Negeri yang Pernah Disinggahi Nabi Muhammad SAW
Selasa, 16 Agustus 2022 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Isra Mi'raj, Momen Tingkatkan Silaturahmi dan Literasi
Tempat berikutnya adalah tanah Thur Sina yang tanah di sekitarnya diberkahi Allah. Hal itu dimulai ketika di sana Nabi Musa as berbicara dengan Tuhannya serta ketika Allah memerintahkan Musa as untuk mengemban risalah langit untuk disampaikan kepada Fir'aun beserta bani Israel.
Hanafi Muhallawi mengatakan berdasarkan kesepakatan para pakar, baik dari sudut pandang geografis, historis, dan sudut pandang keilmuan bahwa tanah ini termasuk sebagai bagian termulia dari bumi Mesir yang penuh keberkahan.
Tanah ini pernah dikunjungi oleh para nabi secara keseluruhan yang diawali dari Nabi Ibrahim as, diikuti kemudian oleh Nabi Isa as dan Musa as yang kemudian dikunjungi oleh Rasulullah SAW yang dikenal sebagai sang penutup kenabian dan kerasulan.
Hal ini yang mendorong sejumlah besar para sejarawan untuk menjuluki tanah ini sebagai tanah tempat risalah-risalah samawiyah (risalah langit).
Selanjutnya sebelum tiba di Baitul-Magdis, beliau sempat mengunjungi Betlehem, tempat dilahirkannya Nabi Isa as.
Kota Busra Suriah
Busra adalah sebuah kota di Suriah bagian selatan, wilayah provinsi Daraa. Kota ini merupakan pusat administratif dari sub-distrik Nahiyah yang terdiri dari sembilan wilayah lokal dengan total populasi 33.839 pada tahun 2004. Penduduknya sebagian besar adalah Muslim Sunni.
Edward Robinson, dalam "Biblical Researches in Palestine" menyebut Busra merupakan kota tua yang bersejarah. Pada era kekuasaan Romawi, Busra merupakan ibu kota provinsi yang makmur. Kemudian dilanjutkan sebagai kota administratif yang penting pada masa kekuasan Islam, namun perannya menjadi kurang penting pada masa pemerintahan Turki Utsmani. Saat ini, kota Busra merupakan sebuah situs arkeologi yang besar dan telah dicanangkan oleh UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.
Nabi Muhammad --saat itu belum diangkat menjadi nabi dan rasul-- berdagang ke Bushra. Di sini beliau bertemu dengan seorang rahib Yahudi bernama Buhaira. Buhaira kala itu takjub melihat Nabi Muhammad dan mengatakan melihat kenabian dalam diri Rasul.
Baca juga: Rahasia Dagang Rasulullah yang Membuat Bisnis Makin Sukses
Dalam Ensiklopedi Islam disebutkan tentang siapa sang pendeta itu. Kata Buhaira/Bahira berasal dari bahasa Aram yang berarti terpilih. Jadi, nama itu sebenarnya adalah nama gelar baginya, sedangkan nama baptisnya adalah Segeus atau Gergeus.
Tempat berikutnya adalah tanah Thur Sina yang tanah di sekitarnya diberkahi Allah. Hal itu dimulai ketika di sana Nabi Musa as berbicara dengan Tuhannya serta ketika Allah memerintahkan Musa as untuk mengemban risalah langit untuk disampaikan kepada Fir'aun beserta bani Israel.
Hanafi Muhallawi mengatakan berdasarkan kesepakatan para pakar, baik dari sudut pandang geografis, historis, dan sudut pandang keilmuan bahwa tanah ini termasuk sebagai bagian termulia dari bumi Mesir yang penuh keberkahan.
Tanah ini pernah dikunjungi oleh para nabi secara keseluruhan yang diawali dari Nabi Ibrahim as, diikuti kemudian oleh Nabi Isa as dan Musa as yang kemudian dikunjungi oleh Rasulullah SAW yang dikenal sebagai sang penutup kenabian dan kerasulan.
Hal ini yang mendorong sejumlah besar para sejarawan untuk menjuluki tanah ini sebagai tanah tempat risalah-risalah samawiyah (risalah langit).
Selanjutnya sebelum tiba di Baitul-Magdis, beliau sempat mengunjungi Betlehem, tempat dilahirkannya Nabi Isa as.
Kota Busra Suriah
Busra adalah sebuah kota di Suriah bagian selatan, wilayah provinsi Daraa. Kota ini merupakan pusat administratif dari sub-distrik Nahiyah yang terdiri dari sembilan wilayah lokal dengan total populasi 33.839 pada tahun 2004. Penduduknya sebagian besar adalah Muslim Sunni.
Edward Robinson, dalam "Biblical Researches in Palestine" menyebut Busra merupakan kota tua yang bersejarah. Pada era kekuasaan Romawi, Busra merupakan ibu kota provinsi yang makmur. Kemudian dilanjutkan sebagai kota administratif yang penting pada masa kekuasan Islam, namun perannya menjadi kurang penting pada masa pemerintahan Turki Utsmani. Saat ini, kota Busra merupakan sebuah situs arkeologi yang besar dan telah dicanangkan oleh UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.
Nabi Muhammad --saat itu belum diangkat menjadi nabi dan rasul-- berdagang ke Bushra. Di sini beliau bertemu dengan seorang rahib Yahudi bernama Buhaira. Buhaira kala itu takjub melihat Nabi Muhammad dan mengatakan melihat kenabian dalam diri Rasul.
Baca juga: Rahasia Dagang Rasulullah yang Membuat Bisnis Makin Sukses
Dalam Ensiklopedi Islam disebutkan tentang siapa sang pendeta itu. Kata Buhaira/Bahira berasal dari bahasa Aram yang berarti terpilih. Jadi, nama itu sebenarnya adalah nama gelar baginya, sedangkan nama baptisnya adalah Segeus atau Gergeus.
Lihat Juga :