Omar Khayyam, Pembuat Tenda Penyair yang Matematikawan
Minggu, 16 Oktober 2022 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Di dalamnya dia memaparkan diskusi sistematis tentang solusi persamaan kubik menggunakan potongan kerucut yang berpotongan. "Ini adalah studi sistematis pertama dan metode eksak pertama untuk memecahkan persamaan kubik," tulis Eamonn Gearon.
Omar Khayyam menghasilkan karya Aljabr (Algebra), yang kemudian diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Prancis. Ia adalah orang pertama yang mengklasifikasikan persamaan tingkat satu (persamaan linier) dan memikirkan pemecahan masalah persamaan pangkat tiga secara ilmiah.
Selain itu, ia juga mengenalkan sebuah persamaan parsial untuk ilmu aljabar dan geometri. Ia membuktikan suatu masalah geometri tertentu dapat diselesaikan dengan sejumlah fungsi aljabar.
Pada abad XVX dan XVII, persamaan semacam ini justru banyak digunakan oleh para ahli matematika Eropa. Omar Khayyam mendahului para ahli matematika Barat.
Di kota Samarkand lah baru kemudian Omar menyelesaikan Risalah fiʾl-Barahin yang membuat namanya menjulang di dalam dunia matematika. Di dalam risalah ini dia menemukan cara untuk memperluas hasil karya Abu al-Wafa pada ekstraksi pangkat tiga dan akar keempat ke ekstraksi akar bilangan ke-n untuk bilangan bulat arbitrer n.
Melalui karyanya ini Omar Khayyam menjadi terkenal pada masa itu, sehingga membuat Sultan Seljuk Malik-Shah ingin mengundangnya ke istananya di Isfahan (sekarang di Iran). Malik-Shah kemudian memintanya untuk melakukan pengamatan astronomi yang diperlukan untuk perbaikan sistem kalender.
Baca juga: Kisah Guru dan Keledai, Omar Khayyam Percaya Reinkarnasi?
Omar Khayyam mencetuskan Jawami Al-Hisab yang memuat referensi paling awal tentang segitiga pascal dan menguji balik postulat V yang menyangkut teori garis sejajar. Sebuah geometri Euclides yang sangat mendasar.
Omar menciptakan sistem kalender baru yang disebut dengan Kalender Jalali. Kalender ini dibuat berdasarkan 8 tahun kabisat setiap 33 tahun, yang mana keakuratannya melebihi kalender Gregorian yang dipakai saat ini. Sistem kalender baru ini kemudian diadopsi oleh Malik-Shah pada tahun 1075.
Pada 15 Maret 1079 M, Sultan Jalaluddin Maliksyah Saljuqi (1072-1092) memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Omar Khayyam. Ia menggunakan hasil penelitiannya dalam bidang matematika dan astronomi. Penelitian ini menghasilkan penghitungan kalender Muslim menjadi lebih relevan. Selain itu, ia juga terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.
Omar Khayyam menghasilkan karya Aljabr (Algebra), yang kemudian diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Prancis. Ia adalah orang pertama yang mengklasifikasikan persamaan tingkat satu (persamaan linier) dan memikirkan pemecahan masalah persamaan pangkat tiga secara ilmiah.
Selain itu, ia juga mengenalkan sebuah persamaan parsial untuk ilmu aljabar dan geometri. Ia membuktikan suatu masalah geometri tertentu dapat diselesaikan dengan sejumlah fungsi aljabar.
Pada abad XVX dan XVII, persamaan semacam ini justru banyak digunakan oleh para ahli matematika Eropa. Omar Khayyam mendahului para ahli matematika Barat.
Di kota Samarkand lah baru kemudian Omar menyelesaikan Risalah fiʾl-Barahin yang membuat namanya menjulang di dalam dunia matematika. Di dalam risalah ini dia menemukan cara untuk memperluas hasil karya Abu al-Wafa pada ekstraksi pangkat tiga dan akar keempat ke ekstraksi akar bilangan ke-n untuk bilangan bulat arbitrer n.
Melalui karyanya ini Omar Khayyam menjadi terkenal pada masa itu, sehingga membuat Sultan Seljuk Malik-Shah ingin mengundangnya ke istananya di Isfahan (sekarang di Iran). Malik-Shah kemudian memintanya untuk melakukan pengamatan astronomi yang diperlukan untuk perbaikan sistem kalender.
Baca juga: Kisah Guru dan Keledai, Omar Khayyam Percaya Reinkarnasi?
Omar Khayyam mencetuskan Jawami Al-Hisab yang memuat referensi paling awal tentang segitiga pascal dan menguji balik postulat V yang menyangkut teori garis sejajar. Sebuah geometri Euclides yang sangat mendasar.
Omar menciptakan sistem kalender baru yang disebut dengan Kalender Jalali. Kalender ini dibuat berdasarkan 8 tahun kabisat setiap 33 tahun, yang mana keakuratannya melebihi kalender Gregorian yang dipakai saat ini. Sistem kalender baru ini kemudian diadopsi oleh Malik-Shah pada tahun 1075.
Pada 15 Maret 1079 M, Sultan Jalaluddin Maliksyah Saljuqi (1072-1092) memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Omar Khayyam. Ia menggunakan hasil penelitiannya dalam bidang matematika dan astronomi. Penelitian ini menghasilkan penghitungan kalender Muslim menjadi lebih relevan. Selain itu, ia juga terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.
Lihat Juga :