Bolehkan Puasa Asyura Tanggal 10 Muharram Saja?
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:43 WIB
loading...
Bolehkan puasa Asyura tanggal 10 Muharram saja. Jawabnya boleh. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Bolehkan puasa Asyura tanggal 10 Muharram saja? Jawabnya boleh. Para ulama menilai bahwa puasa Asyura tiga hari yakni tanggal 9, 10, 11 Muharram dibenarkan, tetapi kalau puasa dua hari saja yakni pada 9 dan 10 Muharram saja juga bagus, atau puasa tanggal 10 Muharram saja juga boleh.
Kendati demikian, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam kitabnya berjudul "Majmu Fatawa Arkanul Islam" menjelaskan bahwa berdasar hadis yang paling utama adalah berpuasa pada hari kesepuluh (10 Muharram) lalu merangkaikan satu hari sebelumnya, atau satu hari sesudahnya. Tambahan di hari kesembilan lebih utama daripada hari kesebelas.
Baca juga: Niat Puasa Asyura dan Tasua
Puasa Asyura disunnahkan berdasar hadis Nabi Muhammad SAW . Pada saat datang ke Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari kesepuluh bulan Muharram, Nabi SAW bersabda:
فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ نَحْنُ نَصُوْمُهُ تَعْظِيْمًا لَهُ
“Saya lebih berhak dengan Musa daripada kalian!, lalu beliau mengerjakan puasa pada hari itu dan memerintahkan muslimin untuk berpuasa padanya” [Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab Puasa Hari Asyura 2004. Muslim Kitab Syiyam/Bab Puasa Hari Asyura 1130]
Selanjutnya, dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra yang disepakati keshahihannya bahwa Nabi SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa padanya.
Ditanyakan kepada beliau tentang keutamaan puasa hari itu, beliau menjawab :
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Aku mengharap kepada Allah untuk menghapuskan dosa setahun yang sebelumnya” [Diriwayatkan oleh Muslim : Kitab Shiyam/Bab Disukainya berpuasa tiga hari tiap bulan atau puasa di hari Arafah 1162]
Kendati demikian, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam kitabnya berjudul "Majmu Fatawa Arkanul Islam" menjelaskan bahwa berdasar hadis yang paling utama adalah berpuasa pada hari kesepuluh (10 Muharram) lalu merangkaikan satu hari sebelumnya, atau satu hari sesudahnya. Tambahan di hari kesembilan lebih utama daripada hari kesebelas.
Baca juga: Niat Puasa Asyura dan Tasua
Puasa Asyura disunnahkan berdasar hadis Nabi Muhammad SAW . Pada saat datang ke Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari kesepuluh bulan Muharram, Nabi SAW bersabda:
فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ نَحْنُ نَصُوْمُهُ تَعْظِيْمًا لَهُ
“Saya lebih berhak dengan Musa daripada kalian!, lalu beliau mengerjakan puasa pada hari itu dan memerintahkan muslimin untuk berpuasa padanya” [Diriwayatkan oleh Bukhari : Kitab Shaum/Bab Puasa Hari Asyura 2004. Muslim Kitab Syiyam/Bab Puasa Hari Asyura 1130]
Selanjutnya, dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra yang disepakati keshahihannya bahwa Nabi SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa padanya.
Ditanyakan kepada beliau tentang keutamaan puasa hari itu, beliau menjawab :
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Aku mengharap kepada Allah untuk menghapuskan dosa setahun yang sebelumnya” [Diriwayatkan oleh Muslim : Kitab Shiyam/Bab Disukainya berpuasa tiga hari tiap bulan atau puasa di hari Arafah 1162]
Lihat Juga :