Kisah Mujahidah Pemberani Perisai Rasulullah SAW di Medan Perang
Rabu, 16 November 2022 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
Di berbagai peperangan, Rubayyi selalu berangkat bersama Rasulullah. Tujuannya agar mendapatkan pahala dan balasan yang telah dijanjikan Allah.
Ar-Rubayyi’ masuk Islam di Madinah ketika Rasulullah tiba di sana sebagai seorang muhajir (orang yang berhijrah). Saat itu dia masih berusia sangat muda. Ar-Rubayyi’ merupakan salah seorang shahabiyat yang mendapat perhatian dari Nabi Muhammad, dan cukup dekat dengan beliau. Kedekatan tersebut menorehkan kedudukan dan kehormatan mulia Ar-Rubayyi’ di sisi Rasulullah.
Diceritakan bahwa Rasulullah mengunjungi Ar-Rubayyi’ pada pagi hari setelah malam pengantinnya, sebagai wujud silaturrahim kepadanya. Hal itu terjadi setelah Perang Badar. Dan dalam kunjungan itu, beliau juga menyempatkan diri untuk memberikan petunjuk kepada para wanita, demi kebaikan dunia dan akhirat.
Bahkan tidak sedikit teks sejarah yang menyebutkan kemuliaan dan kehormatan kedudukan Ar-Rubayyi’ di sisi Rasulullah. Musa bin Harun Al-Hammal mengatakan, “Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz telah mendampingi Nabi SAW, dan dia memiliki kehormatan yang tinggi.” Kemudian Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa Rasulullah mendatangi Ar-Rubayyi’ di hari pernikahannya, lalu duduk di atas kasurnya, ini menunjukkan kesempurnaan kebahagiannya.”
Begitu dekatnya Ar-Rubayyi’ dengan Rasulullah, bahkan beliau biasa makan di rumahnya, menerima hadiahnya, dan menghormatinya. Dalam hal ini, Ar-Rubayyi’ memiliki cerita yang sungguh indah. Diriwayatkan mengenai Ar-Rubayyi’ bahwa suatu ketika dia mendatangi Rasulullah dengan membawa sepiring kurma dan sepinggan anggur. Seketika beliau menggantinya dengan emas atau perhiasan, seraya bersabda kepada Ar-Rubayyi’, “Berhiaslah dengan ini!”
Begitulah Rasulullah menunjukkan kedermawanan yang berpadu dengan kelembutan dan kemurahan kepada Ar-Rubayyi’. Dalam lembaran-lembaran tentang kehidupannya, kita akan mendapatkan riwayat tentang kunjungan Rasulullah lainnya.
Periwayat dan Penghapal Hadis
Selain keberaniannya sebagai Mujahidah, Rubayyi juga dikenal karena kecerdasannya. Karena kecerdasan dan wawasan yang luas, ia dipercaya sebagai referensi hukum, sirah Nabi, dan juga berbagai hadis. Banyak hadis diriwayatkan Rubayyi. Salah satu hadisnya yang meriwayatkan secara detail bagaimana cara wudhu Rasulullah.
Ketika Rasulullah berkunjung ke rumah Ar-Rubayyi, Rasulullah tengah melaksanakan wudhu, kemudian bersabda kepada Rubayyi, “Tuangkan air wudhu untukku.” Selanjutnya Ar- Rubayyi menceritakan cara wudhu Rasulullah, “Lalu beliau membasuh kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali.” Masih banyak dari hadis yang diriwayatkan olehnya.
Demikianlah, terkait kedekatan Rasulullah dengan Ar-Rubayyi, tidak ada cinta yang lebih mulia daripada cinta beliau kepada para syahid dan anak-anak mereka. Rasulullah senantiasa menunjukkan kelemahlembutan kepada mereka. Beliau juga menjanjikan kepada mereka untuk selalu menziarahi mereka dan memberikan kepada mereka arahan dari waktu ke waktu.
Ar-Rubayyi’ masuk Islam di Madinah ketika Rasulullah tiba di sana sebagai seorang muhajir (orang yang berhijrah). Saat itu dia masih berusia sangat muda. Ar-Rubayyi’ merupakan salah seorang shahabiyat yang mendapat perhatian dari Nabi Muhammad, dan cukup dekat dengan beliau. Kedekatan tersebut menorehkan kedudukan dan kehormatan mulia Ar-Rubayyi’ di sisi Rasulullah.
Diceritakan bahwa Rasulullah mengunjungi Ar-Rubayyi’ pada pagi hari setelah malam pengantinnya, sebagai wujud silaturrahim kepadanya. Hal itu terjadi setelah Perang Badar. Dan dalam kunjungan itu, beliau juga menyempatkan diri untuk memberikan petunjuk kepada para wanita, demi kebaikan dunia dan akhirat.
Bahkan tidak sedikit teks sejarah yang menyebutkan kemuliaan dan kehormatan kedudukan Ar-Rubayyi’ di sisi Rasulullah. Musa bin Harun Al-Hammal mengatakan, “Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz telah mendampingi Nabi SAW, dan dia memiliki kehormatan yang tinggi.” Kemudian Adz-Dzahabi menyebutkan bahwa Rasulullah mendatangi Ar-Rubayyi’ di hari pernikahannya, lalu duduk di atas kasurnya, ini menunjukkan kesempurnaan kebahagiannya.”
Begitu dekatnya Ar-Rubayyi’ dengan Rasulullah, bahkan beliau biasa makan di rumahnya, menerima hadiahnya, dan menghormatinya. Dalam hal ini, Ar-Rubayyi’ memiliki cerita yang sungguh indah. Diriwayatkan mengenai Ar-Rubayyi’ bahwa suatu ketika dia mendatangi Rasulullah dengan membawa sepiring kurma dan sepinggan anggur. Seketika beliau menggantinya dengan emas atau perhiasan, seraya bersabda kepada Ar-Rubayyi’, “Berhiaslah dengan ini!”
Begitulah Rasulullah menunjukkan kedermawanan yang berpadu dengan kelembutan dan kemurahan kepada Ar-Rubayyi’. Dalam lembaran-lembaran tentang kehidupannya, kita akan mendapatkan riwayat tentang kunjungan Rasulullah lainnya.
Periwayat dan Penghapal Hadis
Selain keberaniannya sebagai Mujahidah, Rubayyi juga dikenal karena kecerdasannya. Karena kecerdasan dan wawasan yang luas, ia dipercaya sebagai referensi hukum, sirah Nabi, dan juga berbagai hadis. Banyak hadis diriwayatkan Rubayyi. Salah satu hadisnya yang meriwayatkan secara detail bagaimana cara wudhu Rasulullah.
Ketika Rasulullah berkunjung ke rumah Ar-Rubayyi, Rasulullah tengah melaksanakan wudhu, kemudian bersabda kepada Rubayyi, “Tuangkan air wudhu untukku.” Selanjutnya Ar- Rubayyi menceritakan cara wudhu Rasulullah, “Lalu beliau membasuh kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali.” Masih banyak dari hadis yang diriwayatkan olehnya.
Demikianlah, terkait kedekatan Rasulullah dengan Ar-Rubayyi, tidak ada cinta yang lebih mulia daripada cinta beliau kepada para syahid dan anak-anak mereka. Rasulullah senantiasa menunjukkan kelemahlembutan kepada mereka. Beliau juga menjanjikan kepada mereka untuk selalu menziarahi mereka dan memberikan kepada mereka arahan dari waktu ke waktu.
Lihat Juga :