Nasihat Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq yang Sangat Menyentuh Hati
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 22:13 WIB
loading...
Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq, pengasuh Ponpes Subulana Bontang Kalimantan Timur. Foto/Ist
A
A
A
Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq menyampaikan sebuah nasihat indah yang sangat menyentuh hati. Beliau mengingatkan kita tentang kasih sayang Allah yang Maha luas.
Dalam satu tausiyahnya, pengasuh Ponpes Subulana Bontang Kalimantan Timur itu menceritakan dialog seorang Arab Badui dengan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
سأل أعرابي ابنَ عباس: من يحاسب الناسَ يوم القيامة ؟
Seorang Arab Badui bertanya kepada Ibnu Abbas: "Siapakah yang akan mengadili manusia kelak pada hari Kiamat?"
قال : الله
Ibnu Abbas menjawab: "Allah."
قال الأعرابي: نجَونا وربِّ الكعبة
Badui itu berkata: "Demi Tuhannya Ka'bah, kita pasti akan selamat."
قال: كيف؟
Ibnu Abbas bertanya: "Kenapa bisa begitu?"
قال: إن الكريم إذا قَدِرَ غَفَرَ
"Badui itu menjawab dengan lugu: "Pihak yang mulia, jika Dia mampu (menghukum atau mengampuni) maka Dia akan memilih untuk mengampuni."
Ustaz Ahmad Syahrin juga menceritakan, seorang pemuda sedang terbaring di ranjangnya menghadapi Sakaratul Maut. Ibunya yang sedang menungguinya menangis sedih melihat keadaan anaknya itu. Maka pemuda itu berkata kepada ibunya:
Dalam satu tausiyahnya, pengasuh Ponpes Subulana Bontang Kalimantan Timur itu menceritakan dialog seorang Arab Badui dengan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
سأل أعرابي ابنَ عباس: من يحاسب الناسَ يوم القيامة ؟
Seorang Arab Badui bertanya kepada Ibnu Abbas: "Siapakah yang akan mengadili manusia kelak pada hari Kiamat?"
قال : الله
Ibnu Abbas menjawab: "Allah."
قال الأعرابي: نجَونا وربِّ الكعبة
Badui itu berkata: "Demi Tuhannya Ka'bah, kita pasti akan selamat."
قال: كيف؟
Ibnu Abbas bertanya: "Kenapa bisa begitu?"
قال: إن الكريم إذا قَدِرَ غَفَرَ
"Badui itu menjawab dengan lugu: "Pihak yang mulia, jika Dia mampu (menghukum atau mengampuni) maka Dia akan memilih untuk mengampuni."
Ustaz Ahmad Syahrin juga menceritakan, seorang pemuda sedang terbaring di ranjangnya menghadapi Sakaratul Maut. Ibunya yang sedang menungguinya menangis sedih melihat keadaan anaknya itu. Maka pemuda itu berkata kepada ibunya:
Lihat Juga :