Waspada! Dukun Ternyata Juga Wali
Senin, 05 September 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Abu Bakar Jabir Al-Jazairi menjelaskan setan mempunyai wali-wali dari kalangan manusia. "Setan berkuasa atas mereka, kemudian membuat mereka lupa zikir kepada Allah Ta'ala, membujuk mereka kepada keburukan, dan menyodorkan kebatilan kepada mereka, mentulikan mereka dari mendengar kebenaran, dan membutakan mereka dari melihat bukti-bukti kebenaran," tuturnya.
Mereka tunduk kepada setan, dan taat kepada perintah-perintahnya. Setan merayu mereka dengan keburukan, dan menjerumuskan mereka ke dalam kerusakan dengan tazyin (menghias sesuatu sehingga terlihat sebaliknya), hingga ia kenalkan kemungkaran kepada mereka, dan mereka pun mengenalnya.
Setan membuat menghias kebaikan sebagai kemungkaran kepada mereka, dan mereka memungkiri kebaikan tersebut. Mereka adalah musuh-musuh wali-wali Allah Ta'ala, dan perang selalu meledak di antara kedua kelompok.
Wali-wali Allah Ta'ala setia kepada Allah, sedang mereka memusuhi-Nya. Wali-wali Allah mencintai Allah Ta'ala, dan membuat-Nya rida, sedang mereka membuat-Nya marah, dan murka kepada mereka, maka kutukan Allah Ta'ala atas mereka, kendati banyak sekali kejadian-kejadian luas biasa terjadi pada mereka, seperti mereka bisa terbang ke langit, atau berjalan di atas air. Sebab itu tidak lain adalah istidraj dari Allah Ta'ala bagi orang yang memusuhi-Nya, atau menjadi penolong setan dalam menghadapi orang-orang yang setia kepada-Nya.
Baca juga: Dalil Kedustaan Dukun dan Peramal dalam Islam
Beda Karomah
Adapun perbedaan antara karomah Rabbaniyah wali-wali Allah dengan kejadian-kejadian kesetanan maka itu bisa dilihat pada perilaku seseorang, dan kondisi dirinya.
Jika orang tersebut termasuk orang beriman, orang bertakwa yang berpegang teguh kepada Syariat Allah secala lahir dan batin, maka kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah karomah dari Allah Ta'ala untuknya.
Jika orang tersebut termasuk orang brengsek, buruk, jauh dari ketakwaan, dan tenggelam dalam berbagai kemaksiatan, kekafiran, dan kerusakan, maka kejadiankejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah sejenis istidraj, atau pengabdian syetan untuknya, atau bantuan syetan kepadanya.
Beraneka Ragam
Di antara wali-wali setan, ada orang yang didatangi setan dengan beraneka ragam makanan dan minuman. Ada di antara mereka yang kebutuhannya dipenuhi setan. Ada di antara mereka yang diajak bicara setan dengan gaib dan setan memperlihatkan padanya batin, segala sesuatu, dan rahasia-rahasianya.
Ada di antara mereka yang dilindungi setan dari terkena senjata (kebal). Ada di antara mereka yang didatangi setan yang menjelma dalam bentuk salah seorang saleh, ketika orang tersebut meminta pertolongan kepadanya setan ingin menipunya, menyesatkannya, dan membawanya kepada syirik kepada Allah, dan maksiat kepada-Nya.
Di antara mereka ada yang dibawa setan ke tempat yang jauh, atau setan menghadirkan padanya orang-orang atau barang-barang dari tempat yang jauh. Dan kejadian-kejadian lain yang didukung setan, jin-jin pembangkang, dan brengsek.
Kejadian-kejadian kesetanan terjadi karena keburukan roh manusia akibat melakukan berbagai keburukan, kerusakan, kekafiran, kemaksiatan yang jauh dari orang yang mempunyai kebenaran dan kebaikan, jauh dari iman, dan jauh dari keshalihan hingga keburukan ruh tersebut menyatu dengan ruh syetansyetan yang dicetak di atas keburukan, dan sebagian dari mereka mengabdi kepada sebagian yang lain sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
Mereka tunduk kepada setan, dan taat kepada perintah-perintahnya. Setan merayu mereka dengan keburukan, dan menjerumuskan mereka ke dalam kerusakan dengan tazyin (menghias sesuatu sehingga terlihat sebaliknya), hingga ia kenalkan kemungkaran kepada mereka, dan mereka pun mengenalnya.
Setan membuat menghias kebaikan sebagai kemungkaran kepada mereka, dan mereka memungkiri kebaikan tersebut. Mereka adalah musuh-musuh wali-wali Allah Ta'ala, dan perang selalu meledak di antara kedua kelompok.
Wali-wali Allah Ta'ala setia kepada Allah, sedang mereka memusuhi-Nya. Wali-wali Allah mencintai Allah Ta'ala, dan membuat-Nya rida, sedang mereka membuat-Nya marah, dan murka kepada mereka, maka kutukan Allah Ta'ala atas mereka, kendati banyak sekali kejadian-kejadian luas biasa terjadi pada mereka, seperti mereka bisa terbang ke langit, atau berjalan di atas air. Sebab itu tidak lain adalah istidraj dari Allah Ta'ala bagi orang yang memusuhi-Nya, atau menjadi penolong setan dalam menghadapi orang-orang yang setia kepada-Nya.
Baca juga: Dalil Kedustaan Dukun dan Peramal dalam Islam
Beda Karomah
Adapun perbedaan antara karomah Rabbaniyah wali-wali Allah dengan kejadian-kejadian kesetanan maka itu bisa dilihat pada perilaku seseorang, dan kondisi dirinya.
Jika orang tersebut termasuk orang beriman, orang bertakwa yang berpegang teguh kepada Syariat Allah secala lahir dan batin, maka kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah karomah dari Allah Ta'ala untuknya.
Jika orang tersebut termasuk orang brengsek, buruk, jauh dari ketakwaan, dan tenggelam dalam berbagai kemaksiatan, kekafiran, dan kerusakan, maka kejadiankejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah sejenis istidraj, atau pengabdian syetan untuknya, atau bantuan syetan kepadanya.
Beraneka Ragam
Di antara wali-wali setan, ada orang yang didatangi setan dengan beraneka ragam makanan dan minuman. Ada di antara mereka yang kebutuhannya dipenuhi setan. Ada di antara mereka yang diajak bicara setan dengan gaib dan setan memperlihatkan padanya batin, segala sesuatu, dan rahasia-rahasianya.
Ada di antara mereka yang dilindungi setan dari terkena senjata (kebal). Ada di antara mereka yang didatangi setan yang menjelma dalam bentuk salah seorang saleh, ketika orang tersebut meminta pertolongan kepadanya setan ingin menipunya, menyesatkannya, dan membawanya kepada syirik kepada Allah, dan maksiat kepada-Nya.
Di antara mereka ada yang dibawa setan ke tempat yang jauh, atau setan menghadirkan padanya orang-orang atau barang-barang dari tempat yang jauh. Dan kejadian-kejadian lain yang didukung setan, jin-jin pembangkang, dan brengsek.
Kejadian-kejadian kesetanan terjadi karena keburukan roh manusia akibat melakukan berbagai keburukan, kerusakan, kekafiran, kemaksiatan yang jauh dari orang yang mempunyai kebenaran dan kebaikan, jauh dari iman, dan jauh dari keshalihan hingga keburukan ruh tersebut menyatu dengan ruh syetansyetan yang dicetak di atas keburukan, dan sebagian dari mereka mengabdi kepada sebagian yang lain sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
Lihat Juga :