7 Fakta Mansa Musa Terkaya Sejagat, Hartanya Mencapai Rp5,7 Kuadriliun
Jum'at, 04 November 2022 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
5. Sedekahkan 3 Kuintal Bijih Emas kepada Fakir Miskin
Dalam perjalanannya itu ada 80 ekor unta mengangkut bijih emas seberat 3 Kuintal. Emas ini dibagi-bagikan kepada fakir miskin yang dilewati rombongan Mansa Musa. Beliau benar-benar seorang penguasa yang sangat dermawan.
6. Tindakannya Membagi-bagikan Harta Membuat Timur Tengah Inflasi
Dikisahkan, kedermawanannya membagi-bagikan emas di kota-kota yang dilintasinya menyebabkan ekonomi di Timur Tengah mengalami inflasi. Karena nilai emas langsung jatuh dan harga-harga pun naik.
Sang Raja Mali itu meninggalkan kesan tak terlupakan di Kairo, hingga Al-Umari yang mengunjungi kota itu 12 tahun setelah kedatangan Mansa Musa ke sana, ingat bagaimana orang-orang Kairo menyanjung-nyanjung Mansa Musa. Di Kairo, Mansa Musa berbelanja gila-gilaan dan membayarnya jauh lebih tinggi dari harga seharusnya. Kedatangannya menyebabkan inflasi parah di Mesir selama 12 tahun setelah kunjungan tersebut.
Perusahaan teknologi AS, SmartAsset, memperkirakan (berdasarkan penyusutan nilai emas), perjalanan haji Mansa Musa menyebabkan kerugian ekonomi senilai US$ 1,5 Miliar atau sekitar Rp21,4 Triliun di seantero Timur Tengah.
7. Sangat Peduli Pendidikan
Selain muslim yang taat, Mansa Musa juga dikenal sebagai Raja yang sangat peduli dengan pendidikan. Sekembalinya dari Mekkah, sang raja membawa serta banyak sarjana, ulama dan Arsitek dari wilayah Islam. Usaha memajukan peradaban melalui pendidikan terus dilakukan Mansa Musa dengan banyak mengeluarkan biaya operasional untuk memenuhi perpustakaan Universitas Sankore yang saat itu telah memiliki koleksi buku sebanyak 700.000 buah.
Setelah Mansa Musa meninggal dunia Tahun 1337 M pada usia 57, kerajaannya diwariskan kepada anak-anaknya yang tak mampu menjaga keutuhan kerajaan. Penerusnya adalah anaknya bernama Maghan I, salah satu penguasa yang memulai kemunduran kekaisaran Mali sampai mengalami disintegrasi pada awal abad ke-17. Kedatangan bangsa Eropa di kemudian hari menjadi titik akhir kehancuran Kerajaan Mali.
Kini Mali berubah menjadi negera Republik Mali yang sebelumnya dijajah oleh Prancis. Salah satu budaya orang Mali dikenal mengenakan jubah berwarna yang merupakan ciri khas Afrika Barat.
Baca Juga: Mansa Musa Orang Terkaya Sepanjang Masa Punya Kekayaan Rp5.897 Triliun Keturunan Bilal bin Rabah?
Dalam perjalanannya itu ada 80 ekor unta mengangkut bijih emas seberat 3 Kuintal. Emas ini dibagi-bagikan kepada fakir miskin yang dilewati rombongan Mansa Musa. Beliau benar-benar seorang penguasa yang sangat dermawan.
6. Tindakannya Membagi-bagikan Harta Membuat Timur Tengah Inflasi
Dikisahkan, kedermawanannya membagi-bagikan emas di kota-kota yang dilintasinya menyebabkan ekonomi di Timur Tengah mengalami inflasi. Karena nilai emas langsung jatuh dan harga-harga pun naik.
Sang Raja Mali itu meninggalkan kesan tak terlupakan di Kairo, hingga Al-Umari yang mengunjungi kota itu 12 tahun setelah kedatangan Mansa Musa ke sana, ingat bagaimana orang-orang Kairo menyanjung-nyanjung Mansa Musa. Di Kairo, Mansa Musa berbelanja gila-gilaan dan membayarnya jauh lebih tinggi dari harga seharusnya. Kedatangannya menyebabkan inflasi parah di Mesir selama 12 tahun setelah kunjungan tersebut.
Perusahaan teknologi AS, SmartAsset, memperkirakan (berdasarkan penyusutan nilai emas), perjalanan haji Mansa Musa menyebabkan kerugian ekonomi senilai US$ 1,5 Miliar atau sekitar Rp21,4 Triliun di seantero Timur Tengah.
7. Sangat Peduli Pendidikan
Selain muslim yang taat, Mansa Musa juga dikenal sebagai Raja yang sangat peduli dengan pendidikan. Sekembalinya dari Mekkah, sang raja membawa serta banyak sarjana, ulama dan Arsitek dari wilayah Islam. Usaha memajukan peradaban melalui pendidikan terus dilakukan Mansa Musa dengan banyak mengeluarkan biaya operasional untuk memenuhi perpustakaan Universitas Sankore yang saat itu telah memiliki koleksi buku sebanyak 700.000 buah.
Setelah Mansa Musa meninggal dunia Tahun 1337 M pada usia 57, kerajaannya diwariskan kepada anak-anaknya yang tak mampu menjaga keutuhan kerajaan. Penerusnya adalah anaknya bernama Maghan I, salah satu penguasa yang memulai kemunduran kekaisaran Mali sampai mengalami disintegrasi pada awal abad ke-17. Kedatangan bangsa Eropa di kemudian hari menjadi titik akhir kehancuran Kerajaan Mali.
Kini Mali berubah menjadi negera Republik Mali yang sebelumnya dijajah oleh Prancis. Salah satu budaya orang Mali dikenal mengenakan jubah berwarna yang merupakan ciri khas Afrika Barat.
Baca Juga: Mansa Musa Orang Terkaya Sepanjang Masa Punya Kekayaan Rp5.897 Triliun Keturunan Bilal bin Rabah?
(rhs)
Lihat Juga :