Tak Percaya Berkah, Ini Jawaban Syeikh Ibrahim kepada Seorang Kafir Zindiq
Rabu, 01 Juli 2020 - 17:24 WIB
loading...
A
A
A
Zindiq pun berkata: "Jika tamsilnya begitu, lalu kenapa justru kambing yang mendapat berkah, bukan anjing?"
Syeikh Ibrahim Bin Adham kemudian menutup dialog itu dengan jawaban yang cukup menyentil:
لأن الأغنام تنوم أول الليل و تصحى قبل الفجر فتدرك وقت الرحمة فتنزل عليها البركة. وأما الكلاب تنبح طول الليل فإذا دَنا وقت الفجر هجست ونامت ويفوت عليها وقت الرحمة فتنزع منها البركة
"Karena kambing lebih memilih tidur di awal malam tapi, ia selalu bangun sebelum fajar, di saat itulah ia mendapati waktu yg penuh dengan rahmat, hingga akhirnya turunlah Berkah kepadanya. Beda halnya dengan anjing, ia doyan menggonggong sepanjang malam, tetapi di saat menjelang fajar ia malah pergi tidur sampai melewatkan saat-saat turunnya kucuran rahmat dan ia pun tidak kebagian berkah".
Dalam Syarah Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa berkah memiliki dua arti. Pertama, yakni bertumbuh, berkembang atau bertambah. Kedua, yakni kebaikan yang berkesinambungan. Menurut Imam An-Nawawi, asal makna berkah ialah kebaikan yang banyak dan abadi.
Dalam satu hadis Nabi disebut bahwa waktu fajar adalah waktu yang penuh berkah. Disebut berkah karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan. Saking berkahnya waktu tersebut, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memanjatkan doa:
"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya".
(Baca Juga: Kecerdasan Seorang Penggembala Kambing Saat Ditanya Orang Alim )
Wallahu A'lam
Syeikh Ibrahim Bin Adham kemudian menutup dialog itu dengan jawaban yang cukup menyentil:
لأن الأغنام تنوم أول الليل و تصحى قبل الفجر فتدرك وقت الرحمة فتنزل عليها البركة. وأما الكلاب تنبح طول الليل فإذا دَنا وقت الفجر هجست ونامت ويفوت عليها وقت الرحمة فتنزع منها البركة
"Karena kambing lebih memilih tidur di awal malam tapi, ia selalu bangun sebelum fajar, di saat itulah ia mendapati waktu yg penuh dengan rahmat, hingga akhirnya turunlah Berkah kepadanya. Beda halnya dengan anjing, ia doyan menggonggong sepanjang malam, tetapi di saat menjelang fajar ia malah pergi tidur sampai melewatkan saat-saat turunnya kucuran rahmat dan ia pun tidak kebagian berkah".
Dalam Syarah Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa berkah memiliki dua arti. Pertama, yakni bertumbuh, berkembang atau bertambah. Kedua, yakni kebaikan yang berkesinambungan. Menurut Imam An-Nawawi, asal makna berkah ialah kebaikan yang banyak dan abadi.
Dalam satu hadis Nabi disebut bahwa waktu fajar adalah waktu yang penuh berkah. Disebut berkah karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan. Saking berkahnya waktu tersebut, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memanjatkan doa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya".
(Baca Juga: Kecerdasan Seorang Penggembala Kambing Saat Ditanya Orang Alim )
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :