Hadis Maudhu': Bila Kiamat Tiba, Allah Taala Menumbuhkan Sayap pada Sebagian Umatku
Sabtu, 16 Juli 2022 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Para malaikat bertanya, 'Apa kedua hal itu?'
Mereka menjawab, 'Dahulu, bila tengah menyendiri, kami merasa malu untuk berbuat maksiat kepada-Nya, dan kami selalu merasa puas dan rela dengan apa yang diberikan-Nya kepada kami walaupun sedikit.'
Para malaikat berkata, 'Memang kalian berhak atas ini.'"
Baca juga: Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi
"Hadis ini maudhu' ," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan AM Basamalah menjadi "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'"
Menurut al-Albani, hadis ini telah dikeluarkan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya'Ulumuddin (III/295). Adapun penelitinya, al-Iraqi, mengatakan, "Riwayat tersebut telah diriwayatkan Ibnu Hibban dan ditempatkan pada kitabnya adh-Dhu'afa."
Selain itu, dalam sanadnya terdapat Humaid bin Ali al-Qaisi yang dianggap rusak. Para pakar hadis menganggap Humaid sebagai perawi sanad yang tidak baik. Bukan hanya itu, hadis ini juga tergolong munkar karena bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih yang ada. Wallahu a'lam.
Baca juga: 5 Hadis Palsu Tentang Cincin Akik Menurut Al-Albani
Mereka menjawab, 'Dahulu, bila tengah menyendiri, kami merasa malu untuk berbuat maksiat kepada-Nya, dan kami selalu merasa puas dan rela dengan apa yang diberikan-Nya kepada kami walaupun sedikit.'
Para malaikat berkata, 'Memang kalian berhak atas ini.'"
Baca juga: Berikut Ini Hadis Dha'if Mengenai Kiamat dan Hadis Palsu tentang Al-Mahdi
"Hadis ini maudhu' ," ujar Syaikh Muhammad Nashruddin al-Albani dalam kitabnya berjudul "Silsilatul-Ahaadiits adh-Dhaifah wal Maudhu'ah wa Atsaruhas-Sayyi' fil-Ummah" dan telah diterjemahkan AM Basamalah menjadi "Silsilah Hadits Dha'if dan Maudhu'"
Menurut al-Albani, hadis ini telah dikeluarkan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya'Ulumuddin (III/295). Adapun penelitinya, al-Iraqi, mengatakan, "Riwayat tersebut telah diriwayatkan Ibnu Hibban dan ditempatkan pada kitabnya adh-Dhu'afa."
Selain itu, dalam sanadnya terdapat Humaid bin Ali al-Qaisi yang dianggap rusak. Para pakar hadis menganggap Humaid sebagai perawi sanad yang tidak baik. Bukan hanya itu, hadis ini juga tergolong munkar karena bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih yang ada. Wallahu a'lam.
Baca juga: 5 Hadis Palsu Tentang Cincin Akik Menurut Al-Albani
(mhy)
Lihat Juga :