Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Dikisahkan dalam Hadis Sahih

loading...
Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Dikisahkan dalam Hadis Sahih
Mukjizat paling agung Nabi Muhammad SAW adalah Al-Quran. Foto/Ilustrasi: dok SINDOnews
Tidaklah semua mukjizat Rasulullah SAW yang nyata dan tersiar di antara orang-orang merupakan riwayat yang sahih dan benar, dan tidak juga semuanya salah. "Kesahihan dan kesalahan dalam masalah-masalah ini ditentukan oleh sanad-sanad," ujar Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam kitabnya Fatawa Qardhawi .

Di antara hadis-hadis sahih dan kuat, menurut al-Qardhawi salah satunya adalah mukjizat Nabi Muhammad tentang "rintihan batang kurma". Ini berdasar hadis yang diriwayatkan oleh sekelompok sahabat tentang "rintihan batang kurma" ketika Nabi SAW pertama kali berkhutbah.

Baca juga: Cinta Rasulullah dan Kisah Pohon Kurma yang Merintih Pilu

Tatkala dibuatkan mimbar baginya dan beliau berdiri di atasnya untuk berkhutbah, terdengarlah suara dari batang kurma, seperti induk unta yang meratapi anaknya. Kemudian Nabi SAW menghampiri dan mengusapkan tangannya pada pohon itu. Maka, batang kurma itu pun terdiam.

Berkata Al-Allamah Tajuddin As-Subki: "Rintihan batang kurma adalah mutawatir, karena ia diriwayatkan oleh sekelompok sahabat, hingga sekitar 20 orang dan banyak perawi yang sahih, sehingga memastikan terjadinya."

Begitu pula Qadli Iyadl berkata dalam Asy-Syifa': "Hadis itu mutawatir."

Mukjizat selanjutnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ashabus Sunan lainnya dari sekelompok sahabat mengenai "pengadaan air yang banyak dengan cara yang tidak biasa dilakukan."

Hal itu dilakukan dalam peperangan-peperangan dan perjalanan-perjalanan Nabi SAW, misalnya pada perang Hudaibiyah, Tabuk dan lainnya.

Diriwayatkan oleh Syaikhan, dari Anas bahwa Nabi SAW dan para sahabatnya berada di Zaura', lalu ia menyuruh mengambil segelas air. Kemudian beliau mencelupkan telapak tangannya ke dalam gelas, lalu air terus rnemancar dari celah-celah jari dan ujung-ujung jarinya. Kemudian para sahabat Nabi SAW berwudhu dengan air itu.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Al-Barra' bin Azib bahwa mereka berada bersama 1400 orang pada hari Hudaibiyah dan mereka menguras sumur Hudaibiyah tanpa meninggalkan setetes pun di dalamnya. Kemudian Nabi SAW mendengar hal itu dan menghampirinya. Beliau duduk di atas tepinya, kemudian menyuruh mengambil sebuah bejana berisi air, lalu berwudhu. Setelah itu, beliau berkumur dan berdoa, lalu menyemburkannya ke dalam sumur itu.

Al-Barra, berkata, "Kemudian kami meninggalkannya tidak begitu jauh. Maka keluarlah air dari sumur itu yang mencukupi dan mengenyangkan ternak-ternak kami serta para pengendaranya."

Banyak sekali hadis yang diriwayatkan mengenai "mengalirnya air" sebagai mukjizat Rasulullah SAW dengan riwayat yang sahih.

Baca juga: Surat Al Qamar: Mukjizat Nabi Muhammad Membelah Bulan

Peristiwa Lain
Riwayat-riwayat yang ada dalam kitab-kitab Sunnah berupa pengabulan Allah Ta'ala terhadap doa Nabi SAW di tempat-tempat yang tidak terbilang banyaknya, misalnya untuk menurunkan hujan, ketika perang Badar agar diberi kemenangan, bagi Ibnu Abbas agar diberi kepandaian dalam ilmu agama, bagi Anas agar diberi anak yang banyak dan umur panjang, bagi sebagian orang yang mengganggunya dan sebagainya.

Selain itu, kabar-kabar yang sahih tentang kejadian-kejadian yang bakal terjadi, sebagaimana diberitahukan oleh Rasulullah SAW sebagian di masa hidupnya dan sebagian sesudah wafatnya, misalnya penakluk negeri Yaman, Basrah dan Persia.

Sabda Nabi SAW: "Engkau akan dibunuh oleh golongan yang zalim." Sabda Nabi SAW tentang Al-Hasan: "Sesungguhnya putraku ini adalah pemimpin dan dengan lantaran Allah akan mendamaikan antara dua golongan dari kaum Muslimim."

"Pemberitahuannya tentang penaklukan Konstantinopel dan lainnya."

Baca juga: 3 Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Terbukti Secara Sains

Tidak Sah Riwayatnya
"Adapun peristiwa-peristiwa luar biasa dan mukjizat-mukjizat yang yang tidak sah riwayatnya, maka kami tidak membenarkan dan mengesampingkannya, meskipun tersiar di antara ummat Muslim," ujar Syaikh Yusuf Al-Qardhawi.

Kami anggap cukup di sini mengenai riwayat, bahwa ketika Nabi SAW bersembunyi di dalam gua sewaktu hijrah ke Madinah, datang dua ekor merpati bertelur di mulut gua di samping sebatang pohon yang tumbuh, lalu menutupi pintu masuk gua.
halaman ke-1
preload video