dan rukun al-Hajar al-Aswad dan bentuknya kira-kira seperti huruf kapital "D".
Karena kondisi Kakbah yang demikian dan tanpa adanya dinding (semacam pagar) yang mengitari dan melindunginya, apabila terjadi hujan, Kakbah mudah sekali terhantam oleh banjir yang mengalir dari gunung-gunung sekitar Makkah.
Begitulah. Tatkala Nabi Muhammad berusia 35 tahun, terjadilah banjir hebat yang menghantam dinding-dinding Kakbah sehingga merusak pondasinya. Orang-orang Quraisy pun merenovasi Kakbah dengan membongkar total Kakbah.
Baca juga: Selain Abrahah, Berikut Upaya Penaklukan Mekkah dan Pemindahan Kakbah
Mereka menggantikan Kakbah dengan batu yang baru, kecuali batu Hajar Aswad. Sumber dana pembangunan Kakban ini dari penghasilan yang baik atau halal.
Kala itu, kaum Quraisy kekurangan biaya. Akibatnya, mereka tidak mampu membangun Kakbah secara sempurna. Nabi Muhammad SAW berkata:
لَوْلَا حَدَاثَةُ قَوْمِكِ بِالْكُفْرِ لَنَقَضْتُ الْكَعْبَةَ، ثُمَّ لَبَنَيْتُهُ عَلَى أَسَاسِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فإِنَّ قُرَيْشًااسْتَقْصَرَتْ بِنَاءَهُ
"Kalau bukan karena kaummu (wahai Aisyah) baru saja meninggalkan kekufuran, niscaya aku akan meruntuhkan Kakbah, lalu aku akan membangunnya kembali di atas fondasi Ibrahim as karena sesungguhnya kaum Quraisy kurang sempurna membangun Kakbahnya." (HR Bukhari dan Muslim)
Inilah sebab mengapa orang yang sedang melakukan tawaf tidak boleh masuk Hijr Isma'il. Padahal, Al-Hijr termasuk bagian dari Kakbah. Dan barangsiapa yang tawaf memasuki Hijr Isma'il berarti thawafnya tidak sah karena belum mengelilingi Kakbah secara sempurna.
Kakbah yang ada sekarang memang telah mengalami beberapa kali pemugaran. Sejarah telah mencatatkan beberapa pemugaran yang paling terkenal, di antaranya pembangunan oleh Nabi Ibrahim as yang dibantu putranya, Ismail as, dan pemugaran kaum Quraisy.
Dalam buku "Bekal Haji" karya Dr Firanda Andirja, Lc, MA, disebutkan para ahli sejarah memperkirakan bahwa bentuk Kakbah tatkala pertama kali dibangun oleh Ibrahim hanya berupa susunan batu tanpa ada semacam semen yang melengketkan batu-batu tersebut. Al-Hijr masuk dalam bangunan Kakbah. Kakbah tersebut tidak memiliki atap. Pintu Kakbah ada dua, yaitu pintu masuk dan pintu keluar.
Pada awalnya, Kakbah memiliki dua sudut saja, yaitu rukun yamaani dan rukun al-Hajar al-Aswad dan bentuknya kira-kira seperti huruf kapital "D".
Karena kondisi Kakbah yang demikian dan tanpa adanya dinding (semacam pagar) yang mengitari dan melindunginya, apabila terjadi hujan, Kakbah mudah sekali terhantam oleh banjir yang mengalir dari gunung-gunung sekitar Makkah.
Begitulah. Tatkala Nabi Muhammad berusia 35 tahun, terjadilah banjir hebat yang menghantam dinding-dinding Kakbah sehingga merusak pondasinya. Orang-orang Quraisy pun merenovasi Kakbah dengan membongkar total Kakbah.
Baca juga: Selain Abrahah, Berikut Upaya Penaklukan Mekkah dan Pemindahan Kakbah
Mereka menggantikan Kakbah dengan batu yang baru, kecuali batu Hajar Aswad. Sumber dana pembangunan Kakban ini dari penghasilan yang baik atau halal.
Kala itu, kaum Quraisy kekurangan biaya. Akibatnya, mereka tidak mampu membangun Kakbah secara sempurna. Nabi Muhammad SAW berkata:
لَوْلَا حَدَاثَةُ قَوْمِكِ بِالْكُفْرِ لَنَقَضْتُ الْكَعْبَةَ، ثُمَّ لَبَنَيْتُهُ عَلَى أَسَاسِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فإِنَّ قُرَيْشًااسْتَقْصَرَتْ بِنَاءَهُ
"Kalau bukan karena kaummu (wahai Aisyah) baru saja meninggalkan kekufuran, niscaya aku akan meruntuhkan Kakbah, lalu aku akan membangunnya kembali di atas fondasi Ibrahim as karena sesungguhnya kaum Quraisy kurang sempurna membangun Kakbahnya." (HR Bukhari dan Muslim)
Inilah sebab mengapa orang yang sedang melakukan tawaf tidak boleh masuk Hijr Isma'il. Padahal, Al-Hijr termasuk bagian dari Kakbah. Dan barangsiapa yang tawaf memasuki Hijr Isma'il berarti thawafnya tidak sah karena belum mengelilingi Kakbah secara sempurna.
Lihat Juga :