Melihat Bagaimana Syariat Islam Menganjurkan Pola Makan Ibu Hamil
Sabtu, 12 November 2022 - 13:20 WIB
loading...
Allah Subhanahu wa Taala mengabarkan bahwa pentingnya memberi asupan yang baik, bergizi, serta halal, hingga ibu harus memberikan air susu kepada bayinya selama dua tahun. Foto istimewa
A
A
A
Seorang ibu yang sedang mengandung ( hamil ) akan mengalami kondisi berat. Selain harus menjaga kondisinya demi keselamatan janin, si ibu juga harus menjaga asupan makanannya agar bayi dalam kandungannya juga menyerap makanan-makanan yang sehat, halal dan thayiiban.
Bahkan ketika sudah melahirkan jabang bayinya, Allah menjelaskan perjuangan seorang ibu hingga menyusui atau menyapihnya selama dua tahun. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan,.. "" (QS. Al-Ahqaf : 15)
Baca juga: Surat-surat dalam Al-Qur'an untuk Ibu Hamil
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa pentingnya memberi asupan yang baik, bergizi, serta halal, hingga ibu harus memberikan air susu kepada bayinya selama dua tahun. Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata bahwa Allah melalui Al-Qur'an mengisyaratkan tentang kesulitan dan kepayahan yang harus dialami oleh ibu saat hamil hingga harus menyiapkan makanan halal dan terbaik untuk bayinya.
Dalam buku at-Taghdziyah an-Nabawiyah yang ditulis Profesor asy-Syaikh Abdul Basith Muhammad as-Sayyid dijelaskan bahwa Allah Ta'ala telah mempersilahkan hamba-hamba+Nya untuk menikmati semua makanan halal yang tersedia. Karena Allah telah menciptakan untuk manusia yakni sapi, domba, ayam, atau kambing yang bisa dimanfaatkan untuk diambil dagingnya. Dan menciptakan tanaman dan pohon-pohon untuk diambil buahnya dan dimanfaatkan sebagai sayuran.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini." (QS. At-Tur : 22)
Dan khusus bagi seorang ibu hamil sangat penting memperhatikan makanannya. Mengingat makanan yang dikonsumsi bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk janin yang ada di rahimnya. Makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan masuk ke aliran darah untuk kemudian siap diserap dan dibentuk menjadi jaringan-jaringan bagi tubuhnya dan tubuh janinnya.
Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan bagi tubuhnya sendiri dan janin yang dikandungnya. Unsur gizi itu antara lain protein, vitamin (dengan semua macamnya), zat besi, dan kalsium. Protein dapat membangun jaringan tubuh. Kalsium untuk membangun tulang. Zat besi untuk pembentukan darah, dan vitamin dibutuhkan oleh sel tubuh untuk menjalankan aktivitas secara normal.
Sedang unsur lain seperti tepung, gula dan minyak dibutuhkan seorang ibu untuk menyempurnakan kadar kalori yang dibutuhkan tubuh agar aktivitasnya berjalan lancar meski unsur unsur tambahan tadi tidak diperlukan oleh janin. Syariat Islam memang banyak menganjurkan agar para ibu hamil banyak mengkonsumsi makanan sehat agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.
Bahkan ketika sudah melahirkan jabang bayinya, Allah menjelaskan perjuangan seorang ibu hingga menyusui atau menyapihnya selama dua tahun. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan,.. "" (QS. Al-Ahqaf : 15)
Baca juga: Surat-surat dalam Al-Qur'an untuk Ibu Hamil
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa pentingnya memberi asupan yang baik, bergizi, serta halal, hingga ibu harus memberikan air susu kepada bayinya selama dua tahun. Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata bahwa Allah melalui Al-Qur'an mengisyaratkan tentang kesulitan dan kepayahan yang harus dialami oleh ibu saat hamil hingga harus menyiapkan makanan halal dan terbaik untuk bayinya.
Dalam buku at-Taghdziyah an-Nabawiyah yang ditulis Profesor asy-Syaikh Abdul Basith Muhammad as-Sayyid dijelaskan bahwa Allah Ta'ala telah mempersilahkan hamba-hamba+Nya untuk menikmati semua makanan halal yang tersedia. Karena Allah telah menciptakan untuk manusia yakni sapi, domba, ayam, atau kambing yang bisa dimanfaatkan untuk diambil dagingnya. Dan menciptakan tanaman dan pohon-pohon untuk diambil buahnya dan dimanfaatkan sebagai sayuran.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ مْدَدْنٰهُمْ بِفَا كِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ
"Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini." (QS. At-Tur : 22)
Dan khusus bagi seorang ibu hamil sangat penting memperhatikan makanannya. Mengingat makanan yang dikonsumsi bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk janin yang ada di rahimnya. Makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan masuk ke aliran darah untuk kemudian siap diserap dan dibentuk menjadi jaringan-jaringan bagi tubuhnya dan tubuh janinnya.
Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan bagi tubuhnya sendiri dan janin yang dikandungnya. Unsur gizi itu antara lain protein, vitamin (dengan semua macamnya), zat besi, dan kalsium. Protein dapat membangun jaringan tubuh. Kalsium untuk membangun tulang. Zat besi untuk pembentukan darah, dan vitamin dibutuhkan oleh sel tubuh untuk menjalankan aktivitas secara normal.
Sedang unsur lain seperti tepung, gula dan minyak dibutuhkan seorang ibu untuk menyempurnakan kadar kalori yang dibutuhkan tubuh agar aktivitasnya berjalan lancar meski unsur unsur tambahan tadi tidak diperlukan oleh janin. Syariat Islam memang banyak menganjurkan agar para ibu hamil banyak mengkonsumsi makanan sehat agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.
Lihat Juga :