5 Nabi Bergelar Ulul Azmi Berikut Mukjizatnya
Kamis, 18 Agustus 2022 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu terjadilah banjir besar di muka bumi. Peristiwa ini tercatat dalam Surah Al-Ankabut ayat 14. Hanya Nabi Nuh dan pengikutnya yang berhasil selamat dengan bantuan kapal besar yang dibuatnya sebagai Mukjizat beliau.
2. Nabi Ibrahim 'Alaihissalam
Pada zaman Nabi Ibrahim, terdapat seorang raja zalim bernama Namrud. Sama halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim berdakwah dan terus mengajak orang-orang untuk mengimani Allah dan meninggalkan berhala yang disembahnya.
Meski mendapati berbagai penolakan, Nabi Ibrahim tidak berputus asa. Dalam satu kesempatan, dia menghancurkan berhala-berhala sesembahan rakyat Raja Namrud. Setelahnya, Nabi Ibrahim ditangkap dan diberikan hukuman berupa dibakar hidup-hidup.
Akan tetapi, dengan kuasa Allah beliau sama sekali tidak disentuh api. Justru beliau mendapatkan kenikmatan. Hal ini diterangkan dalam Surah Al-Anbiya Ayat 69.
قُلۡنَا يٰنَارُ كُوۡنِىۡ بَرۡدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبۡرٰهِيۡمَۙ
Artinya: "Kami (Allah) berfirman, "Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!" (QS Al-Anbiya ayat 69)
Melihat kejadian itu, sebagian orang mulai goyah dengan keyakinannya dan mulai mempercayai seruan Nabi Ibrahim.
3. Nabi Musa 'Alaihissalam
Rasul Ulul Azmi berikutnya adalah Nabi Musa. Beliau diutus untuk kaum Bani Israil dan ditugaskan untuk menyadarkan Fir'aun yang kelewat batas menganggap dirinya sebagai tuhan.
Hanya saja dengan kesombongannya, Fir'aun tetap menolak ajaran yang disampaikan Nabi Musa. Bahkan, Fir'aun mengumpulkan para ahli sihirnya untuk melawan Nabi Musa.
Dengan mukjizat yang diberikan Allah, Nabi Musa dengan mudah mengalahkan mereka ahli sihir tersebut dan berangsung-angsur mengimani ajaran yang dibawa Musa. Berbeda dengan Fir'aun yang semakin marah, dia menyuruh tentaranya mengejar Nabi Musa dan pengikutnya. Hingga akhirnya, mereka sampai di tepi lautan. Allah mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur'an.
فَاَوۡحَيۡنَاۤ اِلٰى مُوۡسٰٓى اَنِ اضۡرِبْ بِّعَصَاكَ الۡبَحۡرَؕ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٍ كَالطَّوۡدِ الۡعَظِيۡمِۚ
Artinya: "Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar." (Surat Asy-Syu'ara Ayat 63)
2. Nabi Ibrahim 'Alaihissalam
Pada zaman Nabi Ibrahim, terdapat seorang raja zalim bernama Namrud. Sama halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim berdakwah dan terus mengajak orang-orang untuk mengimani Allah dan meninggalkan berhala yang disembahnya.
Meski mendapati berbagai penolakan, Nabi Ibrahim tidak berputus asa. Dalam satu kesempatan, dia menghancurkan berhala-berhala sesembahan rakyat Raja Namrud. Setelahnya, Nabi Ibrahim ditangkap dan diberikan hukuman berupa dibakar hidup-hidup.
Akan tetapi, dengan kuasa Allah beliau sama sekali tidak disentuh api. Justru beliau mendapatkan kenikmatan. Hal ini diterangkan dalam Surah Al-Anbiya Ayat 69.
قُلۡنَا يٰنَارُ كُوۡنِىۡ بَرۡدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبۡرٰهِيۡمَۙ
Artinya: "Kami (Allah) berfirman, "Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!" (QS Al-Anbiya ayat 69)
Melihat kejadian itu, sebagian orang mulai goyah dengan keyakinannya dan mulai mempercayai seruan Nabi Ibrahim.
3. Nabi Musa 'Alaihissalam
Rasul Ulul Azmi berikutnya adalah Nabi Musa. Beliau diutus untuk kaum Bani Israil dan ditugaskan untuk menyadarkan Fir'aun yang kelewat batas menganggap dirinya sebagai tuhan.
Hanya saja dengan kesombongannya, Fir'aun tetap menolak ajaran yang disampaikan Nabi Musa. Bahkan, Fir'aun mengumpulkan para ahli sihirnya untuk melawan Nabi Musa.
Dengan mukjizat yang diberikan Allah, Nabi Musa dengan mudah mengalahkan mereka ahli sihir tersebut dan berangsung-angsur mengimani ajaran yang dibawa Musa. Berbeda dengan Fir'aun yang semakin marah, dia menyuruh tentaranya mengejar Nabi Musa dan pengikutnya. Hingga akhirnya, mereka sampai di tepi lautan. Allah mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur'an.
فَاَوۡحَيۡنَاۤ اِلٰى مُوۡسٰٓى اَنِ اضۡرِبْ بِّعَصَاكَ الۡبَحۡرَؕ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٍ كَالطَّوۡدِ الۡعَظِيۡمِۚ
Artinya: "Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar." (Surat Asy-Syu'ara Ayat 63)
Lihat Juga :