4 Pendapat Mengenai Imam Mahdi: Umar bin Abdul Aziz Salah Satunya
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Sunan Ibn Majjah terdapat riwayat dari Abdullah bin Mas'ud bahwa ia berkata, “Suatu saat kami bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi SAW melihat mereka, maka kedua matanya mengalirkan air mata dan berubah warna (wajahnya) nya.
Maka aku bertanya, “Ada apa denganmu? kami melihat di wajahmu sesuatu yang membuat kami tidak senang."
Beliau menjawab, “Sesungguhnya kami adalah Ahli Bait, Allah telah memilihkan akhirat untuk kami daripada dunia dan sesungguhnya Ahli Baitku akan menemui cobaan dan pengusiran sampai datang suatu kaum dari kawasan timur, bersama mereka ada bendera-bendera hitam.“
Mereka meminta hak akan tetapi tidak diberi, lalu mereka berperang dan diberi kemenangan dalam perang tersebut. Setelah itu, mereka diberi apa yang mereka minta, namun kini mereka tidak mau menerimanya. Karena mereka tidak mau menerima, hak tersebut diberikan kepada seorang lelaki dari Ahli Baitku, maka ia memenuhinya dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi kezaliman.
Barangsiapa di antara kalian menemukan keadaan demikian, maka datangilah mereka walaupun harus merangkak di atas salju.” (HR Ibnu Majah no. 4082. Al-Albani dalam Dha'iif Ibn Majjah mengatakan bahwa hadis ini adalah dhaif)
Dalam sanad hadis tersebut terdapat Yazid bin Abi Zayyad, seorang yang buruk hafalannya, kacau pikirannya di saat akhir-akhir umurnya dan tamak terhadap harta dunia.
Baca juga: Apakah Imam Mahdi Sudah Lahir? Begini Penjelasannya
At-Tuwaijri menjelaskan hadis ini dan hadis sebelumnya walaupun seandainya shahih juga tidak dapat digunakan dalil bahwa Al-Mahdi yang berkuasa dari Bani Abbas adalah Al-Mahdi yang muncul pada akhir zaman, akan tetapi ia adalah Al-Mahdi seperti Al-Mahdi Al-Mahdi yang lain.
Sebagai contoh Al-Mahdi Umar bin Abdil Aziz, bahkan Umar ini lebih berhak mendapat julukan Al-Mahdi. Rasulullah SAW telah bersabda, “Hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin Al-Mahdiyiin (yang mendapatkan petunjuk) setelahku."
Imam Ahmad dan yang lain berpendapat bahwa Umar bin Abdil Aziz termasuk dari mereka. Tidak dapat diragukan lagi bahwa ia adalah seorang yang raasyid (bijaksana) dan mahdi (mendapat petunjuk). Akan tetapi, ia bukanlah Al-Mahdi yang muncul pada akhir zaman.
Al-Mahdi adalah orang yang selalu berpihak pada kebaikan dan kebijaksanaan, seperti Dajjal yang selalu berpihak pada kejahatan dan kesesatan. Sebagaimana di sekitar Dajjal yang paling besar, pemilik hal-hal yang aneh dari segi adat terdapat Dajjal-Dajjal pembohong, maka di sekitar Al-Mahdi yang agung terdapat Al-Mahdi-Al-Mahdi lain yang bijaksana.
Baca juga: Imam Mahdi Sudah Datang pada Oktober 2015?
Pendapat ketiga, mengatakan bahwa Al-Mahdi yang sebenarnya berasal dari keluarga Nabi SAW, dari keturunan Al-Hasan bin Ali. Ia muncul pada akhir zaman yang sudah penuh dengan kezaliman dan kecurangan, maka ia memenuhinya dengan keadilan.
Maka aku bertanya, “Ada apa denganmu? kami melihat di wajahmu sesuatu yang membuat kami tidak senang."
Beliau menjawab, “Sesungguhnya kami adalah Ahli Bait, Allah telah memilihkan akhirat untuk kami daripada dunia dan sesungguhnya Ahli Baitku akan menemui cobaan dan pengusiran sampai datang suatu kaum dari kawasan timur, bersama mereka ada bendera-bendera hitam.“
Mereka meminta hak akan tetapi tidak diberi, lalu mereka berperang dan diberi kemenangan dalam perang tersebut. Setelah itu, mereka diberi apa yang mereka minta, namun kini mereka tidak mau menerimanya. Karena mereka tidak mau menerima, hak tersebut diberikan kepada seorang lelaki dari Ahli Baitku, maka ia memenuhinya dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi kezaliman.
Barangsiapa di antara kalian menemukan keadaan demikian, maka datangilah mereka walaupun harus merangkak di atas salju.” (HR Ibnu Majah no. 4082. Al-Albani dalam Dha'iif Ibn Majjah mengatakan bahwa hadis ini adalah dhaif)
Dalam sanad hadis tersebut terdapat Yazid bin Abi Zayyad, seorang yang buruk hafalannya, kacau pikirannya di saat akhir-akhir umurnya dan tamak terhadap harta dunia.
Baca juga: Apakah Imam Mahdi Sudah Lahir? Begini Penjelasannya
At-Tuwaijri menjelaskan hadis ini dan hadis sebelumnya walaupun seandainya shahih juga tidak dapat digunakan dalil bahwa Al-Mahdi yang berkuasa dari Bani Abbas adalah Al-Mahdi yang muncul pada akhir zaman, akan tetapi ia adalah Al-Mahdi seperti Al-Mahdi Al-Mahdi yang lain.
Sebagai contoh Al-Mahdi Umar bin Abdil Aziz, bahkan Umar ini lebih berhak mendapat julukan Al-Mahdi. Rasulullah SAW telah bersabda, “Hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin Al-Mahdiyiin (yang mendapatkan petunjuk) setelahku."
Imam Ahmad dan yang lain berpendapat bahwa Umar bin Abdil Aziz termasuk dari mereka. Tidak dapat diragukan lagi bahwa ia adalah seorang yang raasyid (bijaksana) dan mahdi (mendapat petunjuk). Akan tetapi, ia bukanlah Al-Mahdi yang muncul pada akhir zaman.
Al-Mahdi adalah orang yang selalu berpihak pada kebaikan dan kebijaksanaan, seperti Dajjal yang selalu berpihak pada kejahatan dan kesesatan. Sebagaimana di sekitar Dajjal yang paling besar, pemilik hal-hal yang aneh dari segi adat terdapat Dajjal-Dajjal pembohong, maka di sekitar Al-Mahdi yang agung terdapat Al-Mahdi-Al-Mahdi lain yang bijaksana.
Baca juga: Imam Mahdi Sudah Datang pada Oktober 2015?
Pendapat ketiga, mengatakan bahwa Al-Mahdi yang sebenarnya berasal dari keluarga Nabi SAW, dari keturunan Al-Hasan bin Ali. Ia muncul pada akhir zaman yang sudah penuh dengan kezaliman dan kecurangan, maka ia memenuhinya dengan keadilan.
Lihat Juga :