Kisah Abu Yazid Al-Busthami, Anaknya, dan Seekor Unta
Selasa, 28 April 2020 - 03:58 WIB
loading...
A
A
A
"Catat itu anakku," kata Luqman lagi.
Kini, dua-duanya berjalan kaki. Jadi iring-iringan bertiga dengan keledainya berjalan kaki. Lewatlah mereka di satu desa. Orang-orang di desa itu mencemooh, "Lihat itu, orang-orang bodoh. Mereka bercapek-capek jalan kaki sementara ada tunggangan keledai dibiarkan saja". (Baca juga: Abu Yazid dan Seorang Muridnya )
"Catat itu anakku," kata Luqman.
Mereka mencari bambu panjang, dan sekarang keledainya mereka panggul berdua. Lewatlah mereka di satu desa lain. Orang-orang di situ melihat mereka dan mencemooh, "Lihat itu bapak dan anak sama-sama gila. Keledai tidak apa-apa dipanggul. Enaklah jadi keledainya."
Lukman berkata pada anaknya, "Catat itu wahai anakku. Kalau engkau menuruti omongan orang-orang, maka tidak akan pemah benar. Maka kuatkanlah keyakinanmu. (Baca juga: Cara Belajar Khusuk Abu Yazid Al-Busthami )
Kini, dua-duanya berjalan kaki. Jadi iring-iringan bertiga dengan keledainya berjalan kaki. Lewatlah mereka di satu desa. Orang-orang di desa itu mencemooh, "Lihat itu, orang-orang bodoh. Mereka bercapek-capek jalan kaki sementara ada tunggangan keledai dibiarkan saja". (Baca juga: Abu Yazid dan Seorang Muridnya )
"Catat itu anakku," kata Luqman.
Mereka mencari bambu panjang, dan sekarang keledainya mereka panggul berdua. Lewatlah mereka di satu desa lain. Orang-orang di situ melihat mereka dan mencemooh, "Lihat itu bapak dan anak sama-sama gila. Keledai tidak apa-apa dipanggul. Enaklah jadi keledainya."
Lukman berkata pada anaknya, "Catat itu wahai anakku. Kalau engkau menuruti omongan orang-orang, maka tidak akan pemah benar. Maka kuatkanlah keyakinanmu. (Baca juga: Cara Belajar Khusuk Abu Yazid Al-Busthami )
(mhy)
Lihat Juga :