Gelar Halaqah Pesantren, GAPPI Bahas Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi Zakat

Sabtu, 06 Desember 2025 - 21:40 WIB
loading...
Gelar Halaqah Pesantren,...
Para pembicara yang hadir dalam acara Halaqah Pesantren di antaranya, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Misha Nugraha Ramadhan, perwakilan BI, serta KH Cholil
A A A
DEPOK- Gabungan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPPI) menggelar Halaqah Pesantren.Forum tersebut mempertemukan pengasuh pesantren, akademisi, dan perwakilan pemerintah untuk membahas penguatan peran pesantren dalam kemandirian ekonomi dan pengelolaan zakat berbasis teknologi yang dilaksanakan diPesantrenCendikia Amanah Depok, kemarin.

Acara dihadiri oleh Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, serta Misha Nugraha Ramadhan, perwakilan Bank Indonesia dari Departemen Ekonomi Syariah. Hadir pula Ketua Umum GAPPI KH Cholil Nafis, yang memberikan arahan dan dorongan kepada pesantren untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan usaha produktif.

Dalam forum tersebut, pengalaman Pesantren Cendikia Amanah menjadi perhatian peserta. Melalui koperasinya, pesantren ini mengembangkan budidaya sayuran hidroponik hingga menghasilkan pengiriman rutin sekitar 5 ton sayuran setiap bulan untuk jaringan pasar. Model pertanian berbasis teknologi tersebut melibatkan santri dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman, panen hingga pemasaran, dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.



Cendikia Amanah saat ini juga sedang menyiapkan duplikasi program ekonomi tersebut ke pesantren anggota GAPPI lainnya, mencakup tiga model utama: budidaya hidroponik, pengembangan peternakan kambing, serta penguatan koperasi pesantren sebagai mesin ekonomi yang dikelola profesional. Melalui program pelatihan, pendampingan teknis, dan pola usaha berbagi hasil, GAPPI mendorong kolaborasi agar model yang terbukti berhasil dapat diterapkan secara luas.

Baca juga: Mabuk Cinta dan Bahayanya Menurut Islam, Kaum Muslim Wajib Tahu!

Dr. Basnang Said menilai langkah tersebut sebagai bentuk aktualisasi nilai pendidikan Islam dalam konteks sosial modern, "Pesantren hari ini tidak hanya membentuk akhlak dan keilmuan santri, tetapi juga menciptakan ruang pemberdayaan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Model usaha produktif seperti hidroponik, peternakan, dan digitalisasi zakat adalah wujud aktualisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam konteks sosial modern. Kemenag mendukung penuh gerakan kemandirian pesantren agar menjadi lokomotif ekonomi umat yang adil, bermartabat, dan berkelanjutan,"ujarnnya.

Sementara itu, Bank Indonesia melihat pesantren sebagai bagian penting dalam penguatan ekonomi syariah nasional. Misha Nugraha Ramadhan menyampaikan bahwa pesantren memiliki basis sosial dan nilai spiritual yang kuat, sehingga dapat mencapai tujuan ekonomi dan sosial secara bersamaan, “Ekonomi syariah tumbuh kuat ketika dikembangkan dari akar budaya dan institusi keagamaan kita sendiri — dan pesantren adalah fondasi utamanya. Inisiatif seperti budidaya hidroponik, peternakan, dan ekosistem zakat digital menunjukkan bahwa pesantren mampu membangun model bisnis yang modern tanpa meninggalkan nilai spiritual. Bank Indonesia melihat peran pesantren sangat strategis dalam mendukung kedaulatan pangan dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.”

Dalam kesempatan yang sama, KH Cholil Nafis menekankan perlunya kolaborasi antar pesantren untuk memperkuat peran ekonomi dan sosial secara kolektif.

“Pesantren memiliki modal sosial yang sangat besar—jaringan santri, alumni, dan masyarakat—yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan ekonomi umat. Melalui koperasi, budidaya hidroponik, peternakan, hingga digitalisasi zakat, pesantren dapat menjalankan fungsi pemberdayaan tanpa meninggalkan identitas keilmuannya. GAPPI mendorong kolaborasi agar pesantren tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan dan terhubung dalam ekosistem yang terukur dan transparan. Melalui LAZIA, kami ingin pesantren menjadi Unit Pengumpul Zakat yang profesional dan memiliki dampak sosial nyata di lingkungan masing-masing. Kemandirian pesantren bukan hanya soal ketahanan ekonomi, tetapi juga tentang masa depan pendidikan Islam yang mampu menjawab kebutuhan zaman,"ungkap KH Cholil Nafis

Momentum diskusi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lembaga Amil Zakat Investa Amanah dan KlikZakat, pengembang platform zakat, infak, dan sedekah digital. Penandatanganan dilakukan oleh CEO KlikZakat, Yoga Rifai Hamzah dan Direktur LAZIA, Ust. Dr. Achmad Afif, M.EI. Melalui kerja sama ini, diluncurkan portal edukasi zakat lazia.org, serta platform penggalangan dana digital amanahzakat.lazia.org yang menawarkan kemudahan akses infak dan zakat secara transparan.

Halaqah Pesantren GAPPI di Depok mencerminkan upaya nyata pesantren dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan digitalisasi tata kelola zakat. Forum ini menjadi ruang pertukaran pengalaman dan praktik pengembangan usaha produktif, yang diharapkan dapat diterapkan di lingkungan pesantren lainnya untuk meningkatkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: 7 Ayat Perihal Cinta dalam Al Quran, Simak di Sini!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana yang Lebih Baik,...
Mana yang Lebih Baik, Bayar Zakat Fitrah di Domisili atau di Luar Daerah?
Zakat Tidak Dibagikan...
Zakat Tidak Dibagikan Sembarangan, Hanya 8 Golongan yang Berhak Menerimanya
Meneladani Umar bin...
Meneladani Umar bin Abdul Aziz: Membangun Ekosistem Zakat Produktif dalam Organisme Pesantren
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Keutamaan Zakat Fitrah,...
Keutamaan Zakat Fitrah, Pembersih Orang Berpuasa
Rekomendasi
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Membakar 210 Kawasan Hutan di Kanada
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
Perhitungan Isaac Newton...
Perhitungan Isaac Newton Tentang Kiamat pada Tahun 2060
Artikel Terkini
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Infografis
Muslim Harus Tahu, 7...
Muslim Harus Tahu, 7 Keutamaan Zakat dalam Al-Quran dan Hadis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved