Jujur adalah Bagian Tazkiyatun Nafs, Suami-Istri Harus Tahu Hal Ini
Kamis, 27 Oktober 2022 - 17:59 WIB
loading...
Suami dan istri harus berlaku jujur dalam perkataan, perbuatan, ibadah dan dalam semua perkara. Jujur itu berarti selaras antara lahir dan batin, ucapan dan perbuatan, serta antara berita dan fakta.. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Tazkiyatun Nafs adalah menyucikan jiwa dan menjernihkan hati. Tazkiyatun nafs bisa diraih dengan akhlak yang mulia. Menyenangi zikir, berdoa, bertaubat, berbuat baik pada sesama, menjaga sholat, dan bersedekah adalah termasuk tazkiyatun nafs . Menurut Imam Ibnu Taimiyah, di antara bagian dari tazkiyatun nafs adalah sikap jujur .
Jujur harus hadir di tempat-tempat umum, terlebih lagi di lingkungan rumah tangga Islami. Antara suami dan istri harus saling jujur dan tidak gemar berdusta. Juga hubungan antara anak dan orang tuanya, harus dihiasi kejujuran.
Suami dan istri harus berlaku jujur dalam perkataan, perbuatan, ibadah dan dalam semua perkara. Jujur itu berarti selaras antara lahir dan batin, ucapan dan perbuatan, serta antara berita dan fakta.
Baca juga: 7 Cara Menenangkan Hati Berdasarkan Dalil Al-Qur'an dan Hadis
Maksudnya, hendaklah suami istri terus berlaku jujur. Karena jika senantiasa jujur, maka itu akan membawa kepada al-birr (yakni melakukan segala kebaikan), dan kebaikan itu akan membawa ke surga yang merupakan puncak keinginan, sebagaimana Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.” (Al-Infithâr : 13)
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (At-Taubah : 119)
Tidak dibayangkan kerusakannya sebuah rumah tangga jika penghuninya saling tidak jujur dan suka berdusta. Maka akan dicabut keberkahan dalam rumah tangga itu. Antara suami atau istri kerap berdusta untuk menutupi kemaksiatannya. Nau'dzubillah.
Dalam buku Tazkiyatun Nafs yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menulis bahwa Allah mencela orang suka berdusta. Karakter suka berdusta dan berkata yang mengada-ada (berkata tidak sebenarnya) adalah karakter orang munafik dan Yahudi. Sikap tidak jujur dan sangat suka mendengar berita bohong serta suka membuat kabar palsu adalah karakter Yahudi, bukan karakter seorang muslim.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
Jujur harus hadir di tempat-tempat umum, terlebih lagi di lingkungan rumah tangga Islami. Antara suami dan istri harus saling jujur dan tidak gemar berdusta. Juga hubungan antara anak dan orang tuanya, harus dihiasi kejujuran.
Suami dan istri harus berlaku jujur dalam perkataan, perbuatan, ibadah dan dalam semua perkara. Jujur itu berarti selaras antara lahir dan batin, ucapan dan perbuatan, serta antara berita dan fakta.
Baca juga: 7 Cara Menenangkan Hati Berdasarkan Dalil Al-Qur'an dan Hadis
Maksudnya, hendaklah suami istri terus berlaku jujur. Karena jika senantiasa jujur, maka itu akan membawa kepada al-birr (yakni melakukan segala kebaikan), dan kebaikan itu akan membawa ke surga yang merupakan puncak keinginan, sebagaimana Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.” (Al-Infithâr : 13)
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (At-Taubah : 119)
Tidak dibayangkan kerusakannya sebuah rumah tangga jika penghuninya saling tidak jujur dan suka berdusta. Maka akan dicabut keberkahan dalam rumah tangga itu. Antara suami atau istri kerap berdusta untuk menutupi kemaksiatannya. Nau'dzubillah.
Dalam buku Tazkiyatun Nafs yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menulis bahwa Allah mencela orang suka berdusta. Karakter suka berdusta dan berkata yang mengada-ada (berkata tidak sebenarnya) adalah karakter orang munafik dan Yahudi. Sikap tidak jujur dan sangat suka mendengar berita bohong serta suka membuat kabar palsu adalah karakter Yahudi, bukan karakter seorang muslim.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الرَّسُوْلُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِيْنَ يُسَا رِعُوْنَ فِى الْكُفْرِ مِنَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اٰمَنَّا بِاَ فْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوْبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ هَا دُوْا ۛ سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ سَمّٰعُوْنَ لِقَوْمٍ اٰخَرِيْنَ ۙ لَمْ يَأْتُوْكَ ۗ يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ مِنْۢ بَعْدِ مَوَا ضِعِهٖ ۚ يَقُوْلُوْنَ اِنْ اُوْتِيْتُمْ هٰذَا فَخُذُوْهُ وَاِ نْ لَّمْ تُؤْتَوْهُ فَا حْذَرُوْا ۗ وَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتْنَـتَهٗ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًـا ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَمْ يُرِدِ اللّٰهُ اَنْ يُّطَهِّرَ قُلُوْبَهُمْ ۗ لَهُمْ فِيْ الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَّلَهُمْ فِيْ الْاٰ خِرَةِ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ
Lihat Juga :