Mengajak Anak untuk Mengenal Dakwah dan Syiar Islam Sejak Dini

loading...
Mengajak Anak untuk Mengenal Dakwah dan Syiar Islam Sejak Dini
Mengajak anak berdakwah sedari dini sangatlah penting. Dengan begitu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan dakwah agar akhirnya dia juga bercita-cita menjadi pengemban dakwah yang baik. Foto ilustrasi/ist
Syiar dan dakwah Islam membutuhkan para pendakwah yang tangguh, namun pengemban dakwah tersebut tidak akan lahir begitu saja. Ia terwujud melalui proses dan upaya terus-menerus, bahkan dari sejak masa kanak-kanak. Karena itu, mengajak anak “berdakwah” sedari dini sangatlah penting. Dengan begitu, anak-anak akan terbiasa dengan kegiatan syiar atau dakwah agar akhirnya dia juga bercita-cita menjadi pengemban dakwah yang baik.

Bagaimana mengajarkan anak agar terbiasa berdakwah sejak dini? Pemerhati pendidikan anak Zulia Ilmawati memaparkan beberapa kiatnya.

1. Mengajak anak dalam kegiatan dakwah

Melibatkan anak dalam aktivitas dakwah penting untuk memberikan contoh dan lingkungan yang kondusif. Dengan begitu, suasana dakwah sudah bisa dirasakan anak sejak dini. Ajaklah anak turut serta ketika kita menjadi peserta atau pembicara dalam pengajian, diskusi, seminar atau bahkan aksi-aksi ‘protes’ di jalan. Hal itu bisa menjadi sarana latihan dakwah buat anak, sekaligus sebagai sarana rekreasi keluarga.

Baca juga: Dakwah sebagai Media Pemersatu Ummat

Sesampai di rumah, anak bisa diminta pendapatnya tentang kegiatan yang baru saja ia ikuti. Bisa juga ditanya tenang materi yang dismpaikan orang tua, respon atau tanggapan para peserta, bahkan mungkin tanpa kita duga ia juga mempunyai kritik dan saran buat kita. Namun, sebelum memutuskan untuk mengajak anak pergi berdakwah, tentu harus dipertimbangkan kondisi kesiapan anak. Karena itu, lakukan persiapan seperlunya agar anak di sana bisa merasa nyaman dan tidak malah menimbulkan masalah.

Sambil mengajak anak berdakwah, jelaskan kepada mereka bahwa dakwah adalah kewajiban setiap Muslim. Jika perlu, kenalkan dalil-dalil tentang kewajiban berdakwah. Jelaskan pula bahwa Islam bukan hanya mengajarkan sebatas ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji tetapi juga berdakwah. Ajaklah anak-anak mulai menghapal ayat-ayat atau hadis yang berbicara tentang kewajiban berdakwah. Surah al-Ashr, misalnya, sangat populer di kalangan anak-anak; bahkan selalu dibaca sebelum anak-anak puang sekolah.

2. Bahu-Membahu dalam dakwah

Mengajak anak terlibat dalam dakwah bisa dilakukan secara tidak langsung. Misalnya dengan membantu orang tua saat orang tua tidak di rumah. Ketika ibu harus bergegas pergi untuk siaran di radio saat pagi hari, ajaklah anak yang besar membantu adiknya menyiapkan keperluan sekolah, atau membantu membereskan rumah. Dengan begitu, ketika ibu kembali, rumah sudah rapi dan si adik sudah siap berangkat ke sekolah. Dengan cara itu, anak akan melihat langsung kesibukan orang tuanya dalam dakwah; anak juga bisa merasakan langsung bagaimana ia ternyata bisa membantu mendukung dakwah meski hanya dengan melakukan sebagian kecil pekerjaan ibu di rumah.

3. Ikut menemui tamu

Ketika ada tamu atau mungkin rapat dakwah di rumah, anak-anak kadang ikut nimbrung. Biarkanlah dia di situ. Dengan cara itu, ia akan mendegarkan perbincangan dakwah, dan secara tidak langsung akan belajar bagaimana orangtua dan tamunya menyelesaikan persoalan dakwah.

4. Mabit(malam bina iman dan takwa)

Untuk memberikan pengalaman praktis dalam berdakwah, ajaklah anak untuk mengikuti acara dakwah untuk anak-anak. Acara seperti Pildacil bagus sebagai arena belajar. Bisa juga dalam acara Mabit (malam bina iman dan takwa), misalnya, anak diminta untuk memberikan kultum setelah shalat berjamaah. Hal ini akan melatih keberanian sekaligus pengalaman yang sangat berharga buat anak.

Meski demikian, harus juga diberi penjelasan bahwa bukan hanya ceramah di depan orang banyak. Mengajak orang ke jalan Islam, apapun bentuknya, adalah juga kegiatan dakwah. Jika perlu, siapkanlah hadiah spesial untuk pemenang agar anak bersemangat dan berusaha tampil sempurna.

5. Suasana rumah

Cara terpenting untuk mengajak anak berdakwah adalah dengan kita menciptakan suasanan dakwah di rumah kita. Misalnya dengan mengembangkan kebiasaan saling menasehati atau seringnya rumah dijadikan tempat dakwah. Tersedianya buku-buku dan majalah yang membicarakan dakwah juga akan membantu terciptanya suasana dakwah.

Baca juga: Mengajarkan Anak tentang Agama di Rumah, Ini Panduannya

Singkat kata, penting ditanamkan kepada anak bahwa kehidupan seorang Muslim mestinya adalah kehidupan dakwah. Sampaikan kepadanya bahwa kehidupan Rasulullah saw. dan para Sahabat tidak pernah lepas dari kehidupan dakwah.

Ceritakan bagaimana perjuangan Rasulullah saw. dan para Sahabat menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Contohnya adalah Bilal yang begitu istiqamah mempertahankan akidahnya sekaligus sebagi muazin kepercayaan Rasulullah, Thariq Bin Ziyad penakluk Spanyol, Muhammad al-Fatih penakluk Konstatinopel, atau Asma putri Abu Bakar yang sangat berani dalam membantu kesuksesan hijrah Rasulullah SAW . Cerita-cerita seperti pasti akan melekat erat dan memberikan motivasi pada anak untuk semangat dan berani berdakwah. Cerita dakwah Rasul dan para sahabat juga penting disampaikan untuk mengimbangi kisah tahayul yang banyak beredar di tivi dan majalah.

Sesekali penting untuk disampaikan kepada anak janji-janji Allah untuk para pengemban dakwah. Dalil-dalil ini, jika disampaikan pada anak dengan penjelasan yang baik, akan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi untuk melakukan dakwah. Tidak ada salahnya jika anak juga diberikan penjelasan yang benar tentang jihad. Jika dakwah dilancarkan dengan jihad, Allah berjanji akan mengampuni semua dosa, memberikan pertolongan dan kemenangan yang dekat sebagaimanan tersebut dalam QS ash-Shaff ayat 10-13. Tanamkan pada anak agar mati syahid menjadi cita-cita tertinggi.

6. Membiasakan saling menasehati
halaman ke-1
cover top ayah
وَحُشِرَ لِسُلَيۡمٰنَ جُنُوۡدُهٗ مِنَ الۡجِنِّ وَالۡاِنۡسِ وَالطَّيۡرِ فَهُمۡ يُوۡزَعُوۡنَ (١٧) حَتّٰٓى اِذَاۤ اَتَوۡا عَلٰى وَادِ النَّمۡلِۙ قَالَتۡ نَمۡلَةٌ يّٰۤاَيُّهَا النَّمۡلُ ادۡخُلُوۡا مَسٰكِنَكُمۡ‌ۚ لَا يَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَيۡمٰنُ وَجُنُوۡدُهٗۙ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُوۡنَ‏ (١٨) فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنۡ قَوۡلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوۡزِعۡنِىۡۤ اَنۡ اَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ الَّتِىۡۤ اَنۡعَمۡتَ عَلَىَّ وَعَلٰى وَالِدَىَّ وَاَنۡ اَعۡمَلَ صَالِحًـا تَرۡضٰٮهُ وَاَدۡخِلۡنِىۡ بِرَحۡمَتِكَ فِىۡ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيۡنَ (١٩)
Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.

(QS. An-Naml Ayat 17-19)
cover bottom ayah
preload video