Salim Maula Abu Hudzaifah: Calon Pengganti Umar Bin Khattab yang Syahid di Perang Yamamah
Senin, 11 Juli 2022 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Dua orang bersaudara dalam iman itu menerjunkan diri ke medan perang yang sedang bergejolak.
Abu Hudzaifah berseru meneriakkan, “Wahai para ahli Al-Qur'an, hiasilah Al-Qur'an dengan amal-amal kalian.”
Seketika itu juga pedangnya berkelebat bagai angin topan dan ia menghunjamkan tusukan-tusukan kepada pengikut Musailamah.
Salim berseru, “Amat buruk nasibku sebagai ahli Al-Qur'an, apabila benteng kaum muslimin bobol karena kelalaianku.”
Abu Hudzaifah menyahut, “Tidak mungkin demikian, wahai Salim. Bahkan engkau adalah sebaik-baik ahli Al-Qur'an.”
Pedangnya bagai menari-nari menebas dan menusuk pundak orang-orang murtad, yang memberontak dan ingin mengembalikan kejahiliahan Quraisy dan memadamkan cahaya Islam itu.
Baca juga: Pertaruhan Besar Khalid bin Walid dalam Perang Yamamah
Tiba-tiba, salah satu pedang orang-orang murtad itu menebas tangannya hingga putus. Itu merupakan tangan pemegang bendera Muhajirin setelah pemanggulnya yang pertama, Zaid bin Al-Khatthab, gugur.
Ketika tangan kanannya itu buntung dan bendera perang itu jatuh, ia segera mengambilnya dengan tangan kiri, lalu senantiasa mengacungkannya tinggi-tinggi sambil mengumandangkan ayat Al-Qur'an berikut ini:
"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." (Ali Imran:146)
Abu Hudzaifah berseru meneriakkan, “Wahai para ahli Al-Qur'an, hiasilah Al-Qur'an dengan amal-amal kalian.”
Seketika itu juga pedangnya berkelebat bagai angin topan dan ia menghunjamkan tusukan-tusukan kepada pengikut Musailamah.
Salim berseru, “Amat buruk nasibku sebagai ahli Al-Qur'an, apabila benteng kaum muslimin bobol karena kelalaianku.”
Abu Hudzaifah menyahut, “Tidak mungkin demikian, wahai Salim. Bahkan engkau adalah sebaik-baik ahli Al-Qur'an.”
Pedangnya bagai menari-nari menebas dan menusuk pundak orang-orang murtad, yang memberontak dan ingin mengembalikan kejahiliahan Quraisy dan memadamkan cahaya Islam itu.
Baca juga: Pertaruhan Besar Khalid bin Walid dalam Perang Yamamah
Tiba-tiba, salah satu pedang orang-orang murtad itu menebas tangannya hingga putus. Itu merupakan tangan pemegang bendera Muhajirin setelah pemanggulnya yang pertama, Zaid bin Al-Khatthab, gugur.
Ketika tangan kanannya itu buntung dan bendera perang itu jatuh, ia segera mengambilnya dengan tangan kiri, lalu senantiasa mengacungkannya tinggi-tinggi sambil mengumandangkan ayat Al-Qur'an berikut ini:
"Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." (Ali Imran:146)
Lihat Juga :