Omar Khayyam, Pembuat Tenda Penyair yang Matematikawan
Minggu, 16 Oktober 2022 - 11:20 WIB
loading...
Omar Kayyam seorang polimatik, matematikawan, astronom, filsuf, dan penyair. Foto/Ilustrasi: Wikipedia
A
A
A
Omar Kayyam dikenal Dunia Barat lewat puisi-pusinya. Lebih dari itu dia adalah seorang polimatik, matematikawan, astronom, filsuf, dan penyair. Bahkan ia dijuluki Tent Maker (pembuat tenda) oleh ilmuwan semasanya. Di dalam dunia ilmu matematika dia memiliki tempat tersendiri. Kayyam dianggap telah menyumbangkan ide yang tidak kalah berharga ketimbang puisi-puisinya.
Ia juga dikenal sebagai penulis risalah dalam bahasa Arab tentang mekanika, geografi, musik, dan fisika. Karena keluasan, kedalaman ilmu, dan kontribusinya, digelari sebagai matematikawan, astronom, dan penyair utama dari tradisi keilmuan Islam.
Baca juga: Omar Khayyam dan Tentang Kegelisahan yang Menyedihkan
Ia adalah orang yang optimistis. Bukan pesimistis. Baginya, keindahan, kebenaran hidup, dan kemakmuran memiliki daya tarik khusus. Ia berperasaan halus. Pemaaf atas segala kesalahan. Simpatinya benar-benar dari lubuk hati yang mendalam.
Omar Khayyam, yang memiliki nama lengkap Ghiyath al-Din Abu al-Fath Umar bin Ibrahim al-Nisaburi al-Khayyami, dilahirkan di Nishapur, Persia (sekarang di Iran) pada 18 Mei 1048. Dia wafat, masih di kota yang sama, pada 4 Desember 1131.
Nama belakangnya, “Khayyam” (artinya adalah Pembuat Tenda), mungkin didapat dari profesi ayahnya yang pedagang. Di kota asalnya, Nishapur, dia menerima pendidikan yang baik dalam bidang sains dan filsafat.
Kedalaman dan kecintaannya terhadap ilmu ia mulai semenjak kecil. Ia memulai mendalami ilmu dari gurunya, Imam Muwaffak, salah satu pendidik terkenal Khurasan. Pada saat itu, Khurasan adalah ibu kota Kerajaan Saljuk. Ia kemudian mengembara ke Balkhan. Berguru pada ilmuwan kondang, Syekh Muhammad Mansuri. Ia juga menuju Nishapur untuk mempelajari filsafat.
Baca juga: Misteri Omar Khayyam: Dia Tidak Merepresentasikan Dirinya Sendiri
Solusi Persamaan Kubik
Meskipun Omar Khayyam paling dikenal di dunia Barat saat ini karena puisi-puisinya, namun sesungguhnya di dalam dunia ilmu matematika dan filsafat pun dia memiliki tempat tersendiri karena dia dianggap telah menyumbangkan ide yang tidak kalah berharga ketimbang puisi-puisinya.
Eamonn Gearon dalam bukunya berjudul "The History and Achievements of the Islamic Golden Age" menyebut karya Omar Khayyam yang berjudul Risalah fiʾl-Barahin ʿala Masaʾil al-Jabr waʾl-Muqabalah (Risalah tentang Demonstrasi Masalah Aljabar) adalah salah satu satu kontribusi terpenting dalam bidang aljabar.
Ia juga dikenal sebagai penulis risalah dalam bahasa Arab tentang mekanika, geografi, musik, dan fisika. Karena keluasan, kedalaman ilmu, dan kontribusinya, digelari sebagai matematikawan, astronom, dan penyair utama dari tradisi keilmuan Islam.
Baca juga: Omar Khayyam dan Tentang Kegelisahan yang Menyedihkan
Ia adalah orang yang optimistis. Bukan pesimistis. Baginya, keindahan, kebenaran hidup, dan kemakmuran memiliki daya tarik khusus. Ia berperasaan halus. Pemaaf atas segala kesalahan. Simpatinya benar-benar dari lubuk hati yang mendalam.
Omar Khayyam, yang memiliki nama lengkap Ghiyath al-Din Abu al-Fath Umar bin Ibrahim al-Nisaburi al-Khayyami, dilahirkan di Nishapur, Persia (sekarang di Iran) pada 18 Mei 1048. Dia wafat, masih di kota yang sama, pada 4 Desember 1131.
Nama belakangnya, “Khayyam” (artinya adalah Pembuat Tenda), mungkin didapat dari profesi ayahnya yang pedagang. Di kota asalnya, Nishapur, dia menerima pendidikan yang baik dalam bidang sains dan filsafat.
Kedalaman dan kecintaannya terhadap ilmu ia mulai semenjak kecil. Ia memulai mendalami ilmu dari gurunya, Imam Muwaffak, salah satu pendidik terkenal Khurasan. Pada saat itu, Khurasan adalah ibu kota Kerajaan Saljuk. Ia kemudian mengembara ke Balkhan. Berguru pada ilmuwan kondang, Syekh Muhammad Mansuri. Ia juga menuju Nishapur untuk mempelajari filsafat.
Baca juga: Misteri Omar Khayyam: Dia Tidak Merepresentasikan Dirinya Sendiri
Solusi Persamaan Kubik
Meskipun Omar Khayyam paling dikenal di dunia Barat saat ini karena puisi-puisinya, namun sesungguhnya di dalam dunia ilmu matematika dan filsafat pun dia memiliki tempat tersendiri karena dia dianggap telah menyumbangkan ide yang tidak kalah berharga ketimbang puisi-puisinya.
Eamonn Gearon dalam bukunya berjudul "The History and Achievements of the Islamic Golden Age" menyebut karya Omar Khayyam yang berjudul Risalah fiʾl-Barahin ʿala Masaʾil al-Jabr waʾl-Muqabalah (Risalah tentang Demonstrasi Masalah Aljabar) adalah salah satu satu kontribusi terpenting dalam bidang aljabar.
Lihat Juga :