Rahasia dan Keutamaan Sholat Witir yang Jarang Diketahui
Kamis, 21 Juli 2022 - 23:10 WIB
loading...
A
A
A
Biasanya, orang yang terbiasa melaksanakan sholat witir, itu seperti ada yang membangunkan tidur. Malaikat-Malaikat itu seperti membangunkan. Tinggal orangnya bagaimana, mau bangun menjalankan shalat atau tetap melanjutkan tidurnya.
Seperti disebutkan dalam hadist, sholat di akhir malam itu disaksikan oleh para Malaikat. Bukan berarti yang lain tidak disaksikan, semua disaksikan oleh Malaikat. Tetapi khusus sholat ini, ada saksi tambahan.
"Kalau pada semua sholat, Malaikat mencatat dan menyaksikan semua. Tetapi khusus untuk shalat akhirul lail, ada saksi tambahan dari para Malaikat," jelas Kiyai Miftachul Akhyar dikutip dari laman MUI.
Jadi, sholat witir itu sangat penting. Mungkin rankingnya menduduki ranking kedua setelah shalat sunnah fajar qabliyah Subuh. Sholat sunnah Qabliyah Subuh itu yang paling utama, setelah itu sholat witir. Tahajud dan yang lain sebagainya itu di belakangnya. Bahkan tarawih itu di belakangnya lagi seumpama diranking.
Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Waktu pelaksanan sholat Witir, ada yang menjalankan Witir setelah sholat sunnah bakdiyah Isya'. Setelah shalat sunnah bakdiyah Isya, langsung melanjutkan Witir.
Para Sahabat terdahulu, ada yang mengakhirkannya di pengujung malam setelah shalat sunnah Tahajud. Ada pula yang menjalankan selepas shalat isya'. Keduanya sama-sama masyhur dan dipraktekkan oleh para sahabat. Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Umar bin Khottob, dan Ali bin Abi Tholib melakukan keduanya.
Sahabat Abu Bakar melaksanakan sholat witir setiap selesai bakdiyah Isya, namun nanti kemudian bangun, sholat Tahajud dan lain sebagainya.
Sedangkan Sahabat Umar, karena orangnya percaya diri, beliau sholat witir pukul tiga menjelang Subuh. Itu disebabkan karena sudah mantab hatinya.
Tapi bukan berarti apa yang dilakukan sahabat Abu Bakar tidak mantab. Tetap mantab, namun hati-hati. Lebih baik beliau tidak kehilangan witir sebab yang namanya manusia, ada kalanya kelelahan, ketiduran, sehingga tidak sempat menjalankan witir.Karena itu, menurutnya, lebih baik menjalankan sholat Witir seusai shalat bakdiyah isya.
Apa yang dilakukan sahabat Abu Bakar itu dilakukan juga oleh Sahabat Utsman. Sementara yang dilakukan Sahabat Umar dilakukan juga oleh Sahabat Ali. Dalam kitab-kitab fiqih, itu biasa terjadi.
Seperti disebutkan dalam hadist, sholat di akhir malam itu disaksikan oleh para Malaikat. Bukan berarti yang lain tidak disaksikan, semua disaksikan oleh Malaikat. Tetapi khusus sholat ini, ada saksi tambahan.
"Kalau pada semua sholat, Malaikat mencatat dan menyaksikan semua. Tetapi khusus untuk shalat akhirul lail, ada saksi tambahan dari para Malaikat," jelas Kiyai Miftachul Akhyar dikutip dari laman MUI.
Jadi, sholat witir itu sangat penting. Mungkin rankingnya menduduki ranking kedua setelah shalat sunnah fajar qabliyah Subuh. Sholat sunnah Qabliyah Subuh itu yang paling utama, setelah itu sholat witir. Tahajud dan yang lain sebagainya itu di belakangnya. Bahkan tarawih itu di belakangnya lagi seumpama diranking.
Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Waktu pelaksanan sholat Witir, ada yang menjalankan Witir setelah sholat sunnah bakdiyah Isya'. Setelah shalat sunnah bakdiyah Isya, langsung melanjutkan Witir.
Para Sahabat terdahulu, ada yang mengakhirkannya di pengujung malam setelah shalat sunnah Tahajud. Ada pula yang menjalankan selepas shalat isya'. Keduanya sama-sama masyhur dan dipraktekkan oleh para sahabat. Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Umar bin Khottob, dan Ali bin Abi Tholib melakukan keduanya.
Sahabat Abu Bakar melaksanakan sholat witir setiap selesai bakdiyah Isya, namun nanti kemudian bangun, sholat Tahajud dan lain sebagainya.
Sedangkan Sahabat Umar, karena orangnya percaya diri, beliau sholat witir pukul tiga menjelang Subuh. Itu disebabkan karena sudah mantab hatinya.
Tapi bukan berarti apa yang dilakukan sahabat Abu Bakar tidak mantab. Tetap mantab, namun hati-hati. Lebih baik beliau tidak kehilangan witir sebab yang namanya manusia, ada kalanya kelelahan, ketiduran, sehingga tidak sempat menjalankan witir.Karena itu, menurutnya, lebih baik menjalankan sholat Witir seusai shalat bakdiyah isya.
Apa yang dilakukan sahabat Abu Bakar itu dilakukan juga oleh Sahabat Utsman. Sementara yang dilakukan Sahabat Umar dilakukan juga oleh Sahabat Ali. Dalam kitab-kitab fiqih, itu biasa terjadi.
Lihat Juga :