Nabi Isa Bisa Berdialog dengan Putra Nabi Nuh, Benarkah Ada Ilmu Memanggil Roh?
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 16:26 WIB
loading...
Roh orang yang sudah meninggal bisa berhubungan dengan orang-orang yang masih hidup melalui mimpi. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Nabi Isa as menghidupkan kembali putra Nabi Nuh , Ham, untuk kepentingan interview seputar bahtera Nuh. Begitu Al-Thabari dalam bukunya berjudul "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk" mengutip Ibnu Abbas berkisah. Lalu, benarkan ada ilmu untuk memanggil roh orang yang sudah meninggal dunia?
Dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari disebutkan pada perang Badar , Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk mengurus 24 orang mayat pemuka Quraisy. Mereka dilemparkan ke dalam sebuah sumur busuk yang ada di Badar.
Manakala beliau sudah mengalahkan kaum Musyrikin Quraisy, beliau tinggal di tanah Badar yang menjadi lengang selama 3 malam.
Baca juga: Hari Kiamat: Ketika Roh-Roh Manusia Keluar dari Sangkakala Seperti Semut
Setelah beliau berada di sana pada hari yang ketiga, beliau memerintahkan untuk mempersiapkan binatang tunggangannya, lalu dipasang dan dikuatkanlah pelananya. Kemudian beliau berjalan diiringi oleh para sahabatnya.
Menurut para sahabat, mereka tidak melihat Nabi Muhammad SAW beranjak kecuali dengan maksud memenuhi sebagian kebutuhannya. Sampai akhirnya beliau berdiri di sisi bibir sumur, kemudian beliau memanggil mayat pembesar kafir Quraisy (yang terkubur di dalam sumur) tersebut dengan menyebutkan nama-nama mereka dan nama bapak-bapak mereka.
“Wahai Fulan bin fulan, Wahai Fulan bin fulan, Bukankah kalian akan senang jika kalian mentaati Allah dan rasulNya? Sesungguhnya kami benar-benar telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Rabb kami. Bukankah kalian juga telah benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabb kalian.”
“Wahai Rasulullah kenapa Anda berbicara dengan jasad-jasad yang tidak memiliki roh?” Umar bin Khattab bertanya.
Rasulullah SAW menjawab, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, kalian tidak lebih baik pendengarannya terhadap apa yang aku katakan dibanding mereka, hanya saja mereka tidak mampu menjawab” [HR Bukhari, Kitab al-Maghazi, no.3976. Fathul Bari VII/300-301]
Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa mayit bisa mendengar suara sandal (sepatu) orang-orang yang mengantarnya ketika mereka meninggalkan (kuburan)nya.
Dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari disebutkan pada perang Badar , Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk mengurus 24 orang mayat pemuka Quraisy. Mereka dilemparkan ke dalam sebuah sumur busuk yang ada di Badar.
Manakala beliau sudah mengalahkan kaum Musyrikin Quraisy, beliau tinggal di tanah Badar yang menjadi lengang selama 3 malam.
Baca juga: Hari Kiamat: Ketika Roh-Roh Manusia Keluar dari Sangkakala Seperti Semut
Setelah beliau berada di sana pada hari yang ketiga, beliau memerintahkan untuk mempersiapkan binatang tunggangannya, lalu dipasang dan dikuatkanlah pelananya. Kemudian beliau berjalan diiringi oleh para sahabatnya.
Menurut para sahabat, mereka tidak melihat Nabi Muhammad SAW beranjak kecuali dengan maksud memenuhi sebagian kebutuhannya. Sampai akhirnya beliau berdiri di sisi bibir sumur, kemudian beliau memanggil mayat pembesar kafir Quraisy (yang terkubur di dalam sumur) tersebut dengan menyebutkan nama-nama mereka dan nama bapak-bapak mereka.
“Wahai Fulan bin fulan, Wahai Fulan bin fulan, Bukankah kalian akan senang jika kalian mentaati Allah dan rasulNya? Sesungguhnya kami benar-benar telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Rabb kami. Bukankah kalian juga telah benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabb kalian.”
“Wahai Rasulullah kenapa Anda berbicara dengan jasad-jasad yang tidak memiliki roh?” Umar bin Khattab bertanya.
Rasulullah SAW menjawab, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, kalian tidak lebih baik pendengarannya terhadap apa yang aku katakan dibanding mereka, hanya saja mereka tidak mampu menjawab” [HR Bukhari, Kitab al-Maghazi, no.3976. Fathul Bari VII/300-301]
Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa mayit bisa mendengar suara sandal (sepatu) orang-orang yang mengantarnya ketika mereka meninggalkan (kuburan)nya.
Lihat Juga :