Ikhtiar Muslim untuk Memperbaiki Kualitas Hidup

Senin, 22 Agustus 2022 - 14:49 WIB
loading...
Ikhtiar Muslim untuk...
Salah satu bentuk ikhtiar untuk memperbaiki diri dan hidup kita adalah dengan terus belajar, terutama belajar ilmu-ilmu agama. Foto ilustrasi/ist
A A A
Seorang muslim wajib berikhtiar untuk kehidupan yang lebih baik. Sebab Allah Ta’ala juga tidak akan mengubah kondisi hambaNya hingga ia berusaha mengubah dirinya sendiri. Oleh sebab itu, selagi masih diberikan kesempatan hidup di dunia maka cepat-cepatlah berhijrah sebelum semua terlambat.

Dalam Al Qur'an Allah Ta'ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Baca juga: 4 Cara Memperbaiki Diri Sendiri Menurut Imam Al-Ghazali

Dalam Islam, ada beberapa cara untuk memperbaiki hidup . Menurut Ustadz Fadly Gugul S.Ag, dai dari lembaga bimbingan islam ini, ada beberapa tahapan untuk memperbaiki hidup seorang muslim tersebut, agar menjadi lebih baik. Tahapan itu antara lain:

1. Belajar ilmu syar’i setahap demi setahap

Islam adalah agama sempurna yang dibangun di atas dua pondasi kokoh, yaitu ilmu dan amal. Amal akan rusak bila tidak disertai dengan ilmu. Amal tanpa ilmu ibarat membangun istana di atas air. Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Semuanya buruk dan menimbulkan kerusakan. Untuk itulah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam mendorong umat Islam untuk menuntut ilmu kemudian dengan ilmu itu dia beramal.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا


“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS. Al-Fath, 28).

Tatkala menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

أَيْ: بِالْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ فَإِنَّ الشَّرِيْعَةَ تَشْتَمِلُ عَلَى شَيْئَيْنِ: عِلْمٌ وَعَمَلٌ فَالْعِلْمُ الشَّرْعِيُّ صَحِيْحٌ وَالْعَمَلُ الشَّرْعِيُّ مَقْبُوْلٌ


“Maksudnya, dengan ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih. Sebab, syari’at itu mencakup dua hal: ilmu dan amal. Ilmu yang sesuai dengan syari’at adalah ilmu yang benar dan amal yang sesuai dengan syari’at adalah amal yang diterima” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/360).

Karena kedudukan ilmu inilah, maka wajib bagi seseorang yang akan beramal dan beribadah kepada Allah harus disertai dengan ilmu tentangnya agar bisa diterima ibadahnya. Mengingat tujuan diciptakannya manusia adalah agar beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sementara ibadah tidak akan diterima kecuali didasari dengan ilmu (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam), maka tidak ada alasan baginya untuk tidak menuntut ilmu.

2. Takut kepada Allah Ta’ala

Para ulama mempunyai khasyyah (rasa takut) yang tinggi kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan ini tidak dimiliki oleh selainnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ


“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari kalangan para hamba-Nya hanyalah para ulama” (QS. Fatir, 28).

Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala membatasi bahwa hanya para ulama saja yang mempunyai rasa takut kepada-Nya.

3. Memilih teman terbaik

Sebenarnya, sangat mudah mengetahui seperti apa cerminan diri Anda. Cukup dengan melihat bersama siapa saja Anda sering bergaul, seperti itulah cerminan diri Anda. Kenyataan ini telah dipaparkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ


“Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul -Mufrad, no. 239).

Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya berjudi, maka kurang lebih dia seperti itu juga. Begitu pula sebaliknya, kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu. Allah Azza wa Jalla menciptakan ruh dan menciptakan sifat-sifat khusus untuk ruh tersebut. Di antara sifat ruh (jiwa) adalah dia tidak mau berkumpul dan bergaul dengan selain jenisnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan hakekat ini dengan bersabda,

الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ


“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah)” (HR. al-Bukhari, no. 3336 dan Muslim, no. 6708).

Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya.

Baca juga: Daya Goda Wanita, Tampak Depan dan Belakang Lebih Dahsyat dari Setan

Wallahu A’lam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ala Khutah: Pengalaman...
Ala Khutah: Pengalaman Spiritual Warga Indonesia Menyusuri Jejak Hijrah Nabi di Saudi Arabia
Hijrah Wujudkan Masyarakat...
Hijrah Wujudkan Masyarakat Madani dan Berbudi Pekerti Luhur
Memaknai Muharram, KH...
Memaknai Muharram, KH Ali Masykur Musa: Hijrah sebagai Transformasi Hidup
Makna Hijrah, Momentum...
Makna Hijrah, Momentum Transformasi Spiritual, Intelektual, dan Sosial
Tahun Baru 1447 Hijriah,...
Tahun Baru 1447 Hijriah, Menag: Semoga Hijrah Kita Bukan Hanya Berpindah Waktu, tapi Berpindah Kualitas Hidup
Hijrah Perlu Konsistensi,...
Hijrah Perlu Konsistensi, Butuh Bekal Persiapannya
Rekomendasi
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
Eksperimen Menyeramkan...
Eksperimen Menyeramkan Ini Ungkap Gambaran Kiamat
73.000 Penduduk Brasil...
73.000 Penduduk Brasil Terancam Ditelan Bumi
Artikel Terkini
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menunda Penguburan...
Hukum Menunda Penguburan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?
Infografis
Ilmuwan Terkejut Lihat...
Ilmuwan Terkejut Lihat Potongan Otak Manusia Hidup selama 12 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved