Penemuan Sapi Merah Gemparkan Israel, Benarkah Ini Pertanda Kiamat?

loading...
Penemuan Sapi Merah Gemparkan Israel, Benarkah Ini Pertanda Kiamat?
Seorang rabi Israel memeriksa sapi merah menggunakan lensa pembesar yang akan digunakan untuk ritual pemurnian. Foto/STR NEW/Reuters
Israel telah menemukan lima sapi merah sempurna dari sebuah peternakan di Texas, Amerika Serikat (AS). Ada yang mengaitkan kelahiran sapi merah ini sebagai pertanda Kiamat. Benarkah demikian?

Menurut kepercayaan umat Yahudi di Israel, sapi merah (red heifer atau red cow) merupakan salah satu hewan yang secara khusus digunakan sebagai korban persembahan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Abunya digunakan dalam upacara pentahiran bagi orang Israel kuno yang bersentuhan dengan mayat.

Kelahiran dan pengorbanan sapi merah mengawali pembangunan bait suci (kuil suci) ketiga di Yerusalem. Di kalangan Yahudi Ortodoks, pembangunan kembali Bait Suci Ketiga akan terjadi sebelum kedatangan Mesias. Dua Kuil Suci sebelumnya telah hancur. Namun, Temple Institute dan organisasi lain telah dibentuk dengan tujuan membangun Bait Suci Ketiga di Gunung Moriah atau Temple Mount.

Beberapa teolog juga percaya bahwa pembangunan bait suci ketiga dikaitkan dengan Hari Penghakiman atau akhir zaman. Direktur Temple Institute, Rabi Chain Richman, percaya sekarang saatnya membangun Bait Suci Ketiga setelah kelahiran anak sapi merah.

Benarkah kelahiran sapi merah ini menjadi salah satu tanda Hari Kiamat ? Mari kita simak penjelasan Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya dalam satu kajiannya di saluran Al-Bahjah TV.

"Kita harus kembali kepada akidah Islam. Dalam Hadis Nabi tentang tanda-tanda Kiamat besar, tidak ada menyebutkan sapi merah sebagai tanda Kiamat," kata Buya Yahya.

10 tanda Kiamat besar (Al-Kubro) yang disampaikan Rasulullah SAW dalam Hadis sahih antara lain, Rasulullah menyebut: (1) Kabut, (2) Dajjal, (3) Binatang (ad-Dabbah), (4) Terbitnya matahari dari barat, (5) Turunnya Isa bin Maryam, (6) Ya'juj dan Ma'juj, (7) Tiga gerhana gerhana di timur, (8) Gerhana di barat dan (9) Gerhana di jazirah Arab. Dan yang terakhir adalah (10) Api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka."

Kata Buya Yahya, bayangkan matahari terbit dari barat, semua guncang dan membuat orang heboh. Saat itu tidak diterima lagi tobat.

Adapun sapi merah itu adalah keyakinan Yahudi. Jadi kalau sapi merah datang ke Israel sudah waktunya mereka membangun Haikal. Mereka ingin membangkitkan kembali Haikal Sulaiman (Bait Salomo).

Munculnya sapi merah ini diyakini oleh mereka sebagai pertanda baik untuk membangun Bait yang paling suci. Dan Israel berkeyakinan hari Kiamat tidak akan terjadi sebelum Bait suci ketiga ini terbangun.

Setelah itu akan muncul seorang raja yang akan membawa kemenangan bagi Israel. Orang-orang ekstrem Israel akan berupaya menghancurkan Palestina dengan lahirnya sapi merah sempurna tersebut.

"Umat Islam tidak perlu meyakini hal semacam itu. Alamat tanda-tanda hari Kiamat yang diajarkan Nabi Isa 'alaihissalam sama dengan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Tanda kiamat yang diajarkan Nabi Musa juga sama dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad," jelas Buya Yahya.

Jadi kesimpulannya, sapi merah itu merupakan salah satu keyakinan sekte Yahudi tentang tanda-tanda Kiamat dan pertanda akan dibangunnya kembali Bait suci mereka. Jadi tidak ada urusannya dengan Islam.

Baca Juga: Fenomena Sapi Merah Sempurna Gemparkan Israel, dari Nabi Musa hingga Sekarang

Berikut video ceramah Buya Yahya terkait sapi merah diunggah Channel Al-Bahjah TV 24 Desember 2018:
(rhs)
preload video