Karomah KH Muntaha al-Hafizh, Beras 10 Kg untuk Sebulan
Sabtu, 10 September 2022 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Mbah Muntaha adalah putra dari KH Asy'ari bin KH Abdurrahim bin Kiai Muntaha. Kakek buyut Mbah Muntaha adalah salah seorang pasukan perang Pangeran Diponegoro yang jika ditelusuri silsilahnya sampai kepada Hamangkurat IV.
Banyak tokoh pimpinan negeri ini yang menyempatkan datang ke desa Kalibeber yang terletak di pegunungan Dieng untuk sowan Mbah Muntaha.
Mbah Muntaha adalah pendiri Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Wonosobo yang pada waktu berdirinya memiliki tiga fakultas, yaitu Tarbiyah, Dakwah, dan Syari'ah.
Atas prakarsa dan keinginan Mbah Mun, IIQ sekarang telah berubah menjadi Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo yang memiliki fakultas-fakultas umum. Sejak IIQ didirikan (1988) sampai tahun 2001, KH Muntaha menjabat sebagai rektor II.
Mbah Muntaha adalah seorang kiai pesantren yang memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan Al-Qur'an. Dan di sisi lain, masyarakat percaya bahwa dia memiliki banyak karomah.
Samsul Munir Amin dalam bukunya berjudul "Karomah Para Kiai" mengatakan karomah seseorang bisa terjadi atas kehendak Allah. Allah-lah yang menganugerahkan karomah itu, khususnya kepada orang-orang yang masa hidupnya secara tulus ikhlas diperuntukkan bagi-Nya dan didedikasikan bagi pengembangan agama-Nya.
Kisah karomah Mbah Muntaha tersebut, tentunya bukan kehendak Mbah Mun sendiri, melainkan kehendak Tuhan. Sebab, sesuatu barang yang telah diberikan Mbah Mun kepada Sayyid Fahmi semestinya memang habis setelah digunakan dalam beberapa waktu sebagaimana lazimnya. Akan tetapi, berkat karomahnya, beras dan gula pemberian Kiai Muntaha ternyata belum habis juga.
Sebagaimana diketahui, Kiai Muntaha memang pengamal dan penghapal Al-Qur'an yang dawam membaca Al-Qur'an dalam kesehariannya. Dan kejadian tersebut semata-mata karena berkahnya Al-Qur'an, dan itu merupakan karomah dari Kiai Muntaha.
Terkait dengan hal ini, ujar Samsul Munir Amin, kita teringat kisah Nabi Muhammad yang bisa memperbanyak makanan dari yang jumlahnya sedikit menjadi banyak. Kejadian aneh yang terjadi pada Mbah Mun, sekalipun tidak sama dengan Nabi, setidaknya perilaku tersebut bisa terjadi pada orang yang dikehendaki Allah.
Baca juga: Karomah Syaikhona Kholil, Ulama Kharismatik Pulau Madura
Banyak tokoh pimpinan negeri ini yang menyempatkan datang ke desa Kalibeber yang terletak di pegunungan Dieng untuk sowan Mbah Muntaha.
Mbah Muntaha adalah pendiri Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Wonosobo yang pada waktu berdirinya memiliki tiga fakultas, yaitu Tarbiyah, Dakwah, dan Syari'ah.
Atas prakarsa dan keinginan Mbah Mun, IIQ sekarang telah berubah menjadi Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo yang memiliki fakultas-fakultas umum. Sejak IIQ didirikan (1988) sampai tahun 2001, KH Muntaha menjabat sebagai rektor II.
Mbah Muntaha adalah seorang kiai pesantren yang memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan Al-Qur'an. Dan di sisi lain, masyarakat percaya bahwa dia memiliki banyak karomah.
Samsul Munir Amin dalam bukunya berjudul "Karomah Para Kiai" mengatakan karomah seseorang bisa terjadi atas kehendak Allah. Allah-lah yang menganugerahkan karomah itu, khususnya kepada orang-orang yang masa hidupnya secara tulus ikhlas diperuntukkan bagi-Nya dan didedikasikan bagi pengembangan agama-Nya.
Kisah karomah Mbah Muntaha tersebut, tentunya bukan kehendak Mbah Mun sendiri, melainkan kehendak Tuhan. Sebab, sesuatu barang yang telah diberikan Mbah Mun kepada Sayyid Fahmi semestinya memang habis setelah digunakan dalam beberapa waktu sebagaimana lazimnya. Akan tetapi, berkat karomahnya, beras dan gula pemberian Kiai Muntaha ternyata belum habis juga.
Sebagaimana diketahui, Kiai Muntaha memang pengamal dan penghapal Al-Qur'an yang dawam membaca Al-Qur'an dalam kesehariannya. Dan kejadian tersebut semata-mata karena berkahnya Al-Qur'an, dan itu merupakan karomah dari Kiai Muntaha.
Terkait dengan hal ini, ujar Samsul Munir Amin, kita teringat kisah Nabi Muhammad yang bisa memperbanyak makanan dari yang jumlahnya sedikit menjadi banyak. Kejadian aneh yang terjadi pada Mbah Mun, sekalipun tidak sama dengan Nabi, setidaknya perilaku tersebut bisa terjadi pada orang yang dikehendaki Allah.
Baca juga: Karomah Syaikhona Kholil, Ulama Kharismatik Pulau Madura
(mhy)
Lihat Juga :