Benarkah Nabi Muhammad SAW Tercipta dari Cahaya, Berikut Penjelasannya
Rabu, 28 September 2022 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Dan mereka berkata: "Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang Malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?" (QS. Al-Furqan: Ayat 7)
Bahkan Rasulullah SAW sendiri yang menyatakan bahwa dirinya hanya manusia biasa. Yang membuat beliau istimewa adalah beliau menerima wahyu dari Allah dan diangkat sebagai Rasul utusan Allah untuk umat manusia. Selebihnya, manusia biasa yang lahir dari rahim ibunya.
"Maha suci Tuhanku, aku ini tidak lain hanyalah manusia yang diutus." (QS. Al-Isra': Ayat 93)
"Maka penjelasan yang paling kuat dalam masalah cahaya Muhammad ini adalah bahwa secara fisik beliau adalah manusia biasa, sama dengan manusia lainnya. Namun secara risalah dan hidayah, beliau diumpakan seperti cahaya dari Allah untuk semua umat manusia," jelas Ustaz Ahmad Sarwat.
Hormat dan kecintaan kita kepada beliau bukan karena beliau terbuat dari cahaya secara fisik, melainkan karena Allah memerintahkan kita untuk menghormati dan mencintai beliau. Sebagaimana perintah Rasulullah SAW:
Katakanlah: "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: Ayat 31)
Wallahu A'lam
Baca Juga: 10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW dan Fadhilah Bagi yang Menghafalnya
Bahkan Rasulullah SAW sendiri yang menyatakan bahwa dirinya hanya manusia biasa. Yang membuat beliau istimewa adalah beliau menerima wahyu dari Allah dan diangkat sebagai Rasul utusan Allah untuk umat manusia. Selebihnya, manusia biasa yang lahir dari rahim ibunya.
"Maha suci Tuhanku, aku ini tidak lain hanyalah manusia yang diutus." (QS. Al-Isra': Ayat 93)
"Maka penjelasan yang paling kuat dalam masalah cahaya Muhammad ini adalah bahwa secara fisik beliau adalah manusia biasa, sama dengan manusia lainnya. Namun secara risalah dan hidayah, beliau diumpakan seperti cahaya dari Allah untuk semua umat manusia," jelas Ustaz Ahmad Sarwat.
Hormat dan kecintaan kita kepada beliau bukan karena beliau terbuat dari cahaya secara fisik, melainkan karena Allah memerintahkan kita untuk menghormati dan mencintai beliau. Sebagaimana perintah Rasulullah SAW:
Katakanlah: "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: Ayat 31)
Wallahu A'lam
Baca Juga: 10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW dan Fadhilah Bagi yang Menghafalnya
(rhs)
Lihat Juga :