Kisah Mualaf Amerika Idris Diaz Pergi Haji Dibiayai Orang Yahudi

Sabtu, 03 Desember 2022 - 19:06 WIB
loading...
A A A
Saya merasakan semacam perasaan bersalah. Saya melihat orang-orang yang telah menabung seumur hidupnya dan benar-benar berjuang untuk pergi haji. Allah telah memberikan semua ini pada saya dengan begitu mudah. Saya merasa tidak berguna. Apa yang harus saya lakukan agar terbebas dari perasaan ini?

Salah satu pelajaran yang saya dapatkan adalah bahwa Tuhan bekerja dalam cara yang misterius. Ketika sarapan pagi, kami berdiskusi panjang lebar tentang politik. Beberapa orang di antaranya benar-benar anti-Yahudi.

Saya berkata, "Wah, orang yang membiayai perjalanan haji saya ini orang Yahudi; bagaimana mungkin saya bermasalah dengan orang Yahudi? Bukankah Al-Quran mengajarkan bahwa banyak orang baik juga agama-agama lain?"

Orang-orang itu sebenarnya lebih banyak mengetahui Islam daripada saya, tetapi saya pikir mereka menyadari bahwa saya benar. Itu merupakan pelajaran yang jelas bagi mereka tentang toleransi, dan itulah yang tersirat dalam haji.

Anda harus dapat berada di tempat yang benar pada saat yang tepat, mengambil arah yang tepat untuk sampai ke tempat tertentu. Itu sangat, sangat jelas, dan sering kali perinciannya sedikit berlawanan. Saya ingat ketika bersama dengan kelompok-kelompok orang yang berdebat sampai ke hal-hal yang rinci tentang bagaimana melaksanakan rukun haji yang berikutnya.

Baca juga: Kisah Perjalanan Muhammad Ali Menjadi Seorang Mualaf

Saya berkata, "Saya di sini untuk melaksanakan ibadah haji saya. Saya datang ke sini dengan pikiran yang baik. Saya akan menuruti segala yang engkau katakan pada saya dengan jujur, dan saya berharap semoga Allah menerimanya, tetapi saya tidak akan duduk di sini dan berdebat tentang hal-hal kecil seperti ini."

Hal itu tidak mengubah apa pun bagi mereka. Mereka terus saja berdebat tentang masalah tersebut.

Bagi para jamaah, melempar jumrah di Mina mengandung arti penolakan setan dan pengukuhan kembali keimanan kepada Allah... ketika saya masuk ke dalam kerumunan orang yang telah berkumpul di dekat jumrah itu, saya berpikir tentang ayat-ayat dalam Al-Quran yang menggambarkan Hari Pembalasan sebagai peristiwa yang menyeramkan, saat di mana cakrawala akan diluluhlantakkan dan manusia akan tercebur ke dalam kengerian yang luar biasa.

Tampaknya dengan setiap batu yang mereka lemparkan, para jamaah di Mina berusaha uuntuuk menjaga jarak sejauh mungkin antara diri mereka dan kengerian Hari Pembalasan. Ketika saya bergerak menuju jumrah yang pertama, kerikil beterbangan tak beraturan. Bagian belakang kepala saya dan bagian samping wajah saya terkena lemyaran. Ekspresi orang-orang dalam kerumunan itu menggeser perasaan saya dari bahagia kepada kengerian, dan para wanita memegang erat anak-anak mereka, banyak di antaranya yang berteriak ketakutan.

Ketika saya kembali [ke Amerika], kedua orang tua saya telah meninggal. Haji benar-benar mengarahkan pikiran Anda ke kematian. Salah satu hal yang dikatakan kaum Sufi adalah bahwa Anda harus berpikir tentang kematian setiap saat dalam kehidupan Anda.

Saya berada di Masjid Agung di Makkah. Ka'bah berjarak sekitar 200 yard, dan saya sedang melakukan shalat. Ada sebuah hadis yang mengatakan ketika Anda sedang melaksanakan ibadah haji setiap shalat yang Anda lakukan akan memperbaiki seribu shalat yang ternoda. Jadi saya melakukannya dengan khusyu'. [Tertawa.]

Tempat itu begitu penuh sesak! Anda sulit sekali bergerak. Anda melakukan shalat di tempat yang hanya seluas tubuh Anda, berusaha untuk melakukan sujud di sela-sela mereka.

Suatu saat saya berdiri memandang Ka'bah. Sebuah perasaan tiba-tiba menyergap saya. Saya berkata kepada Allah, "Hidup ini milik-Mu! Ambillah. Ke mana pun Engkau menginginkannya, aku akan ikut. Aku milik-Mu! Datang dan bawalah aku pergi!"

Baca juga: Ini Agama Suami Maudy Ayunda sebelum Mualaf

Orang-orang mendesak saya dari berbagai arah, dan saya terdorong tak berdaya maju-mundur. Tak ada daya untuk melawan arus. Para jamaah sering kali diperingatkan untuk melupakan segala sesuatu yang mungkin terjatuh selama melakukan thawaf, karena untuk menunduk dalam kerumunan massa itu berisiko tinggi, bisa terinjak-injak. Ketika saya berjalan mengelilingi Ka'bah tanpa alas kaki, saya banyak menjumpai sandal, tas atau barang-barang lain milik para jamaah yang tercecer.

Ketika kembali, saya dihadapkan kepada editor yang lebih senior. Dia seorang Kristen. Dia sangat peka terhadap proyek itu, dan benar-benar membantu saya menuangkan pengalaman tersebut ke atas kertas. Dia berbicara pada saya melalui artikel tersebut.

Setelah dipublikasikan, saya mendapat berton-ton surat dari kaum Muslimin dan orang-orang non-Muslim. Saya menerima surat dari orang-orang yang memberitahukan pada saya bahwa mereka tidak pernah mendapat keterangan yang jelas tentang agama ini sampai mereka membaca artikel tersebut.

Orang-orang Muslim mengatakan pada saya mereka sangat bahagia artikel saya dimuat di sana. Dan saya juga mendapat beberapa surat dari orang-orang yang mengatakan bahwa saya seharusnya dibakar di neraka karena menyebarkan propaganda.

Baca juga: Mualaf, Begini Respon Marcell Siahaan Dipanggil Antum
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Bukan Sekadar Ibadah,...
Bukan Sekadar Ibadah, Ini 11 Keutamaan Haji bagi Jamaah dan Keluarganya
Inilah 4 Masjid yang...
Inilah 4 Masjid yang Harus Dikunjungi Jemaah Haji di Tanah Suci
Doa Jemaah yang Baru...
Doa Jemaah yang Baru Pulang Haji Dijamin Mustajab 40 Hari, Benarkah?
444 Jemaah Haji Kloter...
444 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Bekasi Tiba di Tanah Air
Rekomendasi
Ahli Ungkap Semua Gempa...
Ahli Ungkap Semua Gempa di Jawa Berpotensi Menghancurkan dalam Sekejap Mata
Pluvial Carnian Fenomena...
Pluvial Carnian Fenomena Hujan 2 Juta Tahun Lalu di Bumi Terungkap
5 Tanda Akan Terjadi...
5 Tanda Akan Terjadi Hujan Lebat yang Dapat Dilihat Mata
Artikel Terkini
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved