Kisah Elijah Robert Poole sang Utusan yang Membawa Bendera Islam di Amerika
Minggu, 20 November 2022 - 10:15 WIB
loading...
Elijah Muhammad, pendiri Nation of Islam di AS yang mengaku diri sebagai sang utusan. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Elijah Robert Poole yang memeluk Islam menjadi Elijah Muhammad (1897-1975) adalah adalah pendiri gerakan Nation of Islam. Dia memimpin gerakan itu sejak 1934 sampai meninggal dunia tahun 1975. Di luar itu, dia juga mentor bagi Malcolm X, Louis Farrakhan, Muhammad Ali ; dan putranya, Warith Deen Mohammed.
Awal kemunculan Nation of Islam (NOI) disambut luar biasa kaum kulit hitam karena menyerukan kebangkitan kaum mereka dan melawan supremasi kulit putih. Tokoh ini menjadi kontroversial setelah menganggap dirinya sebagai nabi. Akibatnya, banyak kaum muslim yang menyebut dia bukan Islam.
Direktur United Muslim Masjid di Philadelphia Amerika Serikat (AS), Syaikh Dr Tahir Wyatt, dalam sebuah kajian daring di media sosial pernah menyebut pesan yang dibawa Elijah Muhammad lebih cenderung bersifat sosial, bukan perihal akidah . Hal ini yang kemudian membuat banyak kaum hitam ikut bergabung dan menyebut diri mereka muslim.
Terdapat ribuan kaum hitam yang memanggil diri mereka muslim dengan mengikuti ajaran NOI. Salah satu pengikutnya yang terkenal yakni Malcolm X. Dia mengikuti NOI kurang lebih sepanjang 10 tahun. Namun kemudian Allah SWT memberikan hidayah kepadanya.
Baca juga: Kisah Prof Ali S Asani: Bukan Sekadar Jihad di Harvard
Sang Utusan
Sementara itu, Steven Barbosa dalam bukunya berjudul "American Jihad, Islam After Malcolm X" (Bantam Doubleday, New York 1993) mengatakan Islam sangat menekankan konsep bermasyarakat dan persaudaraan.
Setiap pemimpin besar Muslim di Amerika Serikat berusaha sekuat tenaga untuk memberi kebebasan (dan perlindungan) dari diskriminasi, mengobarkan konsep Islami bahwa manusia itu berasal dari ibu dan bapak yang sama. Menciptakan keluarga-keluarga yang kuat di suatu wilayah di mana banyak keluarga yang berantakan. Menyediakan lapangan kerja bagi orang-orang yang telah dicabut haknya dan menciptakan kekuatan ekonomi di daerah minoritas yang diabaikan oleh Kristen dan Yahudi.
"Singkatnya, masyarakat Islam akan membasmi keburukan-keburukan yang berhubungan dengan ajaran-ajaran serta ideologi lain," ujar Steven Barbosa dalam buku yang diterjemahkan Sudirman Teba dan Fettiyah Basri menjadi "Jihad Gaya Amerika, Islam Setelah Malcolm X" (Mizan, Bandung 1995) itu.
Pemimpin-pemimpin Muslim Amerika telah terbukti banyak akal. Lalu ia mencontohkan Elijah Muhammad yang dinilainya telah berhasil dengan menakjubkan.
Baca juga: Kisah Perjalanan Muhammad Ali Menjadi Seorang Mualaf
Awal kemunculan Nation of Islam (NOI) disambut luar biasa kaum kulit hitam karena menyerukan kebangkitan kaum mereka dan melawan supremasi kulit putih. Tokoh ini menjadi kontroversial setelah menganggap dirinya sebagai nabi. Akibatnya, banyak kaum muslim yang menyebut dia bukan Islam.
Direktur United Muslim Masjid di Philadelphia Amerika Serikat (AS), Syaikh Dr Tahir Wyatt, dalam sebuah kajian daring di media sosial pernah menyebut pesan yang dibawa Elijah Muhammad lebih cenderung bersifat sosial, bukan perihal akidah . Hal ini yang kemudian membuat banyak kaum hitam ikut bergabung dan menyebut diri mereka muslim.
Terdapat ribuan kaum hitam yang memanggil diri mereka muslim dengan mengikuti ajaran NOI. Salah satu pengikutnya yang terkenal yakni Malcolm X. Dia mengikuti NOI kurang lebih sepanjang 10 tahun. Namun kemudian Allah SWT memberikan hidayah kepadanya.
Baca juga: Kisah Prof Ali S Asani: Bukan Sekadar Jihad di Harvard
Sang Utusan
Sementara itu, Steven Barbosa dalam bukunya berjudul "American Jihad, Islam After Malcolm X" (Bantam Doubleday, New York 1993) mengatakan Islam sangat menekankan konsep bermasyarakat dan persaudaraan.
Setiap pemimpin besar Muslim di Amerika Serikat berusaha sekuat tenaga untuk memberi kebebasan (dan perlindungan) dari diskriminasi, mengobarkan konsep Islami bahwa manusia itu berasal dari ibu dan bapak yang sama. Menciptakan keluarga-keluarga yang kuat di suatu wilayah di mana banyak keluarga yang berantakan. Menyediakan lapangan kerja bagi orang-orang yang telah dicabut haknya dan menciptakan kekuatan ekonomi di daerah minoritas yang diabaikan oleh Kristen dan Yahudi.
"Singkatnya, masyarakat Islam akan membasmi keburukan-keburukan yang berhubungan dengan ajaran-ajaran serta ideologi lain," ujar Steven Barbosa dalam buku yang diterjemahkan Sudirman Teba dan Fettiyah Basri menjadi "Jihad Gaya Amerika, Islam Setelah Malcolm X" (Mizan, Bandung 1995) itu.
Pemimpin-pemimpin Muslim Amerika telah terbukti banyak akal. Lalu ia mencontohkan Elijah Muhammad yang dinilainya telah berhasil dengan menakjubkan.
Baca juga: Kisah Perjalanan Muhammad Ali Menjadi Seorang Mualaf
Lihat Juga :