Mereka Mengklaim Diri sebagai Imam Mahdi
Kamis, 13 Oktober 2022 - 12:28 WIB
loading...
Mirza Gulam Ahmad, salah seorang yang mengaku diri Imam Mahdi. Foto/IlustrasI: al-hakam
A
A
A
Tak sedikit tokoh yang mengklaim diri sebagai Imam Mahdi . Klaim itu ada juga yang dibuat kelompoknya. Mereka tak segan-segan merekayasa agar sang tokoh tersebut cocok sebagaimana Imam Mahdi yang dimaksud dalam hadis Rasulullah SAW .
Syaikh Mutawalli Sya'rawi dalam bukunya berjudul "Alaamaat Al-Giyaamah Al-Kubraa" mencontohkan beberapa kasus tentang klaim sejumlah kelompok tentang Imam Mahdi mereka itu.
Baca juga: Imam Mahdi Sudah Datang pada Oktober 2015?
Abu Al-Husain Muhammad bin Al-Husain Al-Abiri dalam kitab "Manaagib Asy-Syafi'i" mengatakan, hadis-hadis mengenai Al-Mahdi sudah sangat masyhur dan mutawatir.
"Ia berasal dari Ahlu Bait, berkuasa selama tujuh tahun, memenuhi dunia dengan keadilan, dan sesungguhnya Isa juga keluar membantunya dalam membunuh Dajjal. Ia menjadi imam sholat umat ini dan Isa ikut menjadi makmum di belakangnya."
Selanjutnya, Syi'ah Itsna 'Atsariya berkeyakinan bahwa Al-Mahdi yang dimaksud Rasulullah SAW adalah Al-Mahdi mereka. Namanya Muhammad bin Hasan. Hal ini berbeda dengan Al-Mahdi yang disebutkan Rasulullah SAW karena yang disebutkannya bernama Muhammad bin Abdullah.
Oleh sebab itu, sebagian kaum menghilangkan nama ayah agar tidak bertentangan dengan pengakuan mereka. Sebagian yang lain menyimpangkannya dengan mengatakan bahwa kakeknya adalah Al-Husain, sedang Al-Mahdi yang nama panggilannya yaitu Abu Abdillah disebut Rasulullah SAW. Mereka menyebutnya dengan Muhammad bin Abi Abdullah. Di sini nama panggilan dijadikan nama ayah.
Baca juga: 3 Fakta Imam Mahdi yang Patut Diketahui
Barangsiapa yang mempunyai sedikit penalaran, maka ia akan mengetahui bahwa yang ini adalah suatu penyimpangan dan kebohongan terhadap Rasulullah. Sabda Rasulullah SAW berbunyi, “Namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayahku," tidak bisa dipahami oleh seorang pun kecuali bahwa nama ayahnya adalah Abdullah (bukan Abu Abdillah). Dan juga, Al-Mahdi yang disebut Rasulullah SAW adalah dari keturunan Al-Hasan bin Ali bukan dari keturunan Al-Husain.
Selanjutnya, beberapa golongan mengaku bahwa Al-Mahdi yang diberitakan Rasulullah SAW adalah Al-Mahdi dari Qaramithah Al-bathiniyah yang bermukim di Maroko.
Kaum Qamamithah itu berasal dari keturunan Maimun Al-Qaddah. Mereka mengaku bahwa Maimun ini berasal dari keturunan Muhammad bin Ismail. Dari sinilah Al-Ismaili dinisbatkan. Mereka ini adalah kelompok batin yang atheis, keluar dari semua agama, lebih kafir dari kelompok kafir ekstrim seperti An-Nashiriyah.
Madzhab mereka merupakan campuran dari mazhab Majusi, Shabi'ah dan falasifah (para filsuf) yang disertai dengan kentalnya madzhab Syiah dalam mereka.
Syaikh Mutawalli Sya'rawi dalam bukunya berjudul "Alaamaat Al-Giyaamah Al-Kubraa" mencontohkan beberapa kasus tentang klaim sejumlah kelompok tentang Imam Mahdi mereka itu.
Baca juga: Imam Mahdi Sudah Datang pada Oktober 2015?
Abu Al-Husain Muhammad bin Al-Husain Al-Abiri dalam kitab "Manaagib Asy-Syafi'i" mengatakan, hadis-hadis mengenai Al-Mahdi sudah sangat masyhur dan mutawatir.
"Ia berasal dari Ahlu Bait, berkuasa selama tujuh tahun, memenuhi dunia dengan keadilan, dan sesungguhnya Isa juga keluar membantunya dalam membunuh Dajjal. Ia menjadi imam sholat umat ini dan Isa ikut menjadi makmum di belakangnya."
Selanjutnya, Syi'ah Itsna 'Atsariya berkeyakinan bahwa Al-Mahdi yang dimaksud Rasulullah SAW adalah Al-Mahdi mereka. Namanya Muhammad bin Hasan. Hal ini berbeda dengan Al-Mahdi yang disebutkan Rasulullah SAW karena yang disebutkannya bernama Muhammad bin Abdullah.
Oleh sebab itu, sebagian kaum menghilangkan nama ayah agar tidak bertentangan dengan pengakuan mereka. Sebagian yang lain menyimpangkannya dengan mengatakan bahwa kakeknya adalah Al-Husain, sedang Al-Mahdi yang nama panggilannya yaitu Abu Abdillah disebut Rasulullah SAW. Mereka menyebutnya dengan Muhammad bin Abi Abdullah. Di sini nama panggilan dijadikan nama ayah.
Baca juga: 3 Fakta Imam Mahdi yang Patut Diketahui
Barangsiapa yang mempunyai sedikit penalaran, maka ia akan mengetahui bahwa yang ini adalah suatu penyimpangan dan kebohongan terhadap Rasulullah. Sabda Rasulullah SAW berbunyi, “Namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayahku," tidak bisa dipahami oleh seorang pun kecuali bahwa nama ayahnya adalah Abdullah (bukan Abu Abdillah). Dan juga, Al-Mahdi yang disebut Rasulullah SAW adalah dari keturunan Al-Hasan bin Ali bukan dari keturunan Al-Husain.
Selanjutnya, beberapa golongan mengaku bahwa Al-Mahdi yang diberitakan Rasulullah SAW adalah Al-Mahdi dari Qaramithah Al-bathiniyah yang bermukim di Maroko.
Kaum Qamamithah itu berasal dari keturunan Maimun Al-Qaddah. Mereka mengaku bahwa Maimun ini berasal dari keturunan Muhammad bin Ismail. Dari sinilah Al-Ismaili dinisbatkan. Mereka ini adalah kelompok batin yang atheis, keluar dari semua agama, lebih kafir dari kelompok kafir ekstrim seperti An-Nashiriyah.
Madzhab mereka merupakan campuran dari mazhab Majusi, Shabi'ah dan falasifah (para filsuf) yang disertai dengan kentalnya madzhab Syiah dalam mereka.
Lihat Juga :