Kisah Pemuka Quraisy Mendengar Bacaan Nabi Muhammad SAW
Rabu, 24 Agustus 2022 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
Pelecehan Orang Quraisy Saat Mendengarkan Al-Qur'an
Ibnu Ishaq berkata, jika Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan mengajak kepada Allah, mereka mengejek beliau dengan mengatakan: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi). Dan di telinga kami ada sumbatan. Dan antara kami dan kamu ada dinding. Maka bekerjalah kamu. Sesungguhnya kami bekerja."
Kemudian Allah menurunkan ayat kepada beliau tentang ucapan orang-orang Quraisy itu:
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا (45) وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا (46)
Artinya: "Dan apabila kamu membaca Al-Qur'an, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup, dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya." (QS Al-Isra': Ayat 45-46)
Pada ayat berikutnya Allah berfirman kepada Nabi: "Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu (Muhammad), karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)." (QS Al-Isra': 48)
Perumpamaan yang dimaksud seperti mengatakan Nabi gila, penyair, kena sihir, dan sebagainya. Begitulah sikap pemuka-pemuka Quraisy ketika Nabi membacakan Al-Qur'an dan mengajarkannya di tengah kuamnya.
Mereka tidak mau mengakui kebenaran wahyu yang dibacakan Rasulullah, karena dianggap bertentangan dengan kepercayaan yang diwarisi nenek moyang mereka.
Oleh sebab itu, mereka tidak bisa diharapkan lagi untuk mendapat petunjuk dan bimbingan dari wahyu. Hati mereka telah diselubungi noda-noda kemusyrikan yang luar biasa.
Orang-orang Quraisy Bersujud
Dikisahkan, ketika fase dakwah terang-terangan di Mekkah, Rasulullah SAW membaca Al-Qur'an akhir Surat An-Najm.
Semua hati yang mendengarnya seakan terbang melayang: "...Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia". (QS An-Najm: 62). Kemudian beliau bersujud.
Ibnu Ishaq berkata, jika Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam membacakan Al-Qur'an kepada mereka dan mengajak kepada Allah, mereka mengejek beliau dengan mengatakan: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi). Dan di telinga kami ada sumbatan. Dan antara kami dan kamu ada dinding. Maka bekerjalah kamu. Sesungguhnya kami bekerja."
Kemudian Allah menurunkan ayat kepada beliau tentang ucapan orang-orang Quraisy itu:
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا (45) وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا (46)
Artinya: "Dan apabila kamu membaca Al-Qur'an, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup, dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya." (QS Al-Isra': Ayat 45-46)
Pada ayat berikutnya Allah berfirman kepada Nabi: "Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu (Muhammad), karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)." (QS Al-Isra': 48)
Perumpamaan yang dimaksud seperti mengatakan Nabi gila, penyair, kena sihir, dan sebagainya. Begitulah sikap pemuka-pemuka Quraisy ketika Nabi membacakan Al-Qur'an dan mengajarkannya di tengah kuamnya.
Mereka tidak mau mengakui kebenaran wahyu yang dibacakan Rasulullah, karena dianggap bertentangan dengan kepercayaan yang diwarisi nenek moyang mereka.
Oleh sebab itu, mereka tidak bisa diharapkan lagi untuk mendapat petunjuk dan bimbingan dari wahyu. Hati mereka telah diselubungi noda-noda kemusyrikan yang luar biasa.
Orang-orang Quraisy Bersujud
Dikisahkan, ketika fase dakwah terang-terangan di Mekkah, Rasulullah SAW membaca Al-Qur'an akhir Surat An-Najm.
Semua hati yang mendengarnya seakan terbang melayang: "...Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia". (QS An-Najm: 62). Kemudian beliau bersujud.
Lihat Juga :