Mereka Mengklaim Diri sebagai Imam Mahdi
Kamis, 13 Oktober 2022 - 12:28 WIB
loading...
A
A
A
Kakek mereka adalah seorang Yahudi yang pernah menjadi anak tiri seorang Majusi. Mereka pernah mempunyai kedaulatan dan para pengikut. Para ulama telah menulis kitab-kitab yang menyingkap rahasia dan kedok mereka, seperti Al-Qadhi Abu Bakar Al-Baqilani, Al-Qadhi Abdul Jabbar Al-Hamadzani, Al-Ghazali dan ulama-ulama yang lain.
Ada pula yang mengaku bahwa Al-Mahdi adalah Ibnu At-Tamrat yang juga muncul di kawasan barat yang para pengikutnya disebut Al-Muwahhidin. Mereka menyebutnya sebagai imam makshum dan Al-Mahdi Al-Ma'lum (yang diketahui) yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi kecurangan dan kezhaliman.
Baca juga: Apakah Imam Mahdi Sudah Lahir? Begini Penjelasannya
Kelompok ini mengaku bahwa Al-Mahdi mereka ini berasal dari keturunan Al-Hasan bukan Al-Husain. Orang yang seperti ini bukanlah termasuk Syiah Rafidhah. Pengakuannya seperti itu menunjukkan kelompok ini mempunyai pengalaman dalam bidang hadis sehingga mereka mengaku demikian agar sesuai dengan yang dikatakan Rasulullah SAW dalam hadis mengenai Al-Mahdi. Namun, diketahui secara jelas bahwa Al-Mahdi yang mereka akui tersebut bukanlah al-Mahdi yang dimaksud Rasulullah SAW.
Tokoh lain yang dianggap sebagai Imam Mahdi adalah Abdullah bin Mu'awiyah. Dia adalah keturunan Ja'far bin Abi Thalib, sahabat dan sepupu Nabi Muhammad.
Pada 127 H atau 744 M, golongan Syiah di Kufah mengangkat Abdullah bin Mu'awiyah sebagai Imam Mahdi. Setelah itu, ia memberontak terhadap Khalifah Yazid III, yang kala itu menjadi penguasa Dinasti Umayyah. Abdullah bin Mu'awiyah, yang didukung golongan Syiah, berhasil menguasai barat Iran selama dua tahun, dari 746 hingga 747.
Selanjutnya ada juga Agha Muhammad Reza. Dia adalah Syiah keturunan Iran yang tinggal di Bengal. Agha Muhammad Reza dikenal sebagai seorang Sufi Pir atau orang yang menjadi pembimbing spiritual Sufi. Melalui jalan Sufi, ia memperoleh banyak pengikut dan memulai sebuah pergerakan pada 1799 dengan menginvasi Kerajaan Kachari di India Timur.
Setelah berhasil menginvasi Kerajaan Kachari, Agha Muhammad Reza mengklaim kemerdekaan dari Inggris. Agha Muhammad Reza kemudian mendeklarasikan dirinya sebagai Imam Mahdi.
Pada akhirnya, Agha Muhammad Reza ditangkap oleh East India Company (EIC), kongsi dagang Inggris, dan dipenjara di Kalkutta.
Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah , juga mengaku sebagai Imam Mahdi dan mengklaim telah menerima wahyu dari Tuhan. Selain itu, dalam usahanya untuk melegitimasi sebagai Imam Mahdi, Mirza Ghulam Ahmad mendirikan gerakan Ahmadiyah. Melalui Ahmadiyah inilah, Mirza Ghulam Ahmad menyalurkan segala idenya.
Baca juga: Munculnya Imam Mahdi Jelang Kiamat, Ini Tanda-tandanya
Tokoh lain yang mengaku diri sebagai Imam Mahdi adalah Juhaiman Al-Otabi. Ia adalah teroris yang telah menyerang Masjidil Haram di Mekkah pada 1979.
Ada pula yang mengaku bahwa Al-Mahdi adalah Ibnu At-Tamrat yang juga muncul di kawasan barat yang para pengikutnya disebut Al-Muwahhidin. Mereka menyebutnya sebagai imam makshum dan Al-Mahdi Al-Ma'lum (yang diketahui) yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi kecurangan dan kezhaliman.
Baca juga: Apakah Imam Mahdi Sudah Lahir? Begini Penjelasannya
Kelompok ini mengaku bahwa Al-Mahdi mereka ini berasal dari keturunan Al-Hasan bukan Al-Husain. Orang yang seperti ini bukanlah termasuk Syiah Rafidhah. Pengakuannya seperti itu menunjukkan kelompok ini mempunyai pengalaman dalam bidang hadis sehingga mereka mengaku demikian agar sesuai dengan yang dikatakan Rasulullah SAW dalam hadis mengenai Al-Mahdi. Namun, diketahui secara jelas bahwa Al-Mahdi yang mereka akui tersebut bukanlah al-Mahdi yang dimaksud Rasulullah SAW.
Tokoh lain yang dianggap sebagai Imam Mahdi adalah Abdullah bin Mu'awiyah. Dia adalah keturunan Ja'far bin Abi Thalib, sahabat dan sepupu Nabi Muhammad.
Pada 127 H atau 744 M, golongan Syiah di Kufah mengangkat Abdullah bin Mu'awiyah sebagai Imam Mahdi. Setelah itu, ia memberontak terhadap Khalifah Yazid III, yang kala itu menjadi penguasa Dinasti Umayyah. Abdullah bin Mu'awiyah, yang didukung golongan Syiah, berhasil menguasai barat Iran selama dua tahun, dari 746 hingga 747.
Selanjutnya ada juga Agha Muhammad Reza. Dia adalah Syiah keturunan Iran yang tinggal di Bengal. Agha Muhammad Reza dikenal sebagai seorang Sufi Pir atau orang yang menjadi pembimbing spiritual Sufi. Melalui jalan Sufi, ia memperoleh banyak pengikut dan memulai sebuah pergerakan pada 1799 dengan menginvasi Kerajaan Kachari di India Timur.
Setelah berhasil menginvasi Kerajaan Kachari, Agha Muhammad Reza mengklaim kemerdekaan dari Inggris. Agha Muhammad Reza kemudian mendeklarasikan dirinya sebagai Imam Mahdi.
Pada akhirnya, Agha Muhammad Reza ditangkap oleh East India Company (EIC), kongsi dagang Inggris, dan dipenjara di Kalkutta.
Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah , juga mengaku sebagai Imam Mahdi dan mengklaim telah menerima wahyu dari Tuhan. Selain itu, dalam usahanya untuk melegitimasi sebagai Imam Mahdi, Mirza Ghulam Ahmad mendirikan gerakan Ahmadiyah. Melalui Ahmadiyah inilah, Mirza Ghulam Ahmad menyalurkan segala idenya.
Baca juga: Munculnya Imam Mahdi Jelang Kiamat, Ini Tanda-tandanya
Tokoh lain yang mengaku diri sebagai Imam Mahdi adalah Juhaiman Al-Otabi. Ia adalah teroris yang telah menyerang Masjidil Haram di Mekkah pada 1979.
Lihat Juga :