Kisah Nabi Ibrahim Meminta Syafaat untuk Ayahnya di Hari Kiamat

Minggu, 04 September 2022 - 15:32 WIB
loading...
A A A
Allah Ta'ala telah menyebutkan ciri Ibrahim bahwa dia itu, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” ( QS At-Taubah : 114)

Sifat santun itu tetap mendampingi Ibrahim hingga Hari Pembalasan. Dia berdialog dengan Rabbnya untuk memohon kepada-Nya sudi kiranya memenuhi janji-Nya yang disampaikan kepada dirinya ketika masih di dunia. Dia telah berjanji kepadanya bahwa Dia tidak akan menghinakannya di masa hisab yang agung itu dalam firmanNya, “Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” ( QS Asy-Syu 'ara' : 87-89)

Sehingga pada hari itu dia berkata kepada Rabbnya, “Wahai Rabbku, Engkau telah berjanji kepadaku bahwa Engkau tidak akan menghinakan aku pada hari kebangkitan, kehinaan seperti apa yang lebih menghinakan daripada seorang ayah yang jauh? Sesungguhnya jika Engkau masukkan ayahku ke dalam neraka lalu orang yang kenal di antara para penghuni surga melihatnya, maka mereka akan mengetahui bahwa dia adalah ayahku sehingga menghinakan diriku.”

Sehingga Rabb Yang Maha Perkasa berfirman kepada Ibrahim, “Sesungguhnya aku haramkan surga bagi orang-orang kafir.”

Baca juga: Nabi Ibrahim Menyuruh Nabi Isma'il Ceraikan Istrinya, Ini Sebabnya

Ini adalah kata putus yang tidak ada perkecualian di dalamnya. Akan tetapi, itulah yang mewujudkan keselamatan bagi Ibrahim dari kehinaan dengan tidak memasukkan ayahnya ke dalam surga.

Allah telah mengusapnya dengan seekor hyena lalu berfirman kepada Ibrahim. “Lihat ke bawah kedua kakimu.”

Tiba-tiba dia melihat padanya seekor binatang yang jorok, kotor, dan busuk. Dengan kotorannya dia mengoleskan pada Ibrahim. Ketika itu lenyaplah rasa kasih sayang yang ada di dalam hati Ibrahim kepada ayahnya, lalu dia membelakanginya.

Surga bukan tempat orang seperti kotoran busuk dan sampah seperti itu. Ayah Ibrahim telah terolesi oleh najis kesyirikan dan kekotoran dosa-dosa. Sehingga tempat orang kotor sedemikian itu adalah neraka. Inilah yang diperlakukan kepada seekor binatang najis seperti itu menjadi ayah bagi Ibrahim.

Baca juga: Dahsyatnya Tawakkal Nabi Ibrahim, Api pun Menjadi Dingin
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Rekomendasi
Negeri Dongeng yang...
Negeri Dongeng yang Tidak Pernah Ada di Peta Ditemukan di Mesir
Bumi Berdenyut 26 Detik...
Bumi Berdenyut 26 Detik Sekali, Kondisi Genting atau Fenomena Biasa?
Al Battani : Astronom...
Al Battani : Astronom Muslim yang Tepat Menghitung Jumlah Waktu dan Hari
Artikel Terkini
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved