Hati-Hati Bersendiri dengan Ipar, Rasulullah SAW: Itu Sama dengan Menjumpai Mati
Jum'at, 08 Juli 2022 - 15:18 WIB
loading...
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa bersendirian dengan ipar itu sama dengan menjumpai mati. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Secara khusus, Rasulullah SAW memperingatkan seorang laki-laki yang bersendirian dengan ipar. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa bersendirian dengan ipar itu sama dengan menjumpai mati.
Lebih lengkapnya hadis itu berbunyi: "Hindarilah keluar-masuk rumah seorang perempuan. Kemudian ada seorang laki-laki dari sahabat Anshar bertanya: Ya Rasulullah! Bagaimana pendapatmu tentang ipar? Maka jawab Nabi: Bersendirian dengan ipar itu sama dengan menjumpai mati." (HR Bukhari)
Baca juga: Ngerinya Hutang Zina, Jangan Diremehkan!
Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "Halal dan Haram dalam Islam" menjelaskan yang dimaksud ipar, yaitu keluarga istri/keluarga suami.
Yakni, menurut al-Qardhawi, bahwa berkhalwat (bersendirian) dengan ipar membawa bahaya dan kehancuran. Yaitu hancurnya agama, karena terjadinya perbuatan maksiat. Dan hancurnya seorang perempuan dengan dicerai oleh suaminya apabila sampai terjadi cemburu. Juga membawa kehancuran hubungan sosial apabila salah satu keluarganya itu ada yang berburuk sangka kepadanya.
Menurut al-Qardhawi, bahayanya ini bukan hanya sekadar kepada instink manusia dan perasaan-perasaan yang ditimbulkan saja, tetapi akan mengancam eksistensi rumah tangga dan kehidupan suami-istri serta rahasia kedua belah pihak yang dibawa-bawa oleh lidah-lidah usil atau keinginan-keinginan untuk merusak rumahtangga orang.
Justru itu pula, Ibnul Atsir dalam menafsirkan perkataan ipar adalah sama dengan mati itu mengatakan sebagai berikut: "Perkataan tersebut biasa dikatakan oleh orang-orang Arab seperti mengatakan singa itu sama dengan mati, raja itu sama dengan api, yakni bertemu dengan singa dan raja sama dengan bertemu mati dan api".
"Jadi berkhalwat dengan ipar lebih hebat bahayanya daripada berkhalwat dengan orang lain," kata al-Qardhawi. Sebab, katanya, kemungkinan dia dapat berbuat baik yang banyak kepada si ipar tersebut dan akhirnya memberatkan kepada suami yang di luar kemampuan suami, pergaulan yang tidak baik atau lainnya, Sebab seorang suami tidak merasa kikuk untuk melihat dalamnya ipar dengan keluar-masuk rumah ipar tersebut.
Baca juga: Berikut Amalan Penghapus Dosa Zina
Menurut al-Qardhawi, "bahaya bersendirian dengan ipar" ini menjadi perhatian Rasulullah sebab sering terjadi, karena dianggap sudah terbiasa dan memperingan hal tersebut di kalangan keluarga, maka kadang-kadang membawa akibat yang tidak baik.
Lebih lengkapnya hadis itu berbunyi: "Hindarilah keluar-masuk rumah seorang perempuan. Kemudian ada seorang laki-laki dari sahabat Anshar bertanya: Ya Rasulullah! Bagaimana pendapatmu tentang ipar? Maka jawab Nabi: Bersendirian dengan ipar itu sama dengan menjumpai mati." (HR Bukhari)
Baca juga: Ngerinya Hutang Zina, Jangan Diremehkan!
Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "Halal dan Haram dalam Islam" menjelaskan yang dimaksud ipar, yaitu keluarga istri/keluarga suami.
Yakni, menurut al-Qardhawi, bahwa berkhalwat (bersendirian) dengan ipar membawa bahaya dan kehancuran. Yaitu hancurnya agama, karena terjadinya perbuatan maksiat. Dan hancurnya seorang perempuan dengan dicerai oleh suaminya apabila sampai terjadi cemburu. Juga membawa kehancuran hubungan sosial apabila salah satu keluarganya itu ada yang berburuk sangka kepadanya.
Menurut al-Qardhawi, bahayanya ini bukan hanya sekadar kepada instink manusia dan perasaan-perasaan yang ditimbulkan saja, tetapi akan mengancam eksistensi rumah tangga dan kehidupan suami-istri serta rahasia kedua belah pihak yang dibawa-bawa oleh lidah-lidah usil atau keinginan-keinginan untuk merusak rumahtangga orang.
Justru itu pula, Ibnul Atsir dalam menafsirkan perkataan ipar adalah sama dengan mati itu mengatakan sebagai berikut: "Perkataan tersebut biasa dikatakan oleh orang-orang Arab seperti mengatakan singa itu sama dengan mati, raja itu sama dengan api, yakni bertemu dengan singa dan raja sama dengan bertemu mati dan api".
"Jadi berkhalwat dengan ipar lebih hebat bahayanya daripada berkhalwat dengan orang lain," kata al-Qardhawi. Sebab, katanya, kemungkinan dia dapat berbuat baik yang banyak kepada si ipar tersebut dan akhirnya memberatkan kepada suami yang di luar kemampuan suami, pergaulan yang tidak baik atau lainnya, Sebab seorang suami tidak merasa kikuk untuk melihat dalamnya ipar dengan keluar-masuk rumah ipar tersebut.
Baca juga: Berikut Amalan Penghapus Dosa Zina
Menurut al-Qardhawi, "bahaya bersendirian dengan ipar" ini menjadi perhatian Rasulullah sebab sering terjadi, karena dianggap sudah terbiasa dan memperingan hal tersebut di kalangan keluarga, maka kadang-kadang membawa akibat yang tidak baik.
Lihat Juga :