Inilah Parameter Tanda Kebahagiaan
Rabu, 08 Juli 2020 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdo'a :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), agar tidak berbuat kesalahan atau disalahi, agar tidak menganiaya atau dianiaya (orang), dan agar tidak berbuat bodoh atau dibodohi." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai, dan Ibnu Majah).
Perlu disadari juga oleh muslimah, bahwa Allah Azza wa Jalla tidak pernah salah pilih. Apapun segala kejadian yang telah ditakdirkan menjadi karunia kita akan tetap mendatangi kita walaupun kita sangat lemah. Sebaliknya apapun segala kejadian yang tidak ditakdirkan menjadi karunia kita, maka kita tidak akan pernah dapat meraihnya, walau bagaimanapun kekuatan kita.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَاِ نْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nahl: 18)
Karena itulah, sepenat apapun problem kehidupan, jangan terlarut dalam kerisauan. Tenggelam dalam kegalauan. Lengah dalam lamunan. Terlena dalam kesibukan. Pikiran melayang tak tentu arah. Terpaku dalam ketidakberdayaan. Khilaf dalam pusaran dosa. Hendaknya manusia menunaikan salat dan bertasbihlah menyebut nama-Nya. Baca dan renungkanlah Al-Quran sebagai pedoman hidup dan obat hati. Semua masa kelam pasti akan terlewati, dengan sabar dan keyakinan penuh.
Jangan ragu dan bimbang. Teruslah berikhtiar mencari dan kelak semua akan diberi. Hapuslah air mata kepedihan dan duka lara. Tapaki hari demi hari dengan kebesaran hati. Hidup dengan penuh rasa syukur yang ada hanyalah kebahagiaan . Dalam suka maupun duka sambutlah sang mentari dengan senyuman. Karena hari ini akan lebih baik dari hari kemarin. Tunaikan amal ibadah untuk kebahagiaan hati. Tersenyumlah penuh keikkhlasan untuk meringankan beban di hati.
Hendaknya fokus aja kepada Sang Pemberi Keabhagiaan. Sebab, kata Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah :
من وَطَّنَ قلبَه عند ربه سكن واستراح، ومن أرسله في الناس اضطرب واشتد به القلق
"Barangsiapa memfokuskan hatinya kepada Rabb-nya maka ia akan tenang dan nyaman. Dan barangsiapa melepaskan hatinya kepada manusia maka ia akan goncang dan sangat gelisah."
Artinya, akan selalu ada harapan bagi mereka yang bersungguh-sungguh memanjatkan doa. Teruslah berdoa dan jangan berhenti berharap, karena hanya itu yang bisa kita andalkan. Selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha. Tidak usah takut gagal. Berikhtiarlah semaksimal mungkin dan percayalah bahwa semua jerih payah ihtiar kita akan diperhitungkan oleh Allah Azza wa Jalla. (Baca juga : Fatima al-Fihri, Penggagas Pertama Terbentuknya Universitas )
Tanda Cinta Pada Allah Ta'ala
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), agar tidak berbuat kesalahan atau disalahi, agar tidak menganiaya atau dianiaya (orang), dan agar tidak berbuat bodoh atau dibodohi." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasai, dan Ibnu Majah).
Perlu disadari juga oleh muslimah, bahwa Allah Azza wa Jalla tidak pernah salah pilih. Apapun segala kejadian yang telah ditakdirkan menjadi karunia kita akan tetap mendatangi kita walaupun kita sangat lemah. Sebaliknya apapun segala kejadian yang tidak ditakdirkan menjadi karunia kita, maka kita tidak akan pernah dapat meraihnya, walau bagaimanapun kekuatan kita.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَاِ نْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nahl: 18)
Karena itulah, sepenat apapun problem kehidupan, jangan terlarut dalam kerisauan. Tenggelam dalam kegalauan. Lengah dalam lamunan. Terlena dalam kesibukan. Pikiran melayang tak tentu arah. Terpaku dalam ketidakberdayaan. Khilaf dalam pusaran dosa. Hendaknya manusia menunaikan salat dan bertasbihlah menyebut nama-Nya. Baca dan renungkanlah Al-Quran sebagai pedoman hidup dan obat hati. Semua masa kelam pasti akan terlewati, dengan sabar dan keyakinan penuh.
Jangan ragu dan bimbang. Teruslah berikhtiar mencari dan kelak semua akan diberi. Hapuslah air mata kepedihan dan duka lara. Tapaki hari demi hari dengan kebesaran hati. Hidup dengan penuh rasa syukur yang ada hanyalah kebahagiaan . Dalam suka maupun duka sambutlah sang mentari dengan senyuman. Karena hari ini akan lebih baik dari hari kemarin. Tunaikan amal ibadah untuk kebahagiaan hati. Tersenyumlah penuh keikkhlasan untuk meringankan beban di hati.
Hendaknya fokus aja kepada Sang Pemberi Keabhagiaan. Sebab, kata Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah :
من وَطَّنَ قلبَه عند ربه سكن واستراح، ومن أرسله في الناس اضطرب واشتد به القلق
"Barangsiapa memfokuskan hatinya kepada Rabb-nya maka ia akan tenang dan nyaman. Dan barangsiapa melepaskan hatinya kepada manusia maka ia akan goncang dan sangat gelisah."
Artinya, akan selalu ada harapan bagi mereka yang bersungguh-sungguh memanjatkan doa. Teruslah berdoa dan jangan berhenti berharap, karena hanya itu yang bisa kita andalkan. Selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha. Tidak usah takut gagal. Berikhtiarlah semaksimal mungkin dan percayalah bahwa semua jerih payah ihtiar kita akan diperhitungkan oleh Allah Azza wa Jalla. (Baca juga : Fatima al-Fihri, Penggagas Pertama Terbentuknya Universitas )
Tanda Cinta Pada Allah Ta'ala
Lihat Juga :