Kisah Muslim Amerika Akbar T. Salaam Jadi Juragan Sosis Halal
Kamis, 24 November 2022 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian mulailah menyembelih.
Kemudian ucapkanlah, "Allahu Akbar."
Imam Warith D. Mohammed berkata, jika engkau menyembelih engkau harus menghormati pencipta binatang itu. Ketika engkau mendekati binatang tersebut, engkau harus berada dalam keadaan mental tertentu, yaitu rendah hati, dan mempunyai pemikiran bahwa binatang yang akan engkau sembelih ini untuk kepentingan manusia dan khususnya untuk kepentingan masyarakatmu.
Ketika engkau pergi ke tempat penyembelihan hewan, engkau akan melihat beberapa kejahatan. Engkau melihat binatang-binatang dibius, ditendang, kepalanya dipukul dengan pipa. Jadi standar perikemanusiaan yang telah ditetapkan tidak diikuti.
Pihak The United States Department of Agriculture (USDA) merasa proses pembiusan lebih efektif. Jadi mereka membius binatang itu lebih dahulu lalu menggorok lehernya.
Tetapi pembiusan itu membuat adrenalin terproduksi terus dan juga menimbulkan rasa takut. Adrenalin tersebar ke seluruh dagingnya. Karena itulah kami memakai cara berikut:
Kami dekati binatang itu. Kami pastikan binatang itu tenang. Kami hadapkan binatang itu ke arah kiblat, dan menyembelih dengan satu sabetan yang cepat diiringi teriakan Allahu Akbar. Anda tidak boleh memutus habis lehernya.
Baca juga: Kisah Mualaf Amerika Serikat Rap Brown, Masuk Islam saat di Penjara
Pastikan Anda memotong urat nadi utamanya tetapi biarkan lehernya tersambung utuh sehingga otot-otot refleknya dapat mengontrol dan memompa darah keluar. Binatang itu akan terengah-engah dan mati karena banyaknya darah yang keluar, bukan karena dipingsankan: tidak ada rasa takut.
Bisnis ini sedang berkembang dan kami tengah berusaha untuk memapankan diri. Sukses belum kami raih, tetapi jalan ke arah itu telah dipancangkan.
Kemudian ucapkanlah, "Allahu Akbar."
Imam Warith D. Mohammed berkata, jika engkau menyembelih engkau harus menghormati pencipta binatang itu. Ketika engkau mendekati binatang tersebut, engkau harus berada dalam keadaan mental tertentu, yaitu rendah hati, dan mempunyai pemikiran bahwa binatang yang akan engkau sembelih ini untuk kepentingan manusia dan khususnya untuk kepentingan masyarakatmu.
Ketika engkau pergi ke tempat penyembelihan hewan, engkau akan melihat beberapa kejahatan. Engkau melihat binatang-binatang dibius, ditendang, kepalanya dipukul dengan pipa. Jadi standar perikemanusiaan yang telah ditetapkan tidak diikuti.
Pihak The United States Department of Agriculture (USDA) merasa proses pembiusan lebih efektif. Jadi mereka membius binatang itu lebih dahulu lalu menggorok lehernya.
Tetapi pembiusan itu membuat adrenalin terproduksi terus dan juga menimbulkan rasa takut. Adrenalin tersebar ke seluruh dagingnya. Karena itulah kami memakai cara berikut:
Kami dekati binatang itu. Kami pastikan binatang itu tenang. Kami hadapkan binatang itu ke arah kiblat, dan menyembelih dengan satu sabetan yang cepat diiringi teriakan Allahu Akbar. Anda tidak boleh memutus habis lehernya.
Baca juga: Kisah Mualaf Amerika Serikat Rap Brown, Masuk Islam saat di Penjara
Pastikan Anda memotong urat nadi utamanya tetapi biarkan lehernya tersambung utuh sehingga otot-otot refleknya dapat mengontrol dan memompa darah keluar. Binatang itu akan terengah-engah dan mati karena banyaknya darah yang keluar, bukan karena dipingsankan: tidak ada rasa takut.
Bisnis ini sedang berkembang dan kami tengah berusaha untuk memapankan diri. Sukses belum kami raih, tetapi jalan ke arah itu telah dipancangkan.
(mhy)
Lihat Juga :