Salim Maula Abu Hudzaifah: Calon Pengganti Umar Bin Khattab yang Syahid di Perang Yamamah
Senin, 11 Juli 2022 - 16:13 WIB
loading...
Pada perang Yamamah tersebut banyak penghafat al-Quran yang syahid. Foto/Ilustrasi: ist
A
A
A
Tatkala Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq menghadapi persekongkolan jahat dari orang-orang murtad, pertempuran Yamamah pun terjadi. Suatu peperangan sengit, yang merupakan ujian terberat bagi umat Islam. Kaum muslimin berangkat untuk berjuang menghadapi nabi palsu Musailamah .
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Rijalun haular Rasul" dan telah diterjemahkan Agus Suwandi menjadi "Kisah 60 Sahabat Nabi" menceritakan Salim bersama Abu Hudzaifah tidak ketinggalan dalam peperangan ini.
Baca juga: Kisah Salim Maula Abu Hudzaifah yang Mengagumkan
Salim adalah mantan budak Abu Hudzaifah. Dia kemudian diambil sebagai anak angkat. Ketika Islam menghapus tradisi memungut anak angkat, Salim pun menjadi saudara, sahabat karib, serta budak yang telah dimerdekakan Abu Hudzaifah bin Utbah. Sahabat Rasul yang mulia ini kemudian dipanggil Salim Maula Abu Hudzaifah.
Salim adalah salah seorang dari empat orang yang dipercayai Rasulullah SAW untuk mengajarkan Al-Qur'an. “Ambillah olehmu Al-Qur'an dari empat orang, yaitu Abdullah bin Mas'ud, Ubai bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabal, dan Salim Maula Abu Hudzaifah,” sabda Rasulullah.
Sedangkan Hudzaifah bin Utbah sendiri merupakan sosok lebih awal dan bersegera masuk Islam yang pada waktu itu menyebabkan ayahnya Utbah bin Rabi'ah murka dan kecewa, sehingga ketenangan hidup ayahnya itu menjadi keruh karena keislaman putranya itu.
Syahid di Yamamah
Pada awal pertempuran, kaum muslimin tidak mampu bertahan. Tetapi, setiap Mukmin telah merasa bahwa peperangan ini adalah peperangan yang menentukan, sehingga segala akibatnya menjadi tanggung jawab bersama.
Mereka dikumpulkan sekali lagi oleh Komandan perang Muslim, Khalid bin Al-Walid. Ia menyusun barisan dengan cara dan strategi yang mengagumkan.
Baca juga: Salim Maula Abu Hudzaifah: Tak Jelas Nasabnya, tapi Berani Menentang Khalid Bin Walid
Abu Hudzaifah dan Salim berpelukan dan saling berjanji siap mati syahid demi agama yang benar, yang akan mengantarkan mereka kepada keberuntungan dunia dan akhirat.
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Rijalun haular Rasul" dan telah diterjemahkan Agus Suwandi menjadi "Kisah 60 Sahabat Nabi" menceritakan Salim bersama Abu Hudzaifah tidak ketinggalan dalam peperangan ini.
Baca juga: Kisah Salim Maula Abu Hudzaifah yang Mengagumkan
Salim adalah mantan budak Abu Hudzaifah. Dia kemudian diambil sebagai anak angkat. Ketika Islam menghapus tradisi memungut anak angkat, Salim pun menjadi saudara, sahabat karib, serta budak yang telah dimerdekakan Abu Hudzaifah bin Utbah. Sahabat Rasul yang mulia ini kemudian dipanggil Salim Maula Abu Hudzaifah.
Salim adalah salah seorang dari empat orang yang dipercayai Rasulullah SAW untuk mengajarkan Al-Qur'an. “Ambillah olehmu Al-Qur'an dari empat orang, yaitu Abdullah bin Mas'ud, Ubai bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabal, dan Salim Maula Abu Hudzaifah,” sabda Rasulullah.
Sedangkan Hudzaifah bin Utbah sendiri merupakan sosok lebih awal dan bersegera masuk Islam yang pada waktu itu menyebabkan ayahnya Utbah bin Rabi'ah murka dan kecewa, sehingga ketenangan hidup ayahnya itu menjadi keruh karena keislaman putranya itu.
Syahid di Yamamah
Pada awal pertempuran, kaum muslimin tidak mampu bertahan. Tetapi, setiap Mukmin telah merasa bahwa peperangan ini adalah peperangan yang menentukan, sehingga segala akibatnya menjadi tanggung jawab bersama.
Mereka dikumpulkan sekali lagi oleh Komandan perang Muslim, Khalid bin Al-Walid. Ia menyusun barisan dengan cara dan strategi yang mengagumkan.
Baca juga: Salim Maula Abu Hudzaifah: Tak Jelas Nasabnya, tapi Berani Menentang Khalid Bin Walid
Abu Hudzaifah dan Salim berpelukan dan saling berjanji siap mati syahid demi agama yang benar, yang akan mengantarkan mereka kepada keberuntungan dunia dan akhirat.
Lihat Juga :