Sejarah Disyariatkannya Sholat Gerhana dan Hikmah di Baliknya
Selasa, 08 November 2022 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
Adapun awal mula disyariatkannya sholat gerhana, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Syaikh al-Qardhawi mengatakan bahwa sholat gerhana dilaksanakan pada tahun ke-10 Hijriah bertepatan dengan wafatnya Ibrahim putra Nabi.
Sementara para ulama Mazhab Syafi'i menyatakan, sholat gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriyah. Sementara gerhana bulan pada tahun ke-5 Hijriyah. (Kitab al-Fiqh al-Manhaji 'Ala Madzhab al-Imam as-Syafi'i, juz 1 hlm 239).
Hikmah
Menurut penjelasan MUI, hikmah disyariatkannya sholat gerhana, yaitu untuk menanamkan rasa takut kepada Allah agar seorang hamba meningkatkan ketaatan kepada-Nya. Ini disabdakan Rasulullah ﷺ:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ
Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Akan tetapi dengan peristiwa itu Allah ingin membuat para hamba-Nya takut."
Kemudian, dengan disyariatkannya sholat gerhana secara langsung mematahkan mitos jahiliyyah. Dugaan mereka bahwa gerhana berkaitan dengan kematian seseorang, dibantah, dan mendorong peradaban masyarakat ke arah pembuktian sains, bukan keyakinan berdasarkan takhayul semata.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 8 Peristiwa Gerhana Bulan dan Matahari pada Masa Rasulullah SAW
Sementara para ulama Mazhab Syafi'i menyatakan, sholat gerhana matahari pertama kali disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriyah. Sementara gerhana bulan pada tahun ke-5 Hijriyah. (Kitab al-Fiqh al-Manhaji 'Ala Madzhab al-Imam as-Syafi'i, juz 1 hlm 239).
Hikmah
Menurut penjelasan MUI, hikmah disyariatkannya sholat gerhana, yaitu untuk menanamkan rasa takut kepada Allah agar seorang hamba meningkatkan ketaatan kepada-Nya. Ini disabdakan Rasulullah ﷺ:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ
Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan keduanya tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Akan tetapi dengan peristiwa itu Allah ingin membuat para hamba-Nya takut."
Kemudian, dengan disyariatkannya sholat gerhana secara langsung mematahkan mitos jahiliyyah. Dugaan mereka bahwa gerhana berkaitan dengan kematian seseorang, dibantah, dan mendorong peradaban masyarakat ke arah pembuktian sains, bukan keyakinan berdasarkan takhayul semata.
Wallahu A'lam
Baca Juga: 8 Peristiwa Gerhana Bulan dan Matahari pada Masa Rasulullah SAW
(rhs)
Lihat Juga :